BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 12 : Hutan Nekró


__ADS_3

Tap.. Tap.. Tap..


Laju kuda Ptéryga perlahan memasuki Hutan Nekró, hutan perbatasan Kota Silaz menuju Ibukota Negara Onyx yaitu Sancia. Tapi belum masuk ke dalam hutan, 7 kuda mulai meringkik ketakutan, tak mau menginjakkan kaki ke dalam hutan itu.


Jimin/Evander : "Ada apa dengan kuda - kuda ini?!"


Ditengah kebingungan mereka, Roh Legenda pun mulai muncul menjawab pertanyaan Tuannya.


Roh Bumi/Igáea : "Maaf Tuan. Hutan Nekró adalah hutan larangan bagi para beast Cahaya, sedangkan kuda Ptéryga memiliki element Cahaya. Jadi kuda milik Tuanku tidak dapat memasuki hutan ini."


Jin/Gleen : "Memang ada apa?!"


Roh Bumi/Igáea : "Dikatakan dalam Legenda, dahulu 7 Iblis Penghancur melakukan pelatihan dan penempaan diri di hutan ini yang menyebabkan aura kematiannya diserap oleh Hutan Nekró. Setiap beast lemah yang memasuki hutan ini akan menjadi kuat dan tak terkendali, sedangkan beast yang kuat akan berubah menjadi monster beast yang menakutkan. Berbanding terbalik dengan para beast yang memiliki element Cahaya, mereka akan menjadi lemah dan perlahan sari pati kehidupan mereka akan diserap oleh hutan ini dan mati lemas. Begitupun dengan para Elementalist yang lemah, mereka akan dikendalikan hati dan jiwanya dan berubah kejam layaknya iblis dan lambat laun mereka akan mati diserap oleh hutan ini."


V/Shazz : "Hiiiiii!!!!! Serem banget sih?! Apa kita harus melewati hutan ini?!"


Roh Air/Neró : "Hahaha....!!! Tuanku tak perlu takut. Kami dapat melindungi Tuan dengan aura kami. Ini adalah jalan satu - satunya yang tercepat menuju ibukota Sancia."


RM/Eryx : "Lalu bagaimana dengan kuda ini?! Tak mungkin aku tinggalkan."


Roh Api/Fotiá : "Tuan dapat mengirimnya sementara di Ruang Spiritual milik Tuanku. Ruang itu dapat menyimpan apapun bahkan menyembunyikan makhluk hidup sekalipun."


Mendengar ucapan Roh Api Fotiá, para member Bangtan pun mulai membuka Ruang Spiritual milik mereka dan mengirim kuda mereka masing - masing ke dalam.


J-Hope/Drew : "Tunggu dulu!! Jika hutan ini berbahaya bagi penguasa element Cahaya, aku tidak bisa masuk dong?!"


Roh Cahaya/ínes : "Dasar bodoh. Kau kira hanya dengan hutan seperti ini mampu melemahkanku?!! Jika aku mau aku bisa menghancurkannya sekarang!!" Ucap Roh Cahaya ínes dengan angkuh. Sedangkan J-Hope hanya memandangnya jengah diantara tawa member lainnya.


Perlahan aura berwarna - warni mulai menyelubungi tubuh mereka, mereka pun mulai berjalan memasuki hutan. Suasana hutan begitu sunyi, gelap dan menakutkan. Mungkin jika dulu saat mereka di dunia sebelumnya mereka akan bergidik ngeri bahkan mungkin lari ketakutan. Tapi berbeda dengan sekarang, mereka terlihat tenang tak menampakan sedikitpun raut ketakutan ataupun kepanikan di wajah mereka.


J-Hope/Drew : "Hshuutttt!!! Coba kalian dengarkan." Ucap J-Hope tiba - tiba merasa mendengar sebuah suara mirip seperti perkelahian.


Hiaatt... Hiaaatttt... Blaarr.... Booomm... Duaarrr....


Suara - suara itu mulai terdengar semakin kencang dan menyita perhatian seluruh penghuni hutan, terbukti dengan banyaknya burung - burung dan beberapa binatang kecil berlarian menjauhi asal suara.

__ADS_1


Para member Bangtan pun mulai melompat dan berayun dari satu dahan pohon ke pohon lainnya mencoba mendekati asal perkelahian itu.



Dapat mereka lihat banyaknya gerombolan serigala yang tak ada habisnya terus berdatangan menuju sosok perempuan dan 2 lelaki yang masih sibuk bertarung melawan para beast serigala bersama dengan beberapa pria berzirah dan berpedang.


Jimin/Evander : "Apa kita akan menolong mereka?!"


RM/Eryx : "Tinggu!! Kita perhatikan sebentar lagi."


Sebenarnya RM ingin segara menolong mereka, tapi rasa waspadanya muncul takut jika mereka hanya segerombolan orang yang tak layak mereka tolong. Bisa saja mereka akan memanfaatkan dan mengkhianati mereka nantinya. Dia terus teringat peringatan Amy untuk tak mudah percaya dengan siapapun.


Kini kelompok itu mulai terpojok dan kesulitan melawan serigala yang terus berdatangan. Hingga satu - satunya perempuan di kelompok itu terjatuh karena tenaganya yang terkuras habis.



Melihat itu serigala hitam yang paling besar diantara mereka yang kemungkinan ketua serigala mulai mendekat ke arahnya. Gigi taringnya mencuat keluar bersama liur yang terus menetes, cakarnya mulai dia keluarkan, mata yang bersinar terang menatap nyalang pada perempuan itu.


"Arrgghh.......!!!!!!"


"Tiddaaaakkkkkk........!!!!!!!!!!"


Teriak para lelaki yang baru menyadari jika salah satu anggotanya berada dalam bahaya.


Srreeettt.......!!!!! Bruuaakkkk....!!!!


Serigala besar itu tiba - tiba terhempas hingga menabrak pohon besar yang agak jauh dari mereka. Darah mulai mengucur deras dan terlihat sebuah belati yang menembus lehernya.


Sreekk.. Sreekkk.. Tapp.. Tapp.. Tapp..


Kelompok itu kembali terperangah terkejut mendapati beberapa lelaki tiba - tiba muncul di antara mereka. Tanpa mengatakan apapun dengan lincahnya mereka mulai menyerang banyaknya serigala hingga terbujur tak bernyawa satu - persatu.


Aauuuuuuuuuuu........!!!!!!!!


Serigala lainnya yang melihat teman - teman mereka dibantai dengan mudahnya mulai berlarian menyelamatkan diri. Sekejap tempat itu menjadi hening, hanya bau anyir darah yang mendominasinya.

__ADS_1


Kelompok itu menatap ke arah member Bangtan dengan penuh keheranan, masih bingung dengan situasi yang terjadi. Hingga suara rintihan kesakitan mengusik pendengaran mereka.


"Este?! Kau tidak apa?!"


Laki - laki berjubah hitam itupun langsung menghambur ke arah gadis yang terduduk lemah. Terlihat raut wajahnya yang nampak khawatir.


"Kak?! Ini menyakitkan?!" ucap gadis itu diselingi rintihan lemahnya. Wajah pucatnya mulai membiru, luka di lengannya pun mulai bengkak dan menghitam.


"Kak Zell?!! Cepat lakukan sesuatu!!" Teriak lelaki itu menatap sosok laki-laki yang masih berdiri mematung.


Sosok laki-laki yang dipanggil Zell itupun berlari ke arah mereka. Wajahnya seketika memucat sarat ketakutan dan kekhawatiran. Dia menatap nanar ke arah gadis yang terkapar tak berdaya di hadapannya.


"Apa yang terjadi pada Este kak?!"


Lelaki berjubah hitam itu mengguncang lengan orang disampingnya dengan kencang. Namun dia tetap tak kunjung mendapatkan jawaban. Ditatapnya lawan bicaranya itu, namun yang terlihat hanya tatapan penyesalan dengan setitik air mata yang akan luruh, membuatnya seketika ambruk dan terduduk tak percaya.


"Kak?! Apa yang terjadi padanya?!" ucapnya mulai melembut.


Entahlah. Mungkin dia sudah tahu kondisi gadis yang dia khawatirkan, namun masih berusaha tetap teguh dan percaya jika semua baik - baik saja. Dia tetap mencoba meyakinkan dengan kembali bertanya.


"Este terkena racun Raja Serigala Hitam." jawab lelaki bernama Zell itu akhirnya, tapi suaranya sangat lirih seakan dia menahan sebuah kepedihan di hatinya.


"Kakak pasti bisa menyelamatkannya kan?!"


Kembali lelaki berjubah hitam itu bertanya. Tapi hanya dijawab gelengan kepala lemah dari lawan bicaranya. Sebenarnya dia tahu itu tak mungkin. Karena salah satu Elementalist penyembuh dalam kelompoknya sudah tewas diterkam serigala, sedangkan jarak hutan ini masih sangatlah jauh dari pemukiman terdekat.


Tak ada lagi yang dapat menolong adik tercintanya. Rasa penyesalan, kesedihan, dan putus asa bergelayut di hati mereka berdua. Hingga lelaki berjubah hitam itu tiba - tiba menoleh ke arah para member Bangtan yang masih setia berdiri dibelakangnya. Dan langsung berlari menghampiri mereka.


"Kalian?! Siapapun kumohon!! Kumohon selamatkan nyawa adikku!!" Mohonnya dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.



Danzell Laverro Cedric


__ADS_1


Estefania Lorraine Cedric


__ADS_2