BTS Time Traveller

BTS Time Traveller
Chapter 19 : Kemarahan Suga


__ADS_3

Duuaaarrrr.......!!!!


Brraakkkk.....!!!!!


V yang baru saja minum seketika menyemburkan minumannya, terkejut dengan apa yang terjadi barusan. Bahkan kejadian itu membuat beberapa makanan pesanan mereka jatuh ke lantai karena hantaman yang cukup keras.


Suga dengan tangan menggantungnya yang awalnya hendak mengambil hidangan laut mendesis marah melihat makanan yang hendak diambilnya telah terjatuh di lantai.


***


Pandangan member Bangtan beralih pada asal keributan, terlihat tembok penginapan yang tak jauh dari tempat mereka makan berlubang akibat hantaman sebuah benda yang tak mereka tahu apa itu. Setelah debu mulai mengikis hilang, terlihatlah sosok lelaki paruh baya yang terduduk lemas penuh luka dan darah yang mengalir.


Ternyata hantaman itu bukan berasal dari benda melainkan seorang pria yang dipukul hingga menjebol tembok penginapan, terseret sampai berakhir menabrak beberapa kursi dan meja di lantai satu saking kuatnya pukulan yang dilontarkan.


Tak berapa lama sosok pemuda yang terlihat cukup familiar terlihat mendekat ke arah pria paruh baya itu dengan pandangan penuh kilatan amarah.


"Beraninya manusia rendahan sepertimu menentangku!!" ucapnya dengan nada penuh kemarahan.


Aura yang dipancarkannya pun semakin pekat, membuat orang disekitar mereka berkeringat dingin, gemetar merasakannya.


"Maaf Tuan. Saya tidak bermaksud seperti itu. Jika Tuanku terus menaikan bunga pinjaman, saya tidak sanggup membayar hutang saya lagi. Tolong berikan keringanan Tuan." mohon pria paruh bayu itu sembari merangkak perlahan dan bersimpuh di hadapan pemuda itu, tak perduli dengan luka nya yang terlihat sangat parah.


"Kau masih berani membantahku!!!"


Pemuda itu kembali mengeluarkan energi spiritual dari tubuhnya, saking kuatnya angin di sekitarnya mulai bergerak tak tentu arah bersama debu yang ikut beterbangan. Sedangkan member Bangtan yang masih setia memperhatikan terlihat raut kemarahan di wajah mereka, apalagi ketika menyadari jika pemuda yang bertindak bringas dan kejam itu adalah anak Bangsawan yang mereka temui di depan gerbang Kekaisaran sebelumnya.


Ketika pemuda itu yang tak lain adalah Elgan Rufford hendak mengangkat tangannya yang sudah dialiri energi spiritual, sebuah mangkuk tiba - tiba terhempas dan mengenai tepat pergelangan tangannya cukup keras.


"Siapa itu?!! Siapa yang berani menantangku!!!"


Para member Bangtan berdiri dan berjalan menghampiri pusat keributan itu dengan santai tanpa takut ataupun terintimidasi tatapan menakutkan dari pemuda di hadapan mereka itu.


"Beraninya kalian menggangguku!! Kalian benar - benar mencari kematian!!!!" balas Elgan Rufford berteriak penuh kemarahan.


Suga/Damares : "Huh! Kau yang merusak sarapan pagi ku! Dasar lalat penganggu!!" balas Suga sarkas.

__ADS_1


Elgan Rufford : "Apa kau bilang!!! Beraninya kau mengataiku!!"


Elgan dengan emosinya yang membara mulai mengeluarkan energi spiritual yang besar dan langsung dihempaskan nya ke arah para member Bangtan.


Elgan Rufford : "Rasakan ini BRENGSEK!!"


Terlihat senyum sinis kemenangan terpancar dari wajah Elgan, tapi tak lama senyum itu luntur tergantikan wajah penuh keheranan.


Gumpalan energi yang dihempaskan ke arah member Bangtan sama sekali tak mengenai mereka, bahkan hilang sebelum menyentuh tubuh mereka. Sebenarnya member Bangtan sudah terlebih dahulu membuat perisai transparan yang menghalau energi spiritual milik Elgan itu.


Elgan Rufford : "Ba... Bagaimana bisa...???!"


Tanya nya terkejut, karena tadi adalah serangan terkuatnya. Bagaimana mungkin mereka dapat menghalau tanpa sedikitpun menyentuh atau menggerakkan tubuh sekalipun?!


Suga/Damares : "Huh! Hanya Tingkat BASIC 32 saja sudah sangat arogan!!" hardik Suga jengah.


"Hanya kau bilang?! Untuk pemuda berusia awal 20-an itu adalah pencapaian yang sangat membanggakan!"


"Sombong sekali mereka?! Aku jadi penasaran berapa tingkat kekuatan mereka."


Terdengar banyaknya orang yang berucap dengan banyaknya spekulasi, tanggapan dan ejekan. Lebih tepatnya penasaran akan sosok Tujuh lelaki misterius yang tak kenal takut itu.


Elgan kembali terdiam, dia cukup ragu untuk melawan para pemuda di hadapannya itu. Apalagi melihat serangannya sama sekali tak berpengaruh ditambah gelagat mereka yang terlihat sama sekali tak ada raut ketakutan.


Bagaimana jika kekuatan mereka berada diatasnya?! Bahkan meski berbeda 1 level pun dapat dipastikan dia akan kalah telak.


Tiba - tiba Elgan kembali tersenyum sinis. Dipikirnya jika mereka lebih kuat darinya pun dapat dipastikan tak sampai Tingkat MASTER, lebih tepatnya tak mungkin. Dan dia beruntung sudah membawa pengawal yang memiliki Tingkat Kekuatan MASTER awal, itu cukup untuk mengalahkan mereka ber-7.


Elgan Rufford : "Kalian! Lawan mereka!! Buat mereka memohon ampun padaku!!"


Perintahnya.


Dan majulah beberapa pria tinggi kekar dengan tatapan meremehkan mendekat ke arah para member Bangtan.


Pengawal 1 : "Menyerahlah kalian sebelum menyesal!!"

__ADS_1


Pengawal 2 : "Hanya satu serangan dapat membuat tubuh kalian remuk! Mohonlah ampun pada Tuan kami!!"


Jungkook/Arsen : "Cih! Kalian bukan lawan kami!!" jawab Jungkook meremehkan.


Suga/Damares : "Biar aku saja yang menghadapi mereka!" balas Suga dengan senyum miringnya yang terlihat sangat menakutkan.


"Oh Tuhan!!"


"Ternyata sang SINGA baru saja terbangun!!"


"Dapat dipastikan tubuh musuhnya sama sekali tak bersisa."


Batin para member Bangtan bergidik ngeri sembari menelan ludahnya melihat ekspresi mengerikan Suga yang tersenyum layaknya sosok iblis.


Sekejap aura di sekitar tempat itu bahkan hingga bermeter - meter jauhnya semakin terasa mencekam akibat kuatnya energi spiritual yang dikeluarkan Suga. Banyak Elementalist tingkat BASIC awal dan warga biasa yang terduduk lemas tak berdaya merasakan aura yang dikeluarkan oleh Suga.


Terlihat kilatan layaknya petir keluar dari tubuh Suga, membuat para pengawal bahkan Elgan sendiri berkeringat dan gemetar takut.


Suga/Damares : "Kalian telah mengganggu orang yang salah!!"


Duuaaarrrr.....!!!!!!


Diakhir ucapannya, Suga mengerahkan petirnya ke arah para pengawal Elgan yang langsung menciptakan ledakan yang cukup besar. Dan ketika debu bekas ledakan berterbangan hilang, hanya tersisa abu di tempat para pengawal Elgan dan banyaknya bercak darah yang menghias tempat itu tak terkecuali tubuh serta wajah Elgan yang ikut terlumuri bekas darah pengawalnya yang telah hancur hingga menjadi abu. Membuat Elgan terduduk gemetaran karena rasa takutnya.


Suga semakin berjalan mendekat ke arah Elgan, sedangkan Elgan hanya beringsut mundur dengan wajah yang sudah pucat pasi. Tangan Suga kembali terulur ke atas dan terlihat kilatan petir yang mulai berkumpul.


Elgan Rufford : "Jangan kumohon!!! Jangan bunuh aku...!!! Aahhhh....!!!"


Blaaarrr....!!!


Elgan membulatkan matanya tak percaya, serangan Suga tadi diarahkan tepat ke arah diantara kaki Elgan. Hanya berjarak beberapa senti dari selangkangannya, membuatnya shock berlebih hingga terkencing di celana.


Suga/Damares : "Kau bahkan tak layak untuk ku bunuh! Tapi. Jika kudapati kau berbuat seperti ini lagi. Dengan senang hati ku buat kau menjadi abu! Pergilah!!"


Tak membuang waktu, para penjaga Elgan membantu Tuannya berdiri dan masuk ke kereta kuda dan langsung berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan warga yang melihat aksi Suga hanya mampu menjatuhkan rahang tak percaya, bahkan Elementalist tingkat MASTER dapat dikalahkan tanpa sedikitpun perlawanan?! Batin mereka serempak.

__ADS_1



Elgan Rufford


__ADS_2