Bu Guru Cantik I Love You

Bu Guru Cantik I Love You
Panaroma


__ADS_3

Marsya


Dia kaget ketika merasa ada seseorang yang menarik tangannya. Bahkan mendengar kata Sayang. Kepalanya langsung saja menoleh kearah sumber suara, matanya langsung menatap tajam. " Bocah itu? ngapain dia disini? tunggu ... apa yang dia bilang tadi? sayang? aahhhh .... sialan! dasar bocah tengil," tapi segala umpatan nya hanya dalam hati.


"Sayang, maaf aku lama! biasa macet. Kamu lama, ya! nungguin?" tangannya langsung saja membelai kepala Marsya dengan lembut.


Semua yang melihat hanya bisa melongo dengan aksi yang dilakukan Farel. Terlebih Marsya, ia tak menyangka siswanya bisa melakukan tindakan yang menurutnya sangat keterlaluan. Tapi ... apa ini? kenapa hatinya malah senang? bahkan tubuh nya malah tidak bereaksi ketika Farel mengusap kepalanya! malah Marsya ingin berharap lebih, sebuah pelukan? aahhhh dia benar-benar sudah gila.


💕


Dina


Awalnya ia kaget ketika melihat seorang pemuda berjalan kearah dimana Dia dan teman-teman SMA duduk. Dia tahu! yang menghampirinya itu adalah Siswa di tempat ia dan Marsya sedang PL, dan seorang siswa yang paling menyebalkan buat Marsya, karena hampir tiap hari Farel mengganggu sahabatnya itu.


Awalnya ia tersenyum, melihat Farel menghampiri nya dan Marsya. Tapi...????


Dan apa yang dibilang nya tadi? sayang? waduh ketinggalan kereta aku! eh salah ketinggalan berita. Kapan jadiannya? kok aku enggak tahu? bebagai macam pikiran berkecamuk dalam otaknya.


💕


Sandri


"Gila, gerak cepat tuh anak! pintar memanfaat kan suasana. Good luck bro." Melihat Farel yang sudah berjalan kearah tempat duduk dimana Marsya dan teman-teman nya sedang berkumpul.


"Kalian kok bisa taruhan, sih?" tiba-tiba saja Nindy sepupu Farel menanyakan yang sejak tadi buat hatinya penasaran.


"Loh.. kakak masih disini?"


"Ish, kamu mau aku lempar pake garpu ini?"


"Jangan dong kak!" elaknya.


"Makanya jawab."


"Pertanyaan kakak yang mana dulu nih?"


"Kamu benar-benar ya," kesal Nindy, dengan tangan yang sudah memegang garpu dan hendak mau melemparnya ke muka Sandri.


"Iya iya! sadis banget sih kak? pantesan kakak jomblo, suka main kasar."


"Eh, nih anak, kayak nya memang mau aku lemparnih."


"Oke, gue jawab. Gue dan Farel taruhan buat dapetin Bu Marsya. Sebenarnya sih bukan gue yang mau dekatin, tapi Farel! gue nyuruh Farel buat dekatin, dan kalau berhasil bisa dapetin mobil, awalnya sih gue bercanda kak, ceplos aja, gitu mulut gue ngomong, eh, malah disanggupin sama tuh, anak," menjeda sejenak sambil membayangkan awal mula taruhan itu. "Kakak tahu lah, siapa sih yang nolak sosok Farel, yang bisa dibilang sempurna."

__ADS_1


"Terus."


"Seperti yang kakak lihat! sampai sekarang dia belum bisa menaklukan hati seorang Marsya Maharani


Buahahahah.... seketika tawa Nindy pecah. " Kalian pikir bisa menaklukan hati si planet Mars itu?" masih sambil tertawa


"Planet Mars?"


"Oh... aku belum cerita ya?" masih tertawa dan melihat ke arah Sandri.


Dijawab hanya dengan gelengan kepala oleh Sandri dengan wajah terlihat bingung


"Itu, adik nya Marsya sering manggil Marsya, dengan planet mars,"


"Oo.., jadi dia punya adik?"


"Ya, mungkin seumuran sama kalian, karena kemaren waktu aku kekampungnya Marsya, kalau nggak salah adik nya sudah kelas tiga SMA." jelas Nindy.


""Jadi maksud kakak bagaimana?"


"Bagaimana apanya?"


"Pertanyaan Kakak tentang menaklukan hati Bu Marsya." Sandri mencoba mencari tahu tentang gurunya itu.


Dan setelah mendapatkan semua penjelasan tentang guru PL nya, Sandri menarik kesimpulan bahwa Marsya memang berbeda dari perempuan yang dikenalnya selama ini.


💕


Dia tak menyangka, kalau sepupunya berniat mendekati sahabatnya hanya demi sebuah taruhan. Disisi lain hatinya dilema, satu sahabatnya dan satu lagi adik sepupunya.


Dan kalau ia memberitahukan Marsya, tentan maksud Farel, bagai mana dengan Farel? secara dia tahu ada masa depannya yang dipertaruhkan. Nindy tahu perjuangan Farel untuk mendapatkan mobil itu, ada perjanjian nya dengan orang tuanya.


💕


Disinilah mereka sekarang. Duduk dan memandang kota Padang dari puncak Panorama, kota itu terlihat sangat indah kalau dipandang dari atas, sekilas nampak masjid Raya, pantai ,bahkan mol-mol yang berada dikota ini. Tapi ... dua manusia yang berbeda jenis kelamin ini masih terlihat diam. Farel yang dari awal menarik dan mengajak Marsya untuk meninggal kan kafe, juga tidak bersuara. Bocah SMA hanya sesekali memandang wajah perempuan yang berada disamping kanannya.


"Kalau mau nangis, nangis aja! enggak usah ditahan."


"Siapa yang mau nangis." Marsya mencoba mengelak, tapi dalam hati memang benar, dia ingin menangis dan teriak sekeras-kerasnya, agar sesak di dada hilang.


Farel menyeringai, terlihat senyum mengejek diwajahnya. "Dasar keras kepala!"


Marsya memutar kepala untuk bisa melihat wajah bocah tengil itu. Ya! wajah anak itu seperti menertawai nya, bahkan terlihat mengejek, apakah terlihat jelas, bahwa saat ini ia sangat menyedihkan? oh no, ini tidak mungkin. Bisa jatuh reputasinya, Farel pasti akan terus mengganggunya.

__ADS_1


"Apakah, terlihat jelas?"


Farel menggangguk. "sangat!"


"Benarkah?" Masya sedikit tersenyum mendengar perkataan Farel. "Pasti aku terlihat menyedihkan!?"


"Enggak juga, kamu terlihat kuat, berada diantara dua pria yang pernah kamu suka."


"Kamu tahu?"


"Yap ... semua tentang mu aku tahu."


Hahahaha. Marsya tidak dapat menahan tawa lagi. Bocah yang berada disampingnya ini terlihat seperti begitu menggemaskan.


"Kayak judul lagu, semua tentang mu."


"Anggap saja begitu."


"Tapi ini beneran judul lagu, Farel." Jawabnya tak mau kalah.


"Kok jadi bahas judul lagu sih?"


Seketika Marsya terdiam. Maksud hati ingin mengalihkan Perkataan Farel dari masalah yang sedang dihadapinya. Dan sebenarnya putus sama Rio hatinya tidak terlalu sakit, tapi kalau tentang cinta terpendamnya pada Andri...?


Jujur melihat perlakuan lembut Andri pada tunangannya, hatinya terasa sakit, bahkan sangat sakit. Seharusnya ia tidak hadir di acara reuni itu.


"Kok, ngelamun! enggak usah dipikirin, masih banyak laki-laki yang suka sama ibu, termasuk yang disamping ini." Farel berusaha mengambil kesempatan siapa tahu di terima ya kan! hahah


"Ck, kamu selalu modus." Tebak Marsya dan terlihat wajah Farel sedikit tersenyum.


"Sambil nyelam minum air nggak apa-apa kan Bu! siapa tahu diterima," jawabnya sambil menaik turunkan alisnya.


"Ayo ah, pulang sudah magrib."


Marsya berdiri dikuti oleh Farel dan berjalan kearah motor sports nya.


💕💕💕💕


Hay kak, jangan lupa like komen dan vote nya ya🥰🥰


biar tambah semangat lagi ngetiknya.


dan batu promoin cerita di sosmed kakak ya😁😁

__ADS_1


aku ngarep looooo😂😂😂


makasih🥰🥰


__ADS_2