
Pagi ini di kos nya Marsya dan Dina terlihat sibuk mempersiapkan keperluan buat PPL, hari ini adalah hari pertama mereka untuk melakukan praktek cara mengajar mereka di sekolah yang katanya terfavorit dikota ini. Jam sudah menunjukan 06.30 artinya Marsya dan Dina harus berangkat ke sekolah, karena sekolah tempat mereka masuk nya jam 07.30 .
setengah jam kemudian.
"Siko ciek (berhenti disini), Uda!" sahut penumpang di atas angkot.
"Yo (ya), agak ka muko saketek yo, diak (agak kedepan sedekikit ya, dek)." jawab sopir angkot.
Abang sopir telah memberhentikan mobilnya.
penumpang yang memberhentikan angkot adalah Marsya dan Dina. Mereka menaiki kendaraan umum lebih pagi karena tidak mau terlambat sampai ditempat praktek. Sedangkan teman-teman mereka yang lain perginya dengan kendaraan pribadi, ada yang pake mobil dan ada juga yang pake motor. Marsya dan Dina hanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana, mereka bukannya tidak memiliki salah satu dari kendaraan tersebut, tapi keluarganya dikampung lebih membutuhkan alat transportasi itu, dari pada mereka. Dan sebenarnya kakak Marsya sudah pernah menawarkan untuk membelikan nya motor, tapi ditolak karena menurut nya itu tidak penting, ia hanya minta dibelikan sama sang kakak sebuah laptop untuk membuat tugas-tugas kuliah dan membuat skripsinya.
Kaki mereka telah melangkah menuju gerbang sekolah, yang katanya terfavorit dikota ini, tapi sekolah masih terlihat sepi.
"Selamat pagi!" sapa pak satpam penjaga gerbang sekolah.
"Pagi juga pak." jawab Dina dan Marsya hampir bersamaan.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pak satpam.
"Kenalan dulu ya, Pak! Marsya dan ini teman saya nama nya Dina." ucap marsya memperkenalkan diri.
"Kami disini mau melakukan PPL pak dan ini surat nya." jelas Marsya lagi sambil menyerah kan surat tugas dari kampus.
"O ... anak PPL ya? kenalkan, nama saya Udin! panggil saja mang Udin." ucap pria yang sudah tidak muda lagi.
"Kok sepi ya, mang?" tanya Dina "Apa kita yang kepagian?"
Haha "Ya, kalian yang kepagian. Tapi sebentar lagi pada datang, kok! kalian tunggu saja disini."
__ADS_1
"Kalian cuma berdua saja yang PL (Praktek Lapangan) disini?"
" Nggak kok, Pak eh Mang! kita ada delapan orang, mungkin bentar lagi juga sudah nyampe."
"Kita numpang duduk disini, ya, Mang?"
"Sok, mangga atuh, neng! kalau begitu mamang permisi kesana dulu." pamit pak penjaga sekolah kepada mereka.
Setelah penjaga sekolah pergi Dina menggeser duduknya. "Eh, sepertinya mang Udin bukan orang Minang deh?"
Icha tak menjawab hanya mengkerutkan keningnya dengan tatapan bingung.
"Ya, denger cara ngomong nya."
Tapi yang dijawab hanya dengan anggukan oleh Icha membenarkan perkataan Dina.
***********
Satu per satu teman-teman Marsya dan Dina serta warga sekolah berdatangan, tapi ada yang menarik perhatian Dina, segerombolan siswa yang datang pake mobil mewah dan motor sports. Apa lagi pas melihat para siswa yang keluar dari mobil, dan membuka helmnya yang pake motor.
Dina yang melihat mereka hanya bisa bengong, dengan mulut menganga.
"Mangap Din! entar masuk lalat berabe kan urusannya." ucap Icha sambil memegang dagu sahabatnya itu.
"Ish ... apaan sih? tapi keren kan, Cha! ternyata memang tajir-tajir yang sekolah disini, mana cakep-cakep lagi." kata Dina yang memperhatikan segerombolan siswa yang baru datang dengan gaya cool nya.
"Kamu liat mobil sama motor kayak gitu aja norak nya minta ampun, ingat ya! kita kesini itu mau kuliah bukan mau cari pacar brondong. Dan satu lagi yang kaya tu orang tuanya, bukan mereka!" jelas Marsya kesal, karena memang kebiasaan sahabat nya kalau melihat yang begitu pasti langsung heboh.
"Ya aku tau, tapi kalau sambil nyelam minum air tidak apa-apa kan?" hehe...
__ADS_1
Dan perdebatan antara Dina dan Marsya malah membuat para siswa -siswa tersebut mengalihkan perhatian di mereka.
"Pagi cantik." salah satu siswa menyapa Dina dan Marsya.
Marsya yang waktu itu melihat mereka hanya membalas nya dengan senyum, dan menganggukan kepala.
"Tolong gue, bro?" sambil memegang dadanya, dan seperti menahan kesakitan.
Tapi yang lain hanya terlihat biasa saja, yang khawatir malah Dina dan Marsya. Tanpa ragu mereka berdua menghampiri.
"Teman kalian kenapa? sakit?" tanya Marsya.
Dan dijawab oleh siswa yang tadi merasa kesakitan
"Senyum mu mengalihkan dunia ku." hahaha....
pletak....
"Aww... sakit."
"halah ... udah ketebak, basi tau, nggk! gombalan lu, itu mulu kalau lihat cewek cantik."
Dina dan Marsya yang merasa dikerjai oleh para siswa hanya bisa geleng kepala. Sambil melangkahkan kaki dan tidak mau lagi berurusan dengan siswa cowok itu. Tapi sebelum memasuki pekarangan terdengar mereka memanggil lagi.
"Kakak-kakak cantik," secara bersamaan "Sarangheo." ucap mereka bersamaan sambil menyilangkan ibu jari dan telunjuk nya dan tertawa hahaha.
Marsya yang melihat nya hanya mengeryit kan dahi nya dan menjawab "Dasar bocah" sedangkan Dina terlihat senyum malu-malu.
**************
__ADS_1
support karya aku ya kak🥰🥰 bantu vote serta komen positifnya