
Hari ini adalah jadwal Marsya mengajar di kelas XII IPA1. Dan Marsya paling malas masuk ke kelas ini. sudah masuk tiga minggu dia mengajar disini, dan selama itu juga dia selalu di ganggu sama siswa yang namanya Farel. Dan hari ini seperti biasa Marsya akan mengecek absensi siswa. Tapi pas dia memanggil nama Farel Wiratama malah siswa yang lain menjawab dan mengatakan kalau Farel permisi keluar.
sudah hampir satu jam pelajaran Farel belum juga kembali ke kelas nya. Marsya berjalan kearah pintu belum ada tanda-tanda Farel masuk ke kelasnya. Ada sedikit rasa khawatir di hati Marsya dan untuk menghilangkan rasa khawatir dia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada siswa lain.
"Apa ada yang tahu Farel kemana?" tanya Marsya.
"Paling ke taman belakang sekolah Bu! biasanya tu anak juga gitu." jawab siswa yang lain.
"Atau jangan-jangan Farel tersinggung kali! karena ucapan Bu Marsya kemaren? ucap salah satu anak siswa lagi.
" Maksud kamu? Farel tersinggung dengan ucapan saya kemaren?" tanya Marsya.
"Ya, mungkin saja Bu! secara kan? mana ada yang negur Farel seberani ibu."
"Kemaren kan saya cuma menasehati, dan itu tidak berlaku untuk Farel saja,juga untuk siswa yang lain." ucap Marsya tegas sambil memperhatikan satu persatu wajah muridnya yang sudah sudah menundukan kepala.
Beberapa hari yang lalu...
"Farel Wiratama, kamu bisa diam! saya sedang menerangkan pelajaran?"
"Kenapa? ibu tidak bisa konsentrasi lihat wajah saya yang ganteng?"
"Jangan mentang-metang saya guru PL disekolah ini,kamu bisa seenaknya sama saya. Saya ini guru kamu, tolong hargai! jangan melampoi batas. Ingat kamu itu masih SMA, perjalanan kamu masih panjang, kalau kamu seperti ini! mau jadi apa kamu nanti?" Marsya menjeda perkataannya ia tahu, apa yang akan dikatakan nya nanti akan menyinggung perasaan Farel, tapi kalau didiamkan anak ini akan tidak menghargainya. "Oh... iya saya lupa, bukankah orang tua kamu kaya! jadi tidak perlu memikirkan nanti kamu akan kerja apa? atau kerja dimana? secara....? seperti yang kamu bilang orang tua kamu pengusaha sukses. Tapi...?? kalau saya jadi kamu? saya tidak akan pernah bangga. Saya lebih bangga usaha dengan kerja keras saya sendiri."
************
Marsya masih melamun. Apa mungkin siswa nya itu tersinggung? ada sedikit rasa bersalah dihatinya. Tapi mau bagaimana mana lagi, guru pembimbing nya pernah bilang "Sesekali kita harus tegas, dekat sama siswa itu boleh bahkan sangat dianjurkan, tapi kalau mereka sudah tidak menghargai, itu beda lagi"
Marsya menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Masih melamun Marsya di kagetkan oleh siswanya.
"Bu, Marsya! kita lanjutkan saja pelajarannya." tegur siswa tersebut.
"Oo... ya! maaf! kita lanjut kan lagi pelajaran kita" ucap marsya
Marsya mulai menerangkan pelajaran tentang Metabolisme.
Metabolisme adalah seluruh reaksi kimia yang dihasilkan oleh organisme. Metabolisme juga dapat dikatakan sebagai proses yang di lakukan oleh sel untuk mengatur sumber daya materi dan energi yang di milikinya.
Metabolisme ada dua, yang pertama
Katabolisme dan yang ke dua Anabolisme.
Setelah menjelaskan beberapa materi pelajarannya, Marsya pergi keluar kelas karena jam pelajaran telah habis , tapi pas mau keluar kelas Marsya bertabrakan dengan seseorang.
Bruuukkk..
"Auww... ringis marsya yang kesakitan dan hampir jatuh, tapi dengan sigap sepenabrak memegang tangan Marsya.
"Maaf, saya tidak sengaja bu!" jawab farel
Ternyata yang menabrak Marsya adalah Farel.
"Kamu dari mana? kenapa tidak masuk waktu pelajaran saya tadi?" tanya Marsya.
"Kenapa? ibu kangen sama saya? Farel balik bertanya.
Pletaak....
Marsya memukul kepala farel dengan buku yang ada ditangan nya.
"Auww... sakit bu." kata Farel
"Biar, otak kamu nggk geser, supaya kamu ingat yang saya katakan kemaren, dan hari ini kamu cabut di jam pelajaran saya."
__ADS_1
"Istirahat kamu ke ruangan BK, ucap marsya sambil metap Farel dengan tajam. Dan melangkah pergi meninggalkan Farel yang terlihat juga seperti menahan marah.
"Aa... ****, baru kali ini cewek berani sama gua." kesal Farel sambil mengacak-acak rambutnya.
"Semakin menantang! dan gua suka dengan cewek seperti itu." ucapnya sambil tersenyum licik.
lonceng istirahat telah berbunyi, semua siswa berhamburan keluar karena moment-moment seperti ini yang mereka tunggu untuk ke kantin dan berbagai kegiatan lainnya.
'Kamu nggak kekantin Cha?" tiba - tiba Dina menghampiri Icha yang baru siap menghajar.
"Nggak, aku bawa bekal! kamu mau?" jawab Marsya sambil menyodorkan makanannya ke Dina.
Tanpa basa basi Dina langsung mengambil kotak bekal Marsya "Kamu kapan masak nya sih Cha? perasaan tadi pagi dikos aku nggak nyium bau makanan deh?" tanyanya tanpa dosa dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Kalau makan tu! jangan sambil ngomong, ntar keselek lo! habisin dulu makanan dimulut kamu?" nasehat marsya
"Hehe ... iya, maaf! habisnya aku penasaran aja! biasanya kan kamu kalau masak kan siang?"
"Habis sholat tahajud tadi! aku nggak bisa tidur, ya ... dari pada aku bengong aja mendingan aku masak, kan lumayan buat bekal hari ini, apa lagi sekarang aku harus hemat Din. Orang tua ku usahanya lagi ada masalah," sahut Marsya yang terlihat sedih.
"Hmhm ... bukan kamu aja yang harus berhemat! aku juga, kan kita sama."
Sedang asik-asik nya Marsya dan Dina membicarakan tentang keeluarga mereka dikampung, tiba-tiba ada seorang siswi memanggilnya.
"Permisi Bu! Bu marsya yang mana ya Bu?" tanya siswi tersebut.
"Sayaa Marsya, ada apa ya? ucap Marsya yang keliatan bingung.
"Ibu disuruh ke ruangan BK sekarang," jawab siswi tersebut.
"Astagfirullah, o ... iya saya lupa!" sambil menepuk jidatnya "Hehe ... makasih ya? ucap Marsya berbasa basi.
"Ya, Bu! nggak apa-apa, kalau begitu saya permisi dulu." jawab siswi tersebut lalu pergi.
"Kamu ada apa Cha? kok tiba-tiba guru BK nyuruh kamu keruangan nya?" tanya Dina.
"Ok ... itu tadi ada siswa yang keluar pas pelajaran sama aku, sampai habis jam pelajaran dia nggak muncul. Belum sebulan ngajar dia udah bikin ulah sama aku, kan nggak lucu!"
"Santai Bu! mungkin dia mau cari perhatian sama kamu." kata teman PL Marsya yang lain.
"Dari awal kali! dia selalu caper sama aku."jawab Marsya sambil tertawa.
"Widiiihh, mantapnya pak Seno mulai unjuk Gigi ih?"
"Auw ... sakit Cha." Dina mengusap tangannya yang dicubit oleh Marsya.
"Udah ah! Din kamu temenin aku ya?"
"Males."
"Jadi gitu? ya udah nggak bakalan aku comblangin kamu sama ....?" Marsya memberhentikan ucapannya karena mulutnya sudah ditutup oleh tangan Dina.
Marsya dan Dina pun pergi ke ruangan BK.
Tok ... tok...
"Assalamualaikum, permisi bu!"
"O .. iya masuk! silakan Bu Marsya."
"Ya bu!" jawab Marsya sambil tersenyum .
"Itu ada siswa yang cari kamu."
__ADS_1
"Iya Bu! tadi saya yang suruh dia kesini."
Marsya pergi menghampiri farel yang sudah duduk dikursi ruangan BK. Tapi Dina berusaha menarik tangan Marsya untuk meminta penjelasan dengan sambil berbisik "Dia kan ...?"
"Bu, Marsya, kenapa manggil saya kesini?"
Marsya mencoba memahami pertanyaan siswanya ini. Apa dia tidak tahu dengan kesalahan nya? apa hanya pura-pura?
"Kamu tidak tahu kesalahan kamu?" tanya Marsya
"Nggak." jawab Farel singkat
Marsya yang terlihat kesal dengan jawaban Farel hanya bisa menghembuskan nafasnya.
"Kenapa kamu keluar pas jam pelajaran saya tadi?"
"Saya tadi ke toilet bu."
"Selama itu kamu di toilet? ngapain?"
"Ibu pikir aja sendiri! kalau orang ketoilet mau ngapain!"
"Farel! kamu itu keluar dari awal sampai akhir pelajaran saya, sebenarnya tadi, tidak masalah bagi saya, tapi pas saya keluar kamu baru masuk! itu yang jadi pertanyaan saya."
Melihat perdebatan antara Marsya dan Farel tidak ada ujungnya guru BK pun menengahi.
"sudah-sudah, Farel apa benar yang dikatan Bu Marsya?" tanya guru BK
"I...iya Bu," jawab Farel gugup.
"Apa kamu ada masalah?" tanya guru BK lagi.
"nggak Bu! tadi saya sakit perut makanya saya bolak balik ke toilet." alasan Farel.
"Kamu sakit perut? yakin?" tanya Marsya penuh selidik, karena dia tahu Farel hanya memberi alasan.
"Kenapa? Bu Marsya tidak percaya?" Farel mulai terlihat emosi.
"Kamu?" tantang Marsya.
"Sudah-sudah, kamu boleh kembali ke kelas, dan jangan lupa minum obat di UKS." ucap guru BK.
"Kalau begitu saya permisi Bu!" kata Farel sambil melangkah pergi keluar ruangan BK, namun tiba-tiba langkahnya berhenti.
"Bu, Marsya!" panggil Farel.
"Ya, ada apa?" jawab Marsya.
"Sarangheo." sambil menyilang kan ibu jari dan telunjuknya, laju melangkah pergi sambil tertawa haha...
Semua yang guru yang berada di ruangan BK geleng kepala melihat tingkah nya.
"Bu, Marsya! hmhm, maaf sebelumnya, bukan maksud saya membela Farel, tapi memang selama dia sekolah disini belum pernah sekalipun dia ada masalah, apa lagi sampai berurusan dengan guru BK. Paling para siswi yang sering masuk ruangan ini karena rebutan Farel."
Hahaha....
Marsya dan Dina sontak tertawa. Mereka membenarkan perkataan Guru BK tersebut.
"Wajar lah, Bu! ganteng ... teng...teng paripurna." jawab Dina dan dibarengi gelak tawa oleh guru diruangngan itu.
***********
bersambung 😊😊😊😊
__ADS_1