Bu Guru Cantik I Love You

Bu Guru Cantik I Love You
Perkenalan


__ADS_3

Teng...teng.... teng


Lonceng sekolah telah memanggil, dan para siswa siswi berlari kelapangan untuk melaksanakan upacara bendera. dan para pelaksana upacara telah mengambil tempat nya masing - masing.


Setelah selesai melaksanakan upacara para siswa dan siswi belum di perbolehkan untuk bubar, karena kepala sekolah akan memperkenalkan para guru - guru PPL yang akan melakukan praktek mengajar


dan para siswa - siswi sangat antusias mendengarkan.


"Assalamualaikum, bapak akan memperkenalkan guru-guru PL kalian, dan bla.... bla...(skip aja ya) dan bapak harap kalian memperlakukan mereka seperti guru - guru kalian biasanya ,karna guru PL ini lah yang akan memberikan nilai kalian pada semester ini, dan sekarang kalian boleh masuk ke kelas kalian masing - masing." ucap kepala sekolah panjang lebar.


Para siswa sudah berjalan ke kelas masing-masing. tapi masih ada yang duduk diluar sambil menunggu guru mereka masuk.


**********


Teng ....


Lonceng pergantian jam pun berbunyi.


Dan waktunya Marsya masuk ke kelas yang akan diajarkannya, dengan di dampingi guru pembimbing,hari ini marsya akan mengajar di kelas XII ipa1 untuk memperkenal kan Marsya.


"Assalamualaikum." sapa guru pamong dengan cara memberikan salam


"Wa'alaikumsalam, bu!" jawab siswa dan siswi bersamaan.


"Baiklah, pertama ibu akan memperkenalkan guru PL untuk semester ini, kalian akan belajar Biologi dengan ibu Marsya, dan ibu minta kalian memperlakukan guru-guru PL sama seperti guru-guru yang lain, karena, walaupun mereka guru PL, dan semua tentang nilai ibu serahkan kepadanya, kalian mengerti.


"Mengerti, Bu!" jawab mereka kompak.


"Ok, silahkan Bu Marsya!"


"Oh, ya! terimakasih Bu." jawabnya sungkan.


"Baiklah, assalamualaikum, maaf mengganggu waktu nya sebentar, perkenalkan nama saya Marsya Maharani biasa dipanggil Marsya atau Icha, selama satu semester ini saya yang akan mengajar mata pelajaran Biologi di kelas kalian.


"Maaf, Bu! apa boleh bertanya?" tanya salah satu siswa.


"Boleh!" jawab marsya "mau tanya apa?"


"Apa ibu sudah punya pacar?" tanyanya lagi.


Wuuuu....


"Mau lu! ujung-ujung nanya nya pasti kesitu, sadar woi lu masih bocah."


"Eh ... walaupun gue masih bocah, tapi gue sudah bisa bikin bo...." perkataan langsung terhenti karna mendapat tatapan tajam dari sang guru yaitu guru pembimbing Icha.


"Farel! jaga sikap kamu. kamu itu pemimpin di kelas ini, bahkan mantan ketua OSIS. Bu Marsya ini adalah guru kamu! sama seperti saya. Seharusnya kamu memberikan contoh yang baik buat teman-teman kamu di kelas ini."


"Maaf Bu?"


"Baiklah, Bu Marsya silakan dilanjutkan, saya permisi dulu untuk menemui Dosen pembimbing kamu, buat kalian ibu tidak mahu mendengar yang seperti tadi lagi." peringatan Bu Yani.


Setelah kepergian guru pembimbing Marsya, para siswa bukannya takut dengan peringatan yang diberikan tadi, tapi malah mereka semakin menjadi.


"Bu, Marsya jawab dong! pertanyaan saya tadi."


Marsya hanya bisa menggelengkan kepala. Melihat sikap berani mereka, bisa dipastikan ia akan kewalahan menghadapinya, apalagi mata pelajaran yang di ampunya Biologi, karena waktu sekolah dulu juga sama seperti mereka, memancing pertanyaan yang bersifat dewasa, sikap penasaran dan rasa ingin tahu mereka sangat tinggi apa lagi membahas tentang Reproduksi.


Tapi, bukankah sekarang sudah canggih? ntah lah, yang pasti Karma is the real.


Dengan tersenyum ia mulai menjawab pertanyaan.


"Sebelum saya menjawab pertanyaan kamu! bolehkah saya tahu, nama kamu siapa?"


"Boleh, Bu! dengan senang hati. Nama saya Farel Wiratama, biasa dipanggil Farel. Saya dua bersaudara, kakak saya yang pertama bernama Fikri Wiratama sekarang lagi melanjutkan S2 nya di Jakarta. Kedua orang tua saya pengusaha, Papa saya di bidang kontraktor sedangkan Mama saya mempunyai beberapa butik.

__ADS_1


"Woii, Bu Marsya tidak nanyain tentang keluarga elu bambang! hanya mau tahu nama lu aja."


Marysa hanya menggelengkan kepala, dan tersenyum "Terima kasih Farel, dan untuk pertanyaan yang bersifat pribadi! maaf saya tidak bisa jawab." katanya sambil tersenyum."


"Bu marsya?"


"Ya..."


"Jangan senyum mulu, Bu!"


"Loh, kenapa?"


"Nanti saya bisa kena diabetes, karena lihat senyum ibu yang ngalahin gula."


Hahaha....


Semua siswa tertawa mendengarnya.


"Ya Allah, begini kah rasanya? pasti dulu pak Seno sama seperti ku sekarang, pas digombalin sama siswanya." gumamnya dalam hati.


***********


Setelah perkenalan tadi, ternyata memakan waktu dua jam pelajaran Biologi, dan pas waktunya dengan bunyi bel untuk istirahat.


Marsya sudah berjalan menuju kantor, dimana disana tempat berkumpulnya para guru menghabiskan waktu jam istirahat atau pun pergantian jam pelajaran. Dia meletakan tas dan buku-buku di atas meja Bu Yani.


Saat ini Marsya sudah berada di ruangan PL nya. Yang memang sudah dipersiapkan oleh pihak sekolah apabila ada mahasiswa yang akan melakukan praktek ditempat mereka.


Braakk....


Marsya membanting tasnya keatas mejanya duduk, yang mana membuat orang-orang kaget melihatnya. Marsya yang sadar melihat ke arah teman-teman yang sedang memandangnya dengan tajam. Tapi Marsya hanya mengacuhkan saja, tidak berniat untuk minta maaf. Ia berjalan kebekang meja dan menarik kursi lalu duduk, sedangkan tangannya dilipat diatas meja dan menaruh kepalanya diatasnya, sambil menghembuskan nafas.


Dina yang memang duduk di sebelah Marsya bingung dengan tingkah yang dilakukan nya.


"Kamu kenapa Cha?"


"Cha, ketaman, yuk!"


"Taman?"


"Iya, taman sekolah ini?"


"Aku kira ketaman Me...."


Belum sampai apa yang dikatakan Icha, Dina sudah menarik tangannya. Sambil membawa bekal yang mereka buat tadi pagi.


Sesampai di taman belakang sekolah, mereka mencari tempat duduk yang nyaman. Membuka kotak bekal, dan menyendok makanan didalamnya lalu dimasukan kemulut. Icha dan Dina makan dalam diam sambil memperhatikan para siswa yang berlalu lalang, bercanda, bahkan ada juga yang sambil main HP.


Setelah selesai mengisi amunisinya Dina berusa memperbaiki posisi duduk karna ia akan menanyakan tentang kenapa Marsya terliahat kesal tadi.


"Tadi kamu kenapa?"


"Maksudnya?"


"Tadi, habis dari ruang guru langsung marah gitu?"


Huuufff...


"Karma, nggak sih Din? apa yang kulakukan dulu malah berbalik padaku?"


"Maksudnya?"


"Ya, karma!"


"kalau ngomong yang jelas dong Cha? aku nggak ngerti apa maksud kamu?"

__ADS_1


"Kamu ingat nggk! waktu kita sekolah dulu?"


Dina hanya mengangguk, tanpa berusaha untuk menjawab, karena dia belum paham maksud dari perkataan sahabatnya ini.


"Kamu masih ingat nggak? waktu itu kalau pas pelajaran Bahasa Inggris aku selalu godain pak Seno?"


Dina membulatkan matanya dan mengangguk, dan langsung saja tawa nya pecah.


Wkwkwk....


"Jangan bilang kalau kamu lagi ngalaminya?"


"hmhm.."


Wkwk....


Tawa Dina semakin menjadi. Ia sangat tahu! bagaimana dulu Icha dengan dengan gamblangnya mengeluarkan kata-kata yang selalu membuat satu kelas heboh. Apa lagi kalau pas pelajaran Bahasa Inggris yang mana guru PL nya ganteng banget. Seorang Icha tidak akan diam melihat makhluk Tuhan yang sudah berbau sempurna. Tapi sejak ada masalah Icha jadi pendiam, bahkan terkesan cuek.


"Ish... ketawa nya sambil ngelamun lagi?" kesal Icha.


"Maaf-maaf, habis nya aku ingat bagai mana kelakuan kamu waktu sekolah dulu"


"Malas cerita sama kamu?"


"Loh, kenapa? kan memang fakatnya kamu begitu."


"Memangnya ada siswa yang godain kamu?"


"ada."


"Cakep nggak?"


"Ish, apasih?" jawabnya kesal.


"Memang siapa, sih?"


Dan kebetulan siswa yang dikatan Icha, berjalan kearahnya bersama siswa yang lain.


"Hay Bu! boleh kita gabung?"


"Boleh! silahkan!" jawab Dina sedangkan Icha hanya diam.


"Oh, iya! tadi Bu Marsya belum jawab pertanyaan saya kan? sekarang saja jawabnya Bu, mumpung lagi nggk jam pelaran?"


"Pertanyaan apa?" Dina mencoba memotong perkataan Farel.


"Pertanyaan, apakah Bu Marsya sudah punya pacar?"


"Kalau belum?" tanya Dina lagi.


"Mau jadiin Bu Marsya pacar saya." jawab Farel tanpa dosa


Langsung saja di sambut dengan ledekan teman-temannya. "Dasar lu! nggak bisa lihat yang bening."


Marsya yang mendengar langsung berdiri, dan berlari meninggalkan mereka dengan wajah kesal serta diikuti Dina dibelakang nya.


Tapi masih terdengar suara yang memanggilnya.


"Bu Marsya?"


Marsya yang di panggil memberhentikan langkahnya serta menoleh kebelakang, dan melihat kearah Farel.


"Sarangheo." sambil menyilang kan ampu telunjuknya dan memperlihatkan ke Marsya.


Wkwkw.....

__ADS_1


Dan langsung di sambut tawa renyah siswa lain yang berada disekitar taman.


**********


__ADS_2