Bu Guru Cantik I Love You

Bu Guru Cantik I Love You
Pulang Bersama 1


__ADS_3

Setelah kejadian diruang BK kemaren Marsya bertekad untuk selalu bersikap tegas kepada siswa yang selalu menggodanya.


xxxxxxxxx


Teng...teng


Lonceng masukpun berbunyi. Siswa dan siswi berlari untuk masuk kekelas masing- masing.


Sedangkan kelas Farel yaitu XII IPA1 pelajarannya sekarang adalah olah raga, semua siswa dan siswi sudah berganti pakaian olah raga.


Guru olah raga membimbing mereka untuk kelapangan karena pelajaran olah raga hari ini materi nya adalah praktek untuk bermain basket. Para siswa dan siswi sudah dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok PA (anak laki-laki) dua kelompok, dan kelompok PI (anak perempuan) dua kelompok.


Sebelum memulai guru olahraga, mengarahkan mereka untuk melakukan pemanasan dulu. Manfaat pemanasan sebelum kita melakukan olah raga adalah untuk mengurangi cedera saat melakukan olahraga, juga adaptasi bagi otot agar tidak kram dan tegang saat menanggung tekanan yang lebih besar. Karena jenis olah raga seperti basket ini sangat mengandalkan kekuatan fisik, sehingga rentan terkena resiko cedera, contoh nya cedera lutut.


Pemanasan yang dilakukan seperti, berlari dan melompat ditempat, gerakan memutar kepala, gerakan tangan, gerakan memutar pinggang, serta gerakan Lunges dan Half squat (gerakan dengan memutar pinggang, lalu turun kelutut kanan atau kiri hingga sejajar dengan lantai).


Setelah melakukan pemanasan guru olahraga memanggil kelompok PA terlebih dahulu.


"Baik lah! sekarang untuk semua kelompok PA dulu, Farel kamu pemimpin kelompok Kelompok A dan kamu Nandes pemimpin kelompok B."


Semua kelompok yang sudah dibagi berkumpul di lapangan basket. kelompok Farel dan Nandes sudah mengambil posisinya. Sedangkan kelompok PI memberi semangat pada kelompok PA, mereka tidak memilih kelompok mana yg mereka dukung, karena baginya kalau sudah satu kelas mereka akan memberi dukungan penuh.


*************************


Marsya untuk hari ini kegiatannya hanya duduk di meja piket, untuk menggantikan guru piket yang sedang mengajar. Mulai bosan Marsya mengambil HP didalam saku, dia mulai melihat akun media sosial, tapi itu tidak menghilangkan kebosanannya.


"Bosan juga ya kalau nggak ada kegiatan, lebih baik aku jalan-jalan keliling sekolah." batinnya.


Marsya pun berjalan mengelilingi sekolah, sambil memeriksa tempat-tempat yang biasanya para siswa nongkrong. Tiba-tiba langkahnya berhenti, karena melihat segerombolan siswa sedang main basket. dan matanya pun tertuju pada satu siswa yaitu Farel Wiratama. Siswa yang selalu menggoda nya setiap bertemu.


Marsya tampak memperhatikan gerakan demi gerakan yang dilakukan anak itu, seperti gerakan Dribbling (menggiring bola), apalagi waktu melakukan Shooting (memasukan bola) ke ring dengan cara membelakangi ring basketnya beehh terlihat sangat keren.

__ADS_1


"Ternyata tu bocah keren juga kalau sedang main basket! apa sih Cha? apa yang kamu pikirkan? jangan sampai kamu kagum sama bocah tengil itu." gumam marsya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Dan dilapangan tidak sengaja Farel melihat Marsya yang menggelengkan kepalanya, dan menghentakkan kaki. Farel yang melihat itu tersinyum miring melihat kelakuan Marsya yang sangat menggemaskan.Tak sengaja pandangan mereka pun bertemu.


Deg....


Marsya sepert orang yang sedang tertangkap basah habis mencuri, dia seperti salah tingkah ketika pandangan mereka bertemu. Sambil memegang dadanya "Loh kok! aku deg degan begini sih? come on Marsya, jangan sampai kamu beneran suka sama bocah itu? ingat! dia yang selalu membuat kamu kesal."


Sedangkan dilapangan Farel masih saja menatap Marsya. Bahkan anak itu terlihat mengedipkan satu matanya, melipat ibu jari dan telunjuk, gerakan mulutnya terlihat mengatakan "Sarangheo".


Marsya yang melihatnya kaget. Menajamkan matanya, dan berkata "Bocah gila" sambil menyilangkan kedua tangan yang terlihat menutup dada


Perempuan bitu buru-buru pergi dari lapangan basket, dia tidak mau kelihatan orang bodoh apa bila selalu dekat Farel, bisa-bisa ilang reputasi nya sebagai seorang guru. Ya! walaupun hanya sebagai guru PL, toh... tanggung jawab sudah di berikan oleh Yani padanya.


Jam pulang sekolahpun telah tiba, waktu inilah yang sangat dinantikan. Para siswa dan siswi telah bersiapsiap untuk pulang.


Teng.... teng....


Bel pulang telah berbunyi para siswa dan siswi berhamburan keluar seperti ayam yang dibuka kan kandang, mereka terlihat senang sekali karena tugas belajar mereka hari ini telah selesai.


"Hay, Bu!" sapanya.


"Ibu mau pulang?" tanya nya lagi


Terrnyata mobil yang berhenti itu adalah si bocah tengil yang selalu bilang sarangheo pada Marsya. Siapa lagi kalau Farel yang selalu mengganggunya kalau bertemu.


"Kenapa selalu bocah ini, sih?" umpat Marsya dalam hati.


"Hello Bu guru cantik! bisa denger nggak, sih?" tanya Farel .


"Ya, denger! kok!" jawab Marsya dengan kesal.

__ADS_1


"Kenapa, Farel?" tanya Dina.


"Saya mau nawarin diri, nih! buat ngantar ibu-ibu yang cantik ini pulang kerumah! mau nggak?"


"Nggak ..."


"Mau ....."


Marsya dan Dina menjawab bersamaan dengan jawaban yang berbeda.


Farel mengerutkan keningnya mendengar jawaban yang berbeda. Dina menarik tangan Marsya dan membisikan sesuatu ketelinganya.


"Mau aja ya Cha! kapan lagi dapat tumpangan gratis, katanya mau berhemat!" bujuk Dina


"Ish ... dasar matre! kamu aja yang pulang sama dia! aku nggak mau. Bisa-bisa, tu bocah besar kepala lagian kalau pulang sama dia, tau kos - kosan kita , dong! aku nggak mau!" elak Marsya masih dengan suara pelan, tapi masih didengar oleh Farel.


"Ya, sudah kalau Bu Marsya tidak mau! Bu Dina saja yang saya antar. Lagian kalau udah jam segini angkot nya susah, Bu! bisa-bisa ibu sampai kos nya besok pagi." kata Farel sambil tersenyum.


"Ayo! Bu Dina, saya antar!"


"Eehh ... tunggu bentar ya, farel! Cha! ayo dong? nanti kalau nggak ada angkot gimana? kamu mau jalan kaki pulangnya? iya kalau selamat sampainya! kalau nggak?" Dina menakut - nakuti marsya.


Marsya terlihat kesal dengan perkataan Dina, tapi yang dikatakan sahabatnya itu ada benarnya juga.


Huuff...


"Ya sudah! lagian aku juga belum shalat ashar!" jawab marsya tak semangat.


Farel yang mendengar perkataan Marsya tersenyum, dalam hatinya berkata "Yes, akhirnya banyak jalan menuju roma."


 

__ADS_1


bersambung 😊😊😊😊


mohon kritik dan saran nya kk 🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏


__ADS_2