Bu Guru Cantik I Love You

Bu Guru Cantik I Love You
pulang bersama 2


__ADS_3

"Silakan masuk Bu!" kata Farel sambil membuka pintu mobil depan.


"Maaf saya duduk dibelakang," tolak Marsya.


Hmhm "Baiklah! kalau begitu Bu Dina saja yang didepan." kata Farel sambil jalan ke pintu mobil dekat stir dengan wajah kecewa.


"Serius, nih! aku didepan?"


"Ya."


"Kamu yakin, Cha?"


"Ish.. iya!"


"Serius?"


"Astagfirullah! Dina? sekali lagi kamu bicara, ku sumpel mulut kamu pakai kertas ini!"


"Iya iya! maaf!"


Sedangkan Farel hanya diam didepan kemudi mobil, sambil memainkan HP. Dia masih kesal dengan penolakan Marsya tadi.


"Farel!"


"Kenapa, Bu?"


"Kok kamu pilih kasih?"


"Maksudnya?"


"Tadi, kamu bukain Marsya pintu? kenapa saya, tidak?" tanya Dina. Sebenarnya maksud Dina hanya memastikan saja! apa benar? anak ini suka dengan sahabatnya yang super jutek.


"Hehe ... maaf Bu? ibu bisa sendiri kan?" jawab Farel santai.


"Ish, kamu nggak asik, awas saja kalau kamu minta bantuan saya la..., ups!" Dina menutup mulutnya, dan melihat kearah Marsya yang sedang melihat dengan tatapan tajam.


"Din! buruan keburu ashar nih!"


"Iya, ini juga mau masuk, sabar sedikit! kenapa sih?


Mereka bertiga sudah masuk ke dalam mobil. Farel menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang, didalam mobil farel menyetel lagu.


๐ŸŽถ๐ŸŽถ


ku harap semua ini bukan sekedar harapan

__ADS_1


dan juga harapan ini bukanlah sekedar bajalan


biarkan ku menjaganya


sampai berkerut dan putih rambutnya


jadi saksi cinta ku padanya


tak main - main hatiku..


apapun rintangan ku ingin bersama dia ...


ku mau dia tak mau yang lain


hanya dia yang slalu ada kala susah dan senangku


ku mau dia walau banyak perbedaan


ku ingin dia bahagia hanyalah dengan ku..


biarkan ku menjaganya sampai berkerut dan putih rambutku cintaku padanya


hooo...hooo


(Andmes_ Ku mau dia)


Farel mendengarkan lagu nya sambil melirik Marsya lewat kaca spion dalam mobil. Farel terlihat memikirkan sesuatu dan tersenyum dibibir nya "Sangat cantik." kata nya dalam hati.


Marsya yang tidak sengaja melihat kearah kaca spion melihat Farel yang seperti memperhatikan nya. Tatapan mata mereka bertemu, tapi Farel yang memang anak nya jahil sengaja menggoda Marsya dengan cara mengedipkan sebelah mata. Sedangkan Marsya hanya bisa menghembuskan nafas dengan raut wajah kesal melihat kelakuan beraninya Farel.


"Kok kayak di kuburan? jadi merinding." tiba-tiba Dina mencairkan suasana.


"Kuburan? maksudnya?" tanya Farel bingung.


"Ya ... habisnya, kalian diam saja dari tadi! nggak ada yang ngomong?"


"Sebenarnya saya mau ngomong, Bu! tapi lihat tatapa teman ibu yang seperti mau menerkam, saya jadi takut."


Dina melihat kebelakang. Dimana Marsya duduk tepat dibelakangnya. Dan apa yang dibilang Farel memang benar, tatapan tajam Marsya membuat Dina langsung membalikkan badan.


Hanya beberapa menit Dina berulah lagi.


"Hmhm .... kenapa kamu takut sama Marsya?"


"Oo saya tahu! kamu suka ya! sama teman saya?" tebak Dina sambil menarik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Dina!" tiba-tiba saja marsya memanggil dengan suara yang cukup menyakitkan gendang telinga "apa-apaan sih kamu?


"Memang nya kenapa? nggak salah kan? kalau Farel suka sama kamu!" Dina tersenyum jahil.


"Ya, salah lah, dia kan.....?" tapi Marsya memberhentikan kata-kata nya sambil melirik kearah Farel


"Dia apa, Bu?memang saya kenapa?" ucap Farel dengan nada kesal.


"Mungkin kamu terlalu kecil Rel!" wkwkw sela Dina.


"Umur saya memang lebih kecil, tapi saya sudah cukup dewasa!"


"Kalian kenapa sih? bicaranya jadi ngelantur gitu!" kesal marsya "Ingat ya Din? kita ini mahasiswa perantauan, kamu masih ingatkan apa yang aku bilang dulu?"


"Ya."


"Sudah lah, Bu! cerita yang lain saja, kalau Bu Marsya marah? nanti nilai Biologi saya dikasih bawah KKM lagi sama teman ibu."


"Rel! pas di simpang itu berhenti, ya! karena kos kita sudah sampai." kata Marsya


"Memang kos ibu dekat mana? tanya Farel. Pura-pura bertanya padahal dia sudah tahu dimana mereka tinggal.


"Langsung ke kos saja Rel!" kata Dina sambil melirik kearah Marsya.


"Kok! langsung ke kos sih, Din ?sudah! disini saja , kita jalan saja ke kos," ucap Marsya


"Nggak! kamu aja yang turun disini! capek tahu, jalan kaki." kata Dina.


"Ya, sudah aku turun disini saja! lagian ada yang mau aku beli." alasan Marsya


Farel pun memberhentikan mobilnya di dekat simpang kos "Yakin mau turun disini?" tanya Farel.


"Ya." jawab Marsya cepat


"Ya, sudah, kalau terjadi apa-apa saya nggak tanggung jawab ya, Bu!"


"Maksud kamu?"


"Ya, siapa tahu? nanti ibu hilang atau diculik?" ucap Farel sambil tersenyum.


"Dasar bocah tengil." umpat Marsya sambil membuka pintu mobil dan menutupnya keras.


##################


bersambung๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2