Bu Guru Cantik I Love You

Bu Guru Cantik I Love You
Menyerah


__ADS_3

Pagi ini Marsya dan Dina sudah bersiap untuk pergi kesekolah. Dan pagi ini mereka bangun sedikit terlambat, di karenakan karena semalaman Marsya bercerita sambil menangis tentang perasaan nya yang sampai sekarang masih ada untuk Andri.


Seperti biasa mereka berdua naik angkot menuju sekolah. Baru saja turun dari angkot, Marsya melihat seseorang sedang memarkirkan mobilnya. Dia sudah bisa mengenali siapa pemilik mobil itu. Melangkahkan kaki menuju gerbang sekolah, Farel melintas didepannya. Bocah itu seperti tak mengenalnya, tapi, bukankah itu yang ia inginkan? Tapi mengapa ada sedikit rasa sakit didadanya!


Pagi ini Marsya mengajar di kelas 12IPA1. Ia memasuki kelas dimana Farel berada. Sekilas pandangan mereka bertemu, dan Marsya segera mengalihkan pandangan nya. Hari ini Marsya akan memerangkan tentang materi genetik.


Sebelum memasuki pembahasan tentang materi genetik, terlebih dahulu ia mengeluarkan media yang dibuatnya dengan kertas chart. Disana terdapat tentang peta konsep tentang komponen genetika atau menteri genetika. Dimana terdapat, kromosom, gen dan struktur kimia.


Dia mulai menjelaskan tentang materi genetik. Materi genetik adalah suatu materi atau bahan yang berperan untuk mengatur pewarisan sifat kepada keturunannya. Dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Jadi materi genetik yang mengatur sifat kita diperoleh dari ayah dan ibu. Dan bentuk materi genetik pada makhluk hidup umumnya dalam bentuk DNA dan beberapa virus materi genetik berupa RNA.


Kromosom adalah sebuah molekul DNA panjang yang mengandung sebagian atau seluruh materi genetik suatu organisme. Sebagian kromosom pada eukariota miliki protein pengemas yang disebut histon dan dibantu oleh protein pendamping mengikat dan memadatkan DNA untuk menjaga integritasnya. Dan bagian pada kromosom terdiri dari, kromatid (salah satu dua bagian bentuk kromosom yang terbentuk setelah fase S setelah pembelahan), Sentromer (tempat persambungan kedua kromatid dan tempat melekatnya mikrotubulus). Lengan pendek dan lengan panjang.


Setelah menerangkan panjang lebar Marsya memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. Dan tidak sengaja matanya melihat kearah Farel, yang sepertinya asik sendiri sambil mainkan ponselnya. Apa dia tidak memperhatikan ku tadi? Marsya berjalan kearah dimana Farel duduk, dan seperti nya anak itu tidak mengetahuinya.


"Handphone kamu saya sita."


"Ck, salah saya apa sih Bu?" tanyanya dengan nada ketus.


"Kamu lupa peraturan kalau belajar di jam saya?"


Farel tak menjawab tapi wajahnya sudah memerah karena menahan amarah.


"Selesai istirahat nanti, kamu temui saya di ruang BK." Marsya telah melangkah kan kakinya kembali ketempat duduk didepan kelas. Setelah selesai menjawab pertanyaan dari beberapa siswa serta memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah.

__ADS_1


Bel untuk istirahat telah berbunyi menandakan jam pelajarannya telah habis. Karena jam pelaran Marsya memang bersamaan dengan jam istirahat. Ia mengumpulkan buku-buku yang sebagai pedoman dalam pelajan sambil mengatakan "Baiklah, besok kita sambung lagi. Seperti biasa, tugas kalian sudah ada di meja saya, sebelum jam pelajaran Biologi." ujar nya tegas sambil mengingat kan.


💕


" Hei, kok melamun?" ujar Dina ketika mereka sudah duduk di taman belakang sekolah.


"Aku agak kurang enak badan,"


"Kalau begitu izin aja, Cha! biar aku anterin pulang." Ujar Dina khawatir.


" Enggak lah, nanti aku istirahat sebentar diruang UKS." Jawab Marsya


"Memenagnya kamu enggak ada jadwal lagi?"


Marsya menggeleng. " enggak."


"Kamu kenapa?"


"Hah ... memangnya kenapa?" jawab Icha.


"Ish, aku nanya kok malah balik nanya sih?" kesal Dina. "Tadi aku lihat kamu geleng-geleng kepala! kepala kamu sakit?" tanya Dina.


"Oo ... iya sedikit pusing,"


"Kalau begitu kita ke ruang UKS sekarang, takut kamu kenapa-napa,"

__ADS_1


Mereka sudah hendak berjalan meninggalkan taman. baru beberapa langkah mereka berhenti sejenak, karena melihat beberapa siswa yang sedang sibuk mencari sesuatu. Dan tingkah merekah tak luput dari perhatian Marsya dan Dina. Serta menghampiri mereka.


"Kalian kenapa?" Tanya Dina.


"Oo ini Bu, mau pungut yang lagi kececer?"


"Kececer?" jawab Dina dan Marsya bersamaan.


"Iya Bu,"


"Memangnya apa yang kececer?" tanya Marsya.


"Hati Farel Bu, karena dari kemaren enggak ibu pungut- pungut." wkwkwk


Dan tawa itu menular ke Dina. Sedangkan Marsya hanya memutar bola matanya, menhentakan kaki lalu berjalan meninggalkan mereka. Tapi belum jauh melangkah tiba saja salah satu siswa nya memanggil lagi.


"Bu Marsya, tunggu," panggil Sandri sahabatnya Farel.


"Apa lagi." Marsya yang sudah kesal memangsa kan dirinya untuk berbalik melihat kearah Meraka.


"Ini Bu, jodoh ibu ketinggalan." Ujar Fando sambil menunjuk dengan mulutnya kearah Farel.


Dan tawa itu terdengar kembali. Marsya menatap tajam kearah mereka. Berhadapan dengan anak-anak seperti anak didiknya harus memiliki stok sabar yang banyak. Dan matanya langsung saja melihat kearah Farel yang terlihat biasa saja. Apa yang terjadi dengannya? Apakah dia sudah menyerah? Kalau iya, syukurlahah! aku tidak akan susah-susah lagi untuk menghindar darinya.


********

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya kakak😍🥰🥰🙏🙏


__ADS_2