Bukan Istri Sementara

Bukan Istri Sementara
Meninggalkan


__ADS_3

"Buuk"


"Aw "Rintih seorang wanita cantik yg sedang terburu-buru.


"Kau berjalan seperti tidak memiliki mata! "Hardik seorang pria.


"Maaf tuan, saya tidak sengaja. "Ucap wanita tersebut menunduk merasa bersalah. wanita yg memiliki postur tubuh tinggi semampai dengan wajah cantik bak model.


Pria tersebut menatap tajam, kemudian pergi meninggalkan wanita tersebut tanpa memperdulikan ungkapan rasa bersalahnya, wanita tersebut terlihat masih merasa tak enak karena telah menabrak pria yg sedang berdiri tenang dan kemungkinan ponsel yg di gunakan pria tersebut juga rusak karena tadi terjatuh cukup terdengar keras .


"Ya Sudahlah dia juga sudah pergi..."Gumam wanita tersebut, Oh.. ya ampun aku melupakan sesuatu, aku harus segera pergi kerumah sakit. "Ucapnya yg mengingat kembali akan ucapan calon mertuanya yg mengatakan jika saat ini kekasihnya sedang berada dirumah sakit karena mengalami kecelakaan.


Sesampainya dirumah sakit wanita tersebut tertegun melihat keadaan sang kekasih, pasalnya wajah serta tubuh kekasihnya itu di penuhi oleh perban di sekujur tubuhnya.


"Tante apa yg terjadi? "tanya Mitha menangis tak tega melihat keadaan sang kekasih. ya wanita cantik bertubuh tinggi bak model tersebut adalah Mitha.


Ibu dari sang kekasih pun menceritakan semuanya jika putranya mengalami kecelakaan tunggal, rem mobil yg di kendarai putranya tiba-tiba blong..


Mitha menutup mulutnya seketika, "Aku ingin menemuinya tan. "Ucap Mitha hendak menghampiri sang kekasih yg belum sadarkan diri.


"Mitha. "panggil ibu kekasihnya, wanita yg sudah Mitha anggap sebagai orang tuanya sendiri itu menarik pergelangan tangan milik Mitha. "Apa kamu akan tetap menerima Raga dalam keadaan apa pun? "tanya ibu dari sang kekasih menatap dalam manik Mitha dengan lekat. seakan mengatakan tolong jangan tinggalkan putraku.


"Apa yg tante katakan? tante jangan berpikir yg tidak-tidak. karena aku sangat mencintai Raga dan tentunya aku akan menerima keadaan Raga dalam keadaan ap-- "Ucapnya terhenti saat ibu dari sang kekasih menyelanya.


"Raga mengalami cacat permanen "potong ibu dari kekasihnya itu dengan cepat.


Mitha membulatkan matanya terkejut.


"Apa! cacat permanen? "Seru mama Mitha tiba-tiba. "Dan anakku harus menikah dengan pria cacat seumur hidupnya begitu? yg benar saja! "Ucapnya tak terima.


"Mama, apa yg mama katakan? "Mitha berusaha membuat ibunya untuk diam.


"Kenapa? aku tidak ingin memiliki menatu cacat, selain tidak berguna, dia juga akan mempermalukan keluarga kita. Mitha ayo sekarang kita pulang, jangan habiskan waktumu hanya untuk menunggu pria cacat yg tidak berguna. "mama Mitha menarik tangan Mitha membawanya pergi meninggalkan ibu dari kekasihnya sendiri.


"Mah, apa yg mama katakan ! tolong jangan bicara seperti itu, Raga akan sembuh, tolong ijinkan aku untuk tetap tinggal disini, aku ingin menemani Raga, aku mohon. "Mitha mencoba memohon agar ibunya itu mengijinkan, namun nihil ibunya tak sebaik itu hingga mengijinkannya.


"Tidak akan, "Ucapnya terus menarik pergelangan tangan Mitha hingga sampai ke palkiran, ibu Mitha langsung mendorong masuk Mitha kedalam mobilnya.


"Mah aku mohon jangan seperti ini, kita belum tahu bukan kondisi Raga seperti apa? mama tidak bisa melakukan ini, tolong mah aku ingin menemani Raga.

__ADS_1


"Diam! " bentak ibu Mitha. "Kau hanya perlu menurut, aku tidak mau memiliki menantu cacat, apa kata teman-temanku nanti jika aku bermenantukan pria cacat yg tidak berguna. "seru ibu Mitha marah.


"Mah tap-- "ucapan Mitha terhenti saat sepasang mata ibunya menatap tajam kearahnya.


*


*


Sesampainya di kediamannya Mitha kembali di tarik oleh ibunya membawanya masuk kedalam kamarnya.


"Loh, ada apa ini, mah,? kenapa mama menarik Mitha seperti itu? "Papa Mitha terlihat tak terima putrinya di perlakukan seperti itu.


"Papa tidak perlu ikut campur untuk urusan ini, "jawab mama Mitha menatap suaminya dengan tajam.


"Masuk, "lanjut mama Mitha mendorong pelan tubuh putrinya untuk masuk kedalam kamarnya kemudian menguncinya dari luar.


"Mah.. buka pintunya, kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik, tolong biarkan aku menemui Raga. "Mitha nampak menggedor-gedor pintu kamarnya dari dalam, agar sang ibu mau membukakan pintunya.


Tak perduli dengan teriakan putrinya, mama Mitha mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang disebrang sana.


"Baiklah, aku titip putriku selama berada disana. "Ucap mama Mitha memutus panggilan telphonenya. setelah membicarakan beberapa permintaan tolong kepada adiknya yg berada di luar negeri.


"Mah..ada apa ini? "papa Mitha bertanya saat istrinya menyudahi pembicaraannya melalui panggilan telephone.


"Mah, kamu tidak bisa melakukan itu, Mitha tidak mungkin dapat meninggalkan Raga begitu saja, Mitha--


"Cukup pah memanjakan Mitha! selama ini mama selalu mengalah dengan semua keinginan Mitha dan papa, tapi tidak untuk sekarang "potong mama Mitha marah.


Papa Mitha hanya dapat menarik napasnya, dengan terpaksa ia mengikuti keinginan istrinya, karena ia yakin keputusan istrinya pasti yg terbaik untuk putrinya.


Malam tiba, mama Mitha masuk kedalam kamar putrinya, "Mitha ayo makan. "Ucap mama Mitha memerintah.


"Aku tidak lapar. "jawab Mitha tanpa menoleh kepada ibunya.


"Tapi kau harus makan. "Paksa ibu Mitha khawatir.


"Ada apa dengan mama? kenapa mama melakukan ini padaku? aku tidak akan makan sebelum bisa bertemu dengan Raga. "Ucap Mitha keras.


"Jadi kau lebih memilih pria cacat itu dibandingkan kesehatanmu? dengarkan aku baik-baik, besok pagi kau akan pergi keluar negeri, kau akan tinggal disana selama beberapa waktu, mama sudah menghubungi tantemu tadi, dia akan menjagamu selama kamu berada disana nanti. ingat tidak untuk melakukan hal yg akan membuat aku marah. "Ucap mama Mitha memperingati di barengi dengan ancaman.

__ADS_1


"Luar negeri ? "ulang Mitha terkejut. "Tidak mah, jangan lakukan itu, aku ingin tetap disini, aku ingin menemani Raga disaat dia sedang--


"Tutup mulutmu Mitha, kesabaranku ada batasnya, jika kau terus melawan apa kataku, aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai putriku lagi.. aku tidak akan pernah perduli lagi padamu jika kau terus menentang ucapanku, jika kau masih menganggap aku sebagai ibumu, maka menurutlah pada kata-kataku, tapi jika kau sudah tidak menganggapku, maka silahkan pergi dari rumah ini, dan ingat tidak untuk kembali lagi. "Ujar mama Mitha mengancam lalu pergi meninggalkan Mitha yg masih terkejut akan ucapan yg keluar dari mulut ibunya..


Ya.. ini kali pertama ibunya itu semarah ini, ibu yg selalu bersikap lembut, ibu yg telah membesarkan dan mengurus dirinya sejak dari kecil, ibu yg selalu memanjakannya, ibu yg selalu menuruti keinginannya, ibu yg selalu memberi semangat untuknya, namun seketika berubah menjelma menjadi manusia yg seakan tak memiliki perasaan.


"Pergi dan tidak untuk kembali? "Gumam Mitha mengulang kata-kata ibunya.."tidak-tidak .."Mitha menggeleng tak percaya kemudian ia mengejar ibunya..


"Mah, tolong jangan katakan kata-kata seperti itu, tolong jangan mengusirku, maafkan aku yg sudah tak mendengarkanmu, aku akan pergi mengikuti semua ucapanmu, tapi tolong tidak untuk membenciku. "Ucapnya memeluk ibunya dari belakang dengan erat.


Ibu Mitha menghembuskan napasnya dengan berat, sebenarnya ia tidak bisa melihat putrinya menangis seperti ini, kehidupan sosialitanya tidak mengijinkannya untuk menerima cemohan, ia membayangkan bagaimana jika sahabat sosialitanya tau, jika saat ini ia akan memiliki menantu cacat dan tidak dapat melakukan apa-apa, ia pasti menjadi bahan perbincangan teman sosialitanya, dan seperti yg sudah-sudah dia akan di jauhi..dan ia tidak mau itu terjadi, kehidupan sosialitanya adalah kehidupan keduanya setelah dirumah.


Mama Mitha berbalik lalu memeluk putrinya, "Maafkan mama, mama melakukan ini untuk kebaikanmu, ini semua untuk masa depanmu, mengertilah dengan keadaan mama saat ini. "Ujar ibu Mitha menjelaskan apa yg ia takutkan.


Mitha mengangguk patuh, mungkin memang ini kehidupan yg harus ia jalani, meninggalkan kekasih di masa sulitnya memang berat, namun permintaan ibunya adalah proritasnya, ibunya tidak pernah meminta apapun padanya selama ini, dan ini untuk pertama kalinya ibunya meminta, dan marah padanya.. ini memang terkesan egois dan akan menyakiti kekasihnya, namun ia harus melakukan demi sang ibu..


Jika memang kehidupan harus mempermainkan dirinya sekarang, ia percaya akan ada masanya ia dapat di pertemukan kembali dengan kekasihnya itu, dan jika waktu itu tiba, ia akan menjelaskan semua yg terjadi.


*


*


Ke esok harinya Mitha sudah berada di bandara, ibu serta ayahnya mengantarkan Mitha untuk pergi..


"Jaga dirimu selama kau berada disana. "pesan ibu Mitha meneteskan air mata, ini memang terkesan egois, namun keputusan ini yg terbaik untuk putrinya.


Mitha mengangguk dalam pelukan ibunya. dan setelah berpamitan kepada ayah serta ibunya Mitha pun langsung melakukan chek in..


"Buuk " Mitha dengan lamunannya menabrak seseorang yg sedang berdiri menunggu keberangkatan..


"Hei...apa yg kau lakukan? "Hardik pria yg Mitha tabrak .


"Oh..ya tuhan.. maaf tuan, saya salah, saya tidak-- "belum selesai Mitha berbicara ia sudah terkejut dengan pria yg telah ia tabrak, pasalnya pria yg saat ini ia tabrak adalah pria yg sama yg kemaren ia tabrak juga.


"Kau-- "Ucap pria tersebut menggeram kesal.."Sepertinya kau memang pembawa sial, dimanapun kau berada kau membawa kesialan untukku, "Ucap pria tersebut, pria tersebut mengambil kasar tas kecilnya yg terjatuh, lalu pergi meningalkan Mitha dengan rasa kesalnya.


*


*

__ADS_1


*


Hai...hai semua reader's apa kabar semuahhh...Mitha dan Michel kembali, yuk kita berhalu ria bersama dengan Mitha dan Michel. ini adalah sebagian cerita dari novelku yg berjudul love me my wife ya, bagi yg belum membaca boleh di baca dulu kisah mereka di novel yg berjudul love me my wife . dan untuk yg menunggu cerita Mitha dan Michel yok ramein komentar dan like kalian di cerita ini..happy reading..


__ADS_2