
Hari yg di nanti Michel telah tiba, kini pasangan yg tak saling mengenal itu sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
"Tidak kah besok saja berangkat ke surabayanya. "Ujar Mitha tak setujuh.
"Hei, perempuan pembawa sial, kau hanya perlu ikut tanpa harus memprotes. "Sahut Michel menatap kesal pada Mitha.
"Apa maksudmu pembawa sial? "Seru Mitha tak terima.
"Memang kau pembawa sial. "Michel kembali mengulang kata pembawa sial.
Mitha diam, membalas perdebatan yg ada kedua orang tuanya akan terancam. "Baiklah aku akan mengambil pakaian ku terlebih dulu, "jawab Mitha mengalah.
*
*
*
Pukul tujuh malam Michel dan Mitha sudah sampai di surabaya. "Tunggu, kamarmu disana, dan ingat, tidak masuk kedalam kamarku jika tanpa seijinku. dan satu lagi jangan pernah menyentuh barang-barangku atau ikut campur dengan urusan pribadiku. "Ucapnya memberi pesan, kemudian pergi meninggakan Mitha begitu saja.
Pukul sembilan malam suara bell apartmen Michel berbunyi. "Kenapa ada tamu di jam segini? "Ucap Mitha menatap pintu, ingin membuka pintu namun takut pemilik rumah marah, namun jika tidak di buka, suara bell apartmen suaminya itu terus bersautan berbunyi. Mitha pun memutuskan untuk mendekat pada pintu kamar miliki suaminya, setelah sampai di depan pintu suaminya ia pun langsung memanggil suaminya. tak lama Michel keluar dari kamarnya.
"Buka pintunya. "perintah Michel yg mengerti tujuan Mitha memanggilnya.
"Ah, i-iya. "jawab Mitha langsung berjalan menuju daun pintu utama.
"Ceklek..
"Lama sekali membuka pintu saja. "Ujar wanita cantik menerobos masuk kedalam sebelum pintu terbuka lebar.
"Ingin bertemu siapa? "tanya Mitha pada perempuan yg tiba-tiba datang dan menerobos masuk.
Wanita itu mengerutkan dahinya bingung. "Siapa kau? kenapa kau ada di dalam apartemen kekasihku? "tanya wanita itu.
"Kekasih! "ulang Mitha bergumam.
"Kau sudah sampai. "Ujar Michel tiba-tiba.
"Sayang siapa dia? "tanya kekasih Michel.
"Oh, dia.. dia adalah maid baru disini. "jawab Michel sekenanya.
"Maid! "Ulang kekasih Michel "sejak kapan kau mengijinkan orang asing masuk kedalam apartmenmu? "tanya kekasih Michel penuh selidik.
"Itu bukan urusanmu, urusanmu disini hanya untuk menemaniku. "Jawab Michel menarik wanita cantik nan seksi itu masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Mitha tercengang melihat suaminya itu menarik wanita lain masuk kedalam kamarnya. sedangkan istrinya ada dihadapannya, Mitha sadar jika pernikahan mereka bukanlah pernikahan sungguhan , namun tidak bisa kah suaminya itu sedikit saja menghargainya?
"Pernikahan macam apa ini? dan kenapa Michel memilih aku untuk menjadi istrinya? bukankah ini sangat aneh, bahkan aku dan dia tidak mengenal satu sama lain sebelumnya, tapi kenapa dia ingin menikah denganku sebelum kami bertemu. "Gumam Mitha pelan.
Ternyata hingga sekarang Mitha belum juga mengingat siapa Michel, karena sesampainya di luar negeri hari-harinya ia habiskan hanya untuk memikirkan Raga, Raga dan Raga, setiap hari, setiap waktu, bahkan setiap detik hanya Raga yg ia pikirkan.
Pukul enam pagi wanita yg mengaku kekasih suaminya itu, keluar dari kamar, kemudian ia pergi dengan bersungut-sungut.
"Datang marah-marah, pulang pun marah-marah, dasar aneh. "Gumam Mitha tanpa menyapa atau memperdulikan perempuan itu melewatinya.
"Ya ampun aku lapar sekali, bahkan dia tidak memberi ku makan dari kemaren, dia sangat pelit. "lanjut Mitha membuka kulkas yg terlihat kosong, hanya ada minuman soda yg tertata rapi di kulkas besar milik suaminya. "Ya tuhan kenapa isi kulkas ini hanya minuman saja, aku benar-benar lapar. "keluhnya mengels-ngelus perutnya yg sedari tadi memanggil meminta jatah.
"Apa yg kau lakukan disitu? "Suara bariton terdengar mengerikan di telinga Mitha.
"A-aku lapar, aku hanya ingin mencari bahan yg bisa aku olah, ternyata kulkas ini kosong. "Jawab Mitha apa adanya.
"Sudah ku katakan jangan pernah menyentuh barang-barangku jika aku tidak menyuruhmu.! "Ujar Michel dingin.
"Tapi aku lapar, kau tidak memberiku makan dari kemaren, "Keluhnya.
Michel tersenyum sinis, "Kau lapar? "itu yg ingin aku lihat menderita karena kelaparan hingga kau mati mengenaskan, bagi wanita pembawa sial seperti mu kau pantas mendapatkan itu. "
"Kenapa kau mengatakan aku pembawa sial, pembawa sial terus menerus, kesalahan apa yg pernah aku lakukan padamu,? dan kesialan apa yg telah aku berikan padamu? "tanya Mitha mulai tersulut emosi ia lapar, bukan mendapat sarapan, malah sebuah kata pembawa sial yg terus ia dengar.
Seketika bibir Mitha terkunci rapat, ibunya bisa gila jika harus menjadi gelandangan, dan ia tidak akan membiarkan itu terjadi kepada ibunya. "Apa aku pernah mengenalmu sebelumnya? atau aku pernah membuat kesalahan terhadamu, hingga kau terus mengatakan jika diriku pembawa sial. "tanya Mitha pelan.
Michel mendekat lalu mencengkram wajah Mitha, "Bahkan kau sedikitpun tidak mengingat aku? "ujar Michel menatap sinis
Mitha berusaha melepaskan cengkraman tangan Michel dari wajahnya dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Michel agar menjauh dan terlepas dari cengkraman pria yg saat ini berstatus suaminya itu.
"Bahkan karena dirimu aku harus mendapat penghinaan, sekarang lihat aku baik-baik, apa kau masih tidak dapat mengingat aku. "Lanjut Michel memaksa Mitha untuk menatapnya.
Menggeleng, seribu kali ia berpikir, namun masih saja tidak dapat mengingat, siapa suaminya? kapan mereka pernah bertemu? dan kesalahan apa yg ia lakukan hingga membuat suaminya itu sangat membencinya.
"Dasar wanita bodoh, pembawa sial. "Michel mendorong tubuh Mitha hingga terpental. "Sekali lagi lihat aku baik-baik wanita sialan, dan dengarkan aku baik-baik, dua tahun yg lalu di bandara sebelum kau berangkat ke luar negeri, kau membuat kesialan yg menyebabkan aku harus mendaptkan kesialan yg beruntun, proyekku gagal, Klein ku menarik investasinya, dan ada juga yg membatalkan kerja samanya secara sepihak, itu semua karenamu, karena kau telah membawa dokumenku, dan aku akan selalu mengingat itu, karena bagiku itu adalah sebuah penghinaan.
"Deg"
Mitha bergeming, ia mulai mengingat semua serpihan dua tahun yg lalu. ya pria yg ada di hadapannya saat ini adalah pria yg ia tabrak lebih dari satu kali. Mitha mendongkak berusaha menatap wajah pria yg saat ini telah menjadi suaminya.
"Sekarang kau sudah mengingatnya? "lanjut Michel menatap sinis.
"Maaf, aku benar-benar baru mengingatnya. "Jawab Mitha takut.
"Dan dengan tidak tau dirinya kau membawa dokumenku. "Serga Michel.
__ADS_1
"Aku minta maaf, waktu itu aku sudah berusaha mencarimu, namun aku tidak dapat menemukanmu. karena waktu itu aku harus segera berangkat, aku pun membawa dokumen itu.
"Dan karena kau membawa dokumen itu, aku harus mendapat penghinaan. dan sekarang kau harus menerima semua akibatnya.
"Tidak tolong, tolong jangan sakiti aku.
Michel tersenyum sinis. "Kau pikir aku menikahimu untuk apa? tentu untuk membalas semua yg telah kau lakukan, penghinaan dan kesialan yg ku alami dulu harus kau rasakan berkali-kali lipat.
Mitha meremas ujung bajunya, melihat wajah berang nan dingin suaminya membuat sekujur tubuhnya bergetar.
"Apa kau takut! "tanya Michel dengan menyeringai.
Mitha mengangguk cepat membenarkan rasa takutnya.
"Dasar lemah. "Michel kembali mendorong Mitha kali ini lebih keras dari yg tadi, hingga membuat dahi Mitha terbentur dan memerah kebiruan .
Mitha menangis saat dahinya terbentur dinding, rasa sakit dan pusing begitu terasa hingga ia tidak dapat menahan diri untuk menangis.
"Itu hanya mulanya saja wanita pembawa sial, kedepannya kau akan merasakan penyiksaan yg tak berkesudahan lihat saja nanti, bahkan kau akan lebih memilih mati dibandingkan hidup. "bisik Michel
"Tolong jangan lakukan itu, aku mohon.. "Mitha memohon dibarengi tangisan yg cukup keras.
"Berhenti menangis kau begitu berisik, "Bentak Michel .
Mitha diam seketika saat bentakan berdengun di pendengarannya, ia merubah tangisan menjadi isakan pelan.
"Saat ini kau hanya boneka mainanku, jika aku ingin mematahkan tulang-tulangmu, aku akan mematahkannya, jika aku ingin melemparmu, aku akan melemparmu, dan jika aku ingin mencabik-cabik tubuhmu aku juga akan mencabik-cabik tubuhmu, dan kau sudah menyetujui itu. "Ucapnya kembali berbisik.
Mitha menggenggam erat tangannya, kemudian memeluk tubuhnya sendiri, mendengar, lalu membayangkan apa yg tadi Michel katakan membuat ia bergidik ngeri "Kau tidak bisa melakukan itu padaku, saat ini aku adalah istrimu, a-aku-aku--
"Istri! haha kau sangat lucu, "Potong Michel menertawakan. "Sudah ku katakan padamu, pernikahan ini hanya pernikahan kesepakatan, jadi jangan pernah berharap lebih terhadapku.
"Jika begitu, ceraikan aku. "Pinta Mitha.
"Cerai, aku belum melakukan apa-apa terhadamu, mana mungkin aku akan menceraikanmu, dengarkan aku baik-baik, ayah dan ibu kesayanganmu ada dalam kendaliku, jika kau membuat ulah, maka kedua orang tuamu yg akan menanggungnya..
Dengan perasaan takut, dan sakit di bagian dahinya, Mitha menatap sayu wajah suaminya, "Maaf "Ucapnya mengalah dan pasrah.
*
*
*
Beri like untuk setiap part, karena itu penyemangat aku menulis🙏
__ADS_1