
Dua tahun berlalu. Kehidupan Mitha masih terasa bimbang, setelah dua tahun, ibu Mitha pun meminta putrinya untuk kembali, dengan antusias Mitha menyetujui permintaan ibunya, ia berharap sesampainya di tanah air, sang kekasih masih setia menunggunya.
"Anakku kau semakin cantik. "Puji ibu Mitha setelah Mitha sampai di kediamannya.
"Terima kasih mah, mama juga terlihat selalu cantik dan itu terbukti dengan wajah mama yg selalu awet muda. "Jawab Mitha membalas pujian ibunya.
"Ayo, duduklah mama sudah masak makanan kesukaan kamu. "Ujar mama Mitha
*
*
*
"Sebenarnya kalian bisa bekerja apa tidak! "Bentak Michel kepada anak buahnya.
"Maafkan kami tuan, beri kami waktu sedikit lagi, "Salah satu anak buah Michel memberanikan diri untuk bicara di tengah amarah bosnya.
"Waktu! selalu itu yg kau minta, dan bodohnya aku selalu memberi kalian kesempatan, bahkan untuk mencari keberadaa wanita pembuat masalah itu saja kalian tidak bisa, waktu yg kalian minta hanya beberapa bulan, tapi dua tahun sudah berlalu, kalian belum juga bisa menemukannya, sebenarnya seperti apa kerja kalian ini? hanya mencari satu wanita saja, kalian tidak becus, bagaimana jika aku menyuruh kalian untuk mencari sebuah burung, mungkin sampai kiamat pun kalian tidak akan menemukannya, percumah kau mendapat julukan seorang pemimpin mafia, jika hanya menangkap satu wanita lemah saja tidak becus, sekarang kau pergi dari hadapanku, dan ingat, ganti propesimu menjadi tukang bunga mawar. "Ejek Michel kesal dengan nada sarkatis
*
*
*
Setelah selesai makan dan berbincang sebentar dengan kedua orang tuanya, Mitha pun meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk keluar sebentar, ia melihat jam yg berada di dinding, ia tersenyum samar, kemudian pergi ke sebuah tempat.
Sesampainya di sebuah gedung Mitha tersenyum,
"Raga, "panggil Mitha, ia begitu senang dapat berjumpa kembali dengan pujan hatinya.
Raga menoleh, ia terkejut dengan wanita yg menyapanya itu, "Mitha ? "gumam Raga terkejut.
"Raga,? "ulangnya lagi, Mitha terlihat berkaca-kaca saat melihat kondisi Raga..
"Raga, "Mitha menangis lalu memeluk Raga ia memeluk Raga dengan erat, Mitha menumpahkan rasa rindunya terhadap pria yg sudah ia tinggalkan tanpa kabar selama dua tahun lamanya itu. "Raga bagaimana kabarmu?, "Kembali Mitha memanggil nama pria yg selalu ia rindukan itu. "apa kamu baik-baik saja? "lanjutnya terbata..
Raga mendorong pelan tubuh Mitha dari dekapannya, "Sorry Mit.."ujarnya seakan menolak.
Mitha berdiri di depan Raga ia memandang wajah pria yg selalu memenuhi pikirannya itu, "Ada apa? apa kamu tidak merindukaku,? apa kamu sudah melupakan aku? Ga, aku bisa jelasin semuanya padamu, aku, aku terpaksa harus pergi, mama memaksaku, aku tidak ada maksud untuk meninggalkan kamu tanpa kabar aku-
__ADS_1
"Kamu tidak perlu menjelaskan apa pun Mit, karena penjelasan apa pun yg kamu katakan tidak akan mengubah kenyataan bahwa kita tidak akan bisa kembali lagi. " Potong Raga, bicara dengan memalingkan wajah..
"Apa maksud kamu Ga,? apa maksud perkataanmu? "ucap Mitha penuh tanya.
"Jika perasaan itu masih ada, tolong hentikan sekarang juga, hubungan kita telah usai, setelah kau memutuskan meninggalkanku. dan saat itu juga hubungan kita telah selesai, dan ya, kau harus tahu saat ini aku telah menikah, jadi aku mohon untuk tidak datang lagi kedalam kehidupanku, . " Setelah berkata demikian Raga pergi meninggalkan Mitha begitu saja..
Mitha bergeming, ia tidak menyangka jika pada akhirnya akan jadi seperti ini. air matanya sudah mengalir, impiannya untuk kembali bersama sirnah karena ke egoisan ibunya, dengan langkah yg lunglai ia berjalan tanpa memperdulikan orang-orang yg saat ini menatapnya terlihat tak berdaya.
Apa aku terlalu percaya diri hingga menyimpulkan jika Raga masih menungguku?
Tapi bukankah wajar jika Raga lakukan ini, aku meninggalkannya disaat dia butuh teman, butuh dukungan, namun dimana aku saat dia membutuhkanku, aku pergi bahkan tanpa penjelasan, ya Kau pantas melakukan ini semua ga, aku memang bukan wanita yg baik untukmu, aku pantas mendapatkan ini semua, dan seharusnya aku tahu diri untuk itu. namun dengan tidak tahu dirinya aku datang dan memintamu untuk kembali, setelah apa yg sudah aku lakukan padamu. "gumam Mitha
Mitha tersenyum samar menertawakan dirinya sendiri, begitu rumit jalan hidupnya. namun setelah diam sesaat ia teringat akan pernikahan yg beberapa lalu orang tua Raga tawarkan kepada Raga ia pun menghapus air matanya lalu kemudian mengejar Raga.
"Ga, tunggu Ga. "panggil Mitha.
Raga memberhentikan kursi rodanya tanpa melihat kearah suara yg memanggilnya.
"Katakan jika wanita itu bukan wanita yg pernah ibu dan ayahmu jodohkan denganmu waktu itu kan? "Tanya Mitha penuh penasaran.
Tak menjawab, Raga lebih memilih kembali menjalankan kursi rodanya, tanpa berniat menjawab pertanyaan Mitha.
"Jadi dia wanita itu? "tebak Mitha, yg berhasil memerhentikan kembali kursi roda Raga yg tadi sempat hendak pergi meninggalkan Mitha.
"Kau salah mith, aku sangat bahagia sekarang, dia adalah wanita yg baik, yg dapat menerima aku apa adanya, dan aku mohon, tolong tidak untuk datang kembali menemuiku, karena jika kau menemuiku lagi, itu akan membuat istriku menjadi salah paham.
Mitha bergeming, semudah itukah Raga melupakannya? apakah pria yg ia cintai itu tidak pernah berpikir jika dua tahun ini ia begitu tersiksa karena pergi tanpa memberi kabar kepadanya.
Mitha memejamkan matanya rapat-rapat, ia kembali mengingat kejadian dua tahun yg lalu, ia menarik napasnya dalam-dalam, pantas jika Raga membencinya dan melupakannya, "Maafkan aku Ga, ya aku salah, aku pantas mendapatkan ini. "Gumamnya menatap lurus penuh kehampaan.
*
*
Flashback
Mama tidak mau tahu, tinggalkan laki-laki cacat itu, dia tidak berguna, dia tidak dapat berjalan, jangankan untuk berjalan, untuk menggerakan tubuhnya saja dia tidak mampuh, mama tidak sudi jika memiliki menantu yg cacat seperti dia,
"Mah cukup, dia adalah pria yg aku cintai dia adalah kekasihku, aku akan tetap bersamanya dan menikah dengannya walau dengan kondisi seperti apapun, "Jawab Mitha mantap..
"Kamu memang gila, Kamu pikir akan bahagia hidup bersama seseorang yg cacat? jangan pernah berani membantah kata-kataku?
__ADS_1
"Mah- "teriak Mitha.
"Tidak ada bantahan, karena dua hari lagi kamu akan berangkat ke paris, kamu akan tinggal di paris bersama Tante Marissa, mama dan papa sudah menyiapkan tiket pesawat untukmu, sekarang bereskan barang-barang yg ingin kamu bawa.."Ujar Orang tua Mitha memerintah dan tak ingin di bantah..
"Mah, aku tidak mau, aku ingin tetap tinggal disini, aku tidak ingin pergi ke paris atau kemanapun, aku ingin tetap disini, aku ingin menikah dengan Raga.
"Tangisanmu tidak akan merubah apa pun, "ucap mama mitha, setelah itu menutup pintu kamar mitha dan menguncinya.
"Mah Please buka pintunya aku ingin menemui Raga.."teriak Mitha di dalam kamar yg telah di kunci oleh ibunya dari luar
Dan ke esokannya Mitha berangkat ke paris tanpa mengabari atau memberi penjelasan kepada Raga. setelah dua tahun lamanya tak ada kabar dari mitha, orang tua Raga pun memutuskan untuk meneruskan perjodohan Raga dan putri sahabat mereka yg bernama Gadis..
Sebelumnya Raga pernah menolak perjodohan itu karena ia masih ingin menunggu penjelasan dari Mitha, namun karena permohonan ibunya ia pun menyetujinya.
Flash On
*
*
*
Mitha duduk sofa di kediamannya, ia terlihat tak bersemangat, pandangannya tak menentu, ada seribu sakit yg ia rasakan, antara sedih dan kesal. sedih mengetahui kekasihnya telah menikah, kesal mengingat begitu egoisnya ibunya dulu terhadapnya.
"Argghhh "Mitha berteriak dengan menjambak rambutnya.
"Sayang ada apa? "tanya papa Mitha menghampiri putrinya dengan cemas.
Mitha tak menjawab namun ia menangis sesegukan.
"Katakan sesuatu sayang, ada apa ? kenapa kamu kacau sepertini? "lanjut papa Mitha bertanya.
Dan tak berselang lama mama Mitha pun ikut menghampiri putrinya, "Mitha ada apa? kenapa kamu berteriak? "tanya mama Mitha sama halnya dengan suaminya khawatir.
"Kenapa mah, kenapa waktu itu mama memaksaku untuk pergi dan meninggalkan Raga? "tanya Mitha menatap nanar kepada ibunya.
*
*
*
__ADS_1
Asalamualaikum semuanya, salam sehat. senang ya dapat menyapa reader's kembali. cerita ini adalah sebagian dari cerita novelku yg berjudul love me my wife jika ingin tahu cerita awalnya boleh baca novel sebelumnya..
Ok selamat membaca, mari kita berhalu ria bersama Michel dan Mitha. Happy reading...