Bukan Istri Sementara

Bukan Istri Sementara
Kedatangan wanita itu lagi.


__ADS_3

Tanpa menghiraukan pertanyaan suaminya Mitha berlari menuju dapur dimana minuman yg tadi ia buang ketempat samapah masih ada di posisi semula. ia langsung mengambil salah satu minuman kaleng bersoda yg tadi ia keluarkan dari dalam kulkas kemudian melihat tanggal kadarluasanya.. Mitha membulatkan matanya seraya menyentuh perutnya.


"Oh my god...bagaimana ini, aku keracunan, aku keracunana. "Ucapnya panik, kemudian melihat kearah Michel yg tadi mengikutinya keluar dari kamar. "Michel tolong aku, bawa aku kerumah sakit, aku telah meminum, minuman yg ada di dalam kulkas tadi siang, aku mohon, aku belum ingin mati. "Ucapnya seadaanya.


"Jika kau harus mati karena minuman kadarluasa itu, itu adalah satu peringatan untukmu, kau harus tau, dimana kau berada, dan bagaimana cara bersikap, kau memakan makanan yg bukan milikimu, dan lebih tidak sopannya lagi kau tidak meminta ijin kepada sang pemilik, jika kau harus mati atau keracunan, itu memang kau sendiri yg menginginkannya. "jawabnya acuh


"Kau tidak memberi ku makan, kau juga tidak memberiku minum, aku kelaparan, hanya minuman itu yg dapat ku minum, tapi minuman itu sudah kadarluasa, aku mohon tolong bawa aku ke dokter, aku meminum, minuman lebih dari satu, aku mohon tolong bawa aku ke dokter. "Mitha memelas memohon agar Michel memiliki sedikit saja hati nurani, dan dengan kemurahan hatinya membawanya kerumah sakit.


"Kau pikir aku supirmu, kau pikir aku pekerjamu, seenaknya saja kau menyuruh-nyuruh ku, itu adalah satu peringatan untukmu, jika kau mendatangi tempat orang lain, kau harus tau batasan dan tau sopan santun. nikmatilah minuman yg sudah melewati masa batas kadarluasa itu, seingatku minuman itu aku membelinya empat tahun yg lalu, dan kau tahu bukan makanan atau minuman jika memiliki tanggal expired cukup lama seperti itu akan membuat kita seperti apa. " Michel tersenyum mengejek sambil berlalu pergi dengan santai lalu kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Michel memandang langit-langit yg terlihat kotor karena banyaknya sarang laba-laba di dinding dan langit-langit kamarnya. ia menghembuskan napasnya dengan kasar, tadinya ia nggan masuk kembali kedalam apartemennya ini, namun karena ingin ketenangan dari dunia luar ia memutuskan kembali, setelah tiga tahun yg lalu ia tinggalkan.


Setelah beberapa kali memejamkan mata, Michel tak kunjung mengantuk, ia kembali keluar dari kamarnya, ia memutuskan akan pergi dari apartemen, namun sebelum ia sampai menuju pintu, ia melihat Mitha yg duduk terbengong di ruang tamu.. "Apa yg kau lakukan disini? "Mitha terjolak kaget mendengar suara Michel yg tiba-tiba.


"Michel aku tidak bisa tidur, aku kepikiran minuman yg telah masuk kedalam perutku, aku , aku--


"Takut mati, "potong Michel dapat menebak.


"Aku, belum bertemu orang tua kandungku, aku ingin bertemu dulu dengan mereka, jika harus mati sekarang, bagaimana bisa aku bertemu dengan mereka "


Michel mengerutkan dahi bingung, ia mencerna semua ucapan Mitha, "Orang tua kandung? lantas siapa Ferdy Danendra dan mesya agnesia jika bukan ayah dan ibu dari wanita ini? "Michel menatap Mitha seakan mencari kebenaran dari ucapannya tadi.


"Oh, pantas saja mereka menjualmu, ternyata mereka bukan orang tua kandungmu, "Michel tersenyum sinis kepada Mitha.


"Mereka tidak menjualku, aku yg menyepakati pernikahan ini. "Sahut Mitha tak terima saat ada orang lain menyalahkan orang tuanya.


"Dasar bodoh. "Cibir Michel.

__ADS_1


*


*


Ke esokan harinya Mitha kembali merasakan lapar, dua hari ia tinggal di apartemen Michel ia hanya baru satu kali mendapat jatah makan dari Michel, dan kini perutnya kembali meronta meminta jatah..dengan rasa takut ia mengambil salah satu buah yg berada di dalam kulkas lalu memakannya..ia terus menggigit dan mengunyah dengan cepat hingga tidak ia sadari sepasang mata sedang menatapnya.


"Bagus, baru semalam kau ketakutan akibat memakan makanan milik orang lain yg sudah kadarluasa, sekarang dengan lancangnya kau mengambil makananku, dasar wanita tidak tahu diri. "Michel mencibir, menghina dan mengeluarkan segala kata-kata kasar kepada Mitha.


"Maaf, tapi aku sangat lapar, aku sudah tidak bisa menahan lagi rasa lapar ini, "Jawab Mitha menunduk takut.


Tak menjawab lagi ucapan Mitha, Michel langsung masuk kedalam kamarnya, kamarnya kini nampak bersih dan rapi, dan sekarang kamar itu terlihat begitu nyaman untuk di tempati.


Setelah melihat semua sudut kamarnya, ia duduk di sofa yg terlihat sama bersihnya, ntah dengan apa Mitha membersihkannya, tapi sofa itu terlihat bersih dan wangi, ia duduk bersandar di sofa dengan merenung, tak lama suara ketukan pintu mengganggu ketenangannya dengan rasa kesal ia membuka pintu kamarnya. setelah pintu terbuka Michel langsung berteriak memaki. "Apa kau tidak bisa membiarkan aku te-- "Ucapan Michel terhenti takala wajah wanita cantik nan seksi yg ada dihadapannya bukanlah Mitha melainkan wanita yg dua hari lalu datang mengunjunginya.


"Hai sayang. "Sapa wanita seksi yg mengaku kekasihnya itu.


Michel mengerutkan dahinya "Apa yg kau lakukan disini? dan ada kepentingan apa? "tanya Michel sinis.


"Siapa yg memintamu untuk datang dan membawa minuman itu?


"Sayang, ayolah.... aku tahu saat ini kau sedang banyak masalah, dengan minum, masalah yg ada di pikiranmu akan sedikit berkurang, maka ayolah bersenang-senang. "Ucap wanita tersebut menerobos masuk kedalam kamar Michel.


Tanpa wanita itu sadari Michel sedang menahan amarah. "Siapa yg mengijinkan kau masuk kedalam kamarku! "Bentak Michel, lalu menarik rambut wanita tersebut setelah itu mendorongnya dengan kasar dari dalam kamarnya. "Dengar wanita ******, jika aku tidak membutuhkanmu, jangan pernah berbesar kepala untuk menginjakan kaki ketempatku, kau bukan siapa-siapa, jadi jaga sikapmu jika kau tidak ingin sesuatu hal yg buruk terjadi padamu. "Lanjut Michel menatap dingin kearah wanita itu.


Mitha yg menyaksikan hal itu hanya dapat membulatkan matanya terkejut, ia tidak menyangka jika Michel akan melakukan kekerasan kepada kekasihnya sendiri. "Ya tuhan, dia memang seorang psikopat, bagaimana mungkin dia bisa melukai kekasihnya sendiri ? "gumam Mitha terkejut.


"Dengarkan aku baik-baik, jangan bertingkah seakan kau adalah wanitaku, dimataku kau hanya seorang ****** yg tidak penting, jadi, jangan pernah datang mengunjungiku, jika aku tidak memanggilmu, mengerti!! "Michel menendang perut wanita itu hingga wanita tersebut menjerit kesakitan .

__ADS_1


"Asataga. "dengan reflek mulut Mitha bersuara, dan itu berhasil menarik perhatian Michel.


Michel memandang dingin kepada Mitha kemudian menghampirinya, Michel langsung mencengkram wajah Mitha dengan keras. "Siapa kau. berani membukakan pintu untuk orang asing dan mengijinkan orang lain masuk kedalam apartmenku! "Ucapnya menatap tajam kearah Mitha.


"Ma-aaf, a-aku pikir dia adalah kekasihmu, dia mengatakan jika dia adalah kekasihmu, maka dari itu aku membukakan pintu untuknya. "jawab Mitha seadaanya.


"Lulu jika ada pencuri masuk dan dia berkata jika dia ayahku kau juga akan membiarkannya masuk?


"Harus kau tau satu hal, aku tidak suka jika ada orang asing masuk kedalam apartmenku, ada pun dia waktu itu datang kesini, itu atas perintah dariku, tapi bukan berarti dia dapat keluar masuk kedalam apartemenku. jika sekali lagi kau berani memasukan seseorang kedalam apartemenku, kau akan mendapatkan perlakuan lebih dari ini . "Michel menghempaskan tubuh Mitha ke lantai hingga Mitha meringis, namun sebisa mungkin Mitha tak mengeluarkan suaranya.


Biru di Wajahnya yg mulai hilang kini ada lagi, "Ya tuhan tolong aku, tolong bebaskan aku dari pria psikopat ini. "Ucap Mitha dalam hati


Wanita yg didorong dan di tendang dengan kasar oleh Michel meringis kesakitan saat ia hendak bangun


"Hati-hati. "Mitha berusaha menahan tubuh wanita itu yg hendak bangun.


Wanita itu menatap sinis kepada Mitha, kemudian menghempaskan tangan Mitha dengan kasar. "Jangan sok menjadi penolong, aku tidak sudi mendapat pertolongan dari wanita rendahan sepertimu. "Dengan tidak tahu dirinya wanita itu mencibir Mitha yg telah membantunya untuk berdiri.


*


*


*


Ke esokan harinya Michel yg hendak berangkat bekerja mendapati meja makan kosong tanpa makanan sedikitpun. "Wanita sialan, dimana sarapanku. "teriak Michel dari ruang makan.


Namun hanya ada gemaan suaranya yg terdengar, apartmennya terasa sunyi seperti tak berpenghuni. "Kemana wanita sialan itu? "Ucapnya kesal. ia berjalan menuju kamar Mitha, setelah sampai di depan pintu ia langsung menendang pintu kamar Mitha dengan keras. "Wah, enak sekali kau tidur bermalas-malasan, hingga tak membuatkan sarapan untukku. "Ujar Michel kesal lalu menarik tubuh Mitha dengan kasar hingga terjatuh dari atas tempat tidur.

__ADS_1


Tak bersuara hanya tatapan sayu yg di perlihatkan Mitha.


"


__ADS_2