Bukan Istri Sementara

Bukan Istri Sementara
Harus mencoba semua


__ADS_3

Disebuah pusat perbelanjaan terbesar di kotanya Mitha sedang memilih-milih pakaian, di waktu kecil hingga dewasa ia sering membeli pakaian-pakaian mahal dan branded, namun ketika ia dinikahi oleh Michel semua itu tak pernah ia lakukan lagi, walaupun ia telah dinikahi pria kaya namun bukan berarti ia dapat membeli atau berbelanja sesuka hati, karena setelah ia menikah, ia hanya dikurung didalam apartemen dan tak pernah lagi merasakan indahnya dunia luar, namun ntah ada angin apa kemarin dan hari ini Michel mengajaknya ke pusat perbelanjaan.


"Apa kau sudah mendapatkan pakaiannya? "Tanya Michel seperti biasa mengagetkan.


"Aa, itu, aku bingung harus memilih pakaian seperti apa "jawab Mitha apa adanya.


"Selalu saja membuat ku kesal "Michel tampak kesal karena mendapati Mitha belum mendapatkan pakaian yg ia inginkan.


Mitha menatap punggung laki-laki yg saat ini ber status sebagai suaminya itu, "Bagaimana aku tahu pakaian apa yg harus aku pilih sedangkan dia saja tidak memberi tahu ku, aku harus memilih pakaian apa, dasar tukang marah-marah."Gerutu Mitha


Tak berapa lama datang setumpuk pakaian yg dibawakan kepada Mitha oleh dua pegawai bautique, "Pakai, pakaian itu satu per satu, aku ingin melihatnya.


"Aku harus mencoba semua pakaian ini? "Tanya Mitha terkejut, melihat pakaian yg menumpuk ntah berapa jumlahnya.


Michel hanya menjawab dengan tatapan, yg Mitha dapat artikan jangan banyak membantah.


Mitha pun dengan terpaksa menuruti perintah Michel, Pakaian pertama mendapat makian, pakaian kedua sangat tidak cocok, pakaian ketiga kampungan, dan seterusnya hanya mendapatkan kata ejekan, barulah yg terakhir Michel mengatakan lumayan.


"Cih.. aku tahu kau sedang mempermainkanku, kau lihat saja nanti jika ada kesempatan akan ku balas semua yg kau lakukan pada ku, akan ku buat kau mencium kaki ku, lihat saja aku akan membuatmu meminta ampun pada ku pria pisikopat.. "Rasa kesal begitu membelenggu, namun apalah daya, ia hanya dapat mengumpat di dalam hati


"Apa kau sudah selesai mengumpatnya? jika telah selesai kembali ke apartemen, ingat kembali! pukul tujuh malam nanti akan ada pengawal yg akan datang menjemputmu.


"Ada apa dengan pria ini, kenapa dia selalu dapat menebak apa yg aku pikirkan. Ah sudahlah, hari ini sudah cukup membuat aku lelah, dia mempermainkan aku seperti boneka.


...****************...


Pukul lima sore datang tiga wanita untuk merias Mitha, Mitha hanya bisa menurut dan mengikuti semua perintah Michel tanpa terkecuali.


"OH.. ya ampun nyonya, nyonya terlihat sangat cantik "Puji perias setelah selesai merias Mitha


"Iya betul, Tuan Michel pasti akan pangling dan terpesona karena melihat kecantikan nyonya "Timpal perias lainnya.


Mitha pun tertegun melihat dirinya sendiri dipantulan cermin, "Apa ini aku "tanya seraya menyentuh wajahnya sendiri.


"Tentu saja ini nyonya, "Sahut salah satu perias bangga.


"Baiklah nyonya, jika anda sudah selesai meriasnya mari kita berangkat, tuan sudah menunggu anda. "Salah satu pengawal datang untuk mengantar Mitha


"Sebenarnya dia mau membawaku kemana? Kenapa aku harus berias seperti akan pergi ke pesta, "Gumam Mitha yg belum mengetahui kemana Michel akan membawanya.

__ADS_1


"


...****************...


...****************...


Disebuah gedung Michel sedang berdebat bersama kedua orang tuanya.


"Aku datang bukan untuk menyetujui pertunangan yg kalian rencanakan, aku datang untuk mengenalkan istriku pada kalian.


"Jangan gila kamu! kita sudah sepakat datang ke sini untuk membicarakan pertunangan kamu dan Iren. "Jawab Ayah Michel marah


"Sepakat? Kesepakatan itu kalian yg membuat bukan aku. "Jawab Michel mendekat diiringin senyum menyeringai.


"Jika kau sampai berani membawa perempuan itu kesini, akan ku pastikan aku akan membunuhnya.


"Kau hanya pria tua yg sedikit lagi akan dipanggil tuhan, jadi. Perbaiki dirimu, dan carilah kesenangan selagi tuhan masih berbaik hati memberikan mu nafas. "Ejek Michel kepada ayahnya. "Dan satu lagi, tidak ada satu orang pun yg berani menyentuh dan mengusik milikku, jika itu terjadi kau akan tau akibatnya.."lanjut Michel


"Anak sialan..


"Kata-kata mu tidak pernah berubah. "ejek Michel kembali.


Wajah memerah, tangan mengempal hingga kukunya memutih, "Jangan kau pikir aku tidak akan tega menyakitimu pria tua, semenjak aku kecil hingga dewasa, kau selalu menyiksa aku dan ibuku, dan sekarang tidak lagi. "Tangan kokohnya mencengkram leher ayahnya hingga ayahnya tak dapat bernafas.


"Michel apa kau sudah gila, lepaskan tanganmu, dia ayah mu, dia bisa mati. "Ibu tiri Michel menarik tangan Michel yg sedang mencengkram leher ayahnya


"Itu yg aku inginkan."Jawabnya marah.


"Tuan, nyonya sudah ada di basment "Bisik pengawal.


"Bruuk."Michel melepaskan cengkraman tangannya hingga membuat ayahnya terjatuh dan terbatuk.


"Jangan pernah mengusikku lagi.."Ancam Michel lalu pergi.


Di Lobby Michel bertemu dengan Mitha, Michel langsung menarik lengan Mitha dan kembali membawa Mitha ke basment..


"Chel, kemana kamu akan membawaku? "Tanya Mitha bingung. Hanya tatapan membunuh yg diperlihatkan Michel.


...****************...

__ADS_1


Di kediaman ayah Michel, ayah dan ibu tiri Michel tampak sedang berargumen satu sama lain.


"Aku sudah mengatakan sejak awal, yakinkan dulu jika anak kurang ajar itu benar-benar akan datang tanpa membawa masalah, kamu malah dengan mudahnya mempercayainya.."Oceh ibu tiri Michel.


"Bukankah kau yg paling antusias dengan pertemuan ini! Kenapa sekarang kau menyalahkan aku. "Jawab ayah Michel tak kalah marah.


"Jadi kau menyalahkan aku untuk semua kejadian ini?


"Bukan seperti itu, hanya saja, aku tidak dapat memahami Michel sekarang. "Jawabnya mengalah.


"Bukan hanya sekarang, sejak dulu kau memang seperti itu, lembek dalam mendidik anak sialan itu..


"Sekarang kita harus bagaimana, mereka pasti sangat marah pada kita, mereka pasti akan datang dan membuat keributan. "lanjut ibu tiri Michel.


Beberapa hari yg lalu Ayah dan ibu tiri Michel mendatangi Michel, mereka kembali mengatakan ingin menjodohkan Michel dengan wanita pilihan mereka, dan dengan tenangnya Michel mengiyahkan keinginan kedua orang tuanya itu.namun dengan ketenangannya itu, ternyata Michel memiliki rencana ingin mempermalukan kedua orang tuanya dihadapan keluarga wanita yg ingin dijodohkan dengannya.


"Aku bersumpah akan membuat anak sialan itu menerima balasan yg menyakitkan nanti. "Ucap ibu tiri Michel marah.


"Jangan melakukan hal bodoh. "Ayah Michel mengingatkan istrinya.


...****************...


Di lobby Michel terus menarik lengan istrinya, hingga membuat Mitha hendak terjatuh.


"Aaw. "Mitha meringis kesakitan tak kala kakinya nyaris terkilir.


Dengan wajah penuh amarah Michel berbalik dan melihat kepada Mitha, "Tidak bisa kau sekali saja tidak membuatku ke-- "Michel tertegun saat melihat Mitha, sejak bertemu dengan Mitha, Michel sama sekali tidak memperhatikan istrinya itu, Michel diam beberapa saat setelah melihat dengan jelas wajah istrinya.


"Kakiku sakit"Ucap Mitha menyadarkan Michel yg terpesona akan kecantikan istrinya.


"Ahmm.. kau selalu menyusahkan, "Michel menghempaskan tangan Mitha dengan keras sehingga Mitha tersungkur ke lantai.


"Dia selalu menyeramkan dimana pun berada.


...****************...


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejakšŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2