Bukan Istri Sementara

Bukan Istri Sementara
Kedatangan tamu tak di undang


__ADS_3

Sesampai di Apartemen Michel membanting semua barang-barang yg berada di dalam apartemen. "Dasar pria tua tidak tahu diri."Oceh Michel di tengah amarahnya.


"Michel apa yg kau lakukan?" Mitha terkejut dengan apa yg Michel lakukan.


"Jangan pernah ikut campur dengan apapun yg aku lakukan! "


"Aww. A-aku minta maaf, maaf aku bukan ingin ikut campur, aku hanya---


"Hanya ingin membuatku marah. "Potong Michel dengan wajah memerah marah.


Mitha menahan lengan Michel yg sedang menarik rambutnya, Setiap ada masalah atau Michel sedang kesal oleh apapun, Mitha yg akan menjadi sasaran kekesalan Michel, seperti saat ini, walau pun Mitha sudah meminta maaf, dan meminta Michel untuk melepasakan jambakan di rambutnya, tetap saja Michel mengabaikannya.


"Melihat wajahmu, membuatku semakin kesal. "Michel melepaskan cengkraman dirambut Mitha di barengi dengan mendorong tubuh Mitha hingga terjatuh dan dahinya membentur ke ujung meja.


Tidak ada suara rintihan sakit atau aduhan, hanya tarikan nafas yg dilakukan Mitha, mengingat ia sering mendapatkan perlakuan seperti ini, membuat Mitha menjadi terbiasa, bahkan ia seperti baja yg dapat menahan rasa sakit yg sering dilakukan Michel, tetesan darah dari dahinya mewarnai gaun putih yg saat ini ia gunakan.


Gaun yg di pilih dengan drama hinaan dan makian, hanya dipakai untuk mengukir bagaimana hinanya dirinya dimata Michel.


Setelah puas melampiaskan amarah kepada istri dan semua barang-barangnya, Michel pun masuk kedalam kamar menutup pintu dengan keras sehingga membuat Mitha kaget dan tersadar dengan rasa sakit yg ada di dahinya. Perih dan pusing begitu terasa hingga membuatnya sulit untuk berdiri.


Mitha tersenyum getir mendapati dirinya yg begitu malang, "Cih, bahkan aku masih bisa tersenyum dalam kondisi menyedihkan seperti ini. "Gumam Mitha mencibir dirinya sendiri.


Mengompres luka yg ada didahinya, kemudian merapihkan semua barang-barang yg sudah di pora porandakan oleh suaminya.


Tak berselang lama Michel kembali keluar dari kamarnya, masih dengan pakaian yg sama, hanya melirik kemudian ia pergi meninggalkan apartemennya.


"Ntah mahluk apa dia, jika memang dia manusia, kenapa dia tidak pernah tersenyum. "Mitha memandang punggung Michel hingga Michel menghilang di balik pintu.


Setelah Michel keluar, tak lama ada yg mengetuk pintu apartemen, "Tumben sekali dia mengetuk pintu "Ucap Mitha heran, karena selama ia tinggal bersama Michel, suaminya itu keluar atau pun masuk seperti mahluk tak kasat mata, tak pernah ada suara.

__ADS_1


"Siapa mereka? "lanjut Mitha tak mengenal orang yg berada diluar apartemennya.


"Michel keluar kamu, buka pintunya. "Teriak wanita di depan pintu.


"Tidak heran jika dia memiliki banyak musuh, dia pria kejam, tidak punya perasan, dan sangat arogan.."Oceh Mitha sambil mengintip dari lubang bintu apartemen.


"Michel! "teriak kembali wanita paruh baya di luar dibarengi dengan gedoran pintu. Yg membuat penghuni sebelah terganggu, Mitha kembali mengintip memastikan, diluar apartemennya terlihat penghuni didepan kamarnya keluar karena merasa terganggu dengan kekacauan yg di lakukan wanita paruh baya didepan pintunya..


"Apa yg harus aku lakukan?


"Jika aku buka pintu, Michel pasti akan marah padaku, tapi jika aku tidak membuka pintunya, penghuni lain akan marah dan terganggu akibat wanita itu, ya tuhan aku harus bagaimana.. "Mitha terlihat bingung.


"Oh.. ternyata kau ingin melihat kegilan ku lagi ya. Baik kalau begitu-


"Ceklek.. "Sebelum wanita paruh baya diluar meneruskan ucapannya Mitha terlebih dahulu membuka pintu.


"Siapa kalian? ada keperluan apa? "Tanya Mitha.


"Michel sedang pergi, Nyonya bisa datang kembali nanti setelah Michel kembali pulang, atau nyonya ingin menitipkan pesan untuk Michel? "tanya Mitha ramah.


"Minggir "Wanita paruh baya itu mendorong keras tubuh Mitha hingga terduyung dan kemudian masuk kedalam apartemen tanpa meminta ijin terlebih dahulu.


"Tolong untuk tidak masuk kedalam. "Cegah Mitha, khawatir akan kemarahan suaminya.


"Siapa kau berani melarang ku! "Sorot mata penuh kebencian di tunjukan kepada Mitha. "Oh...apa kau wanita sialan itu? "lanjutnya menatap tak suka kepada Mitha.


"Apa maksud anda? Tolong tidak untuk membuat keributan disini, silahkan anda keluar dari sini. "Usir Mitha tak bisa menahan marah lagi.


"Berani sekali kau wanita ****** mengusirku, siapa kau berani mengusirku? oh "Mengangguk-ngangguk kepala tahu jika wanita muda yg berada dihadapannya saat ini adalah istri dari anak tirinya.. "Jadi kau wanita ****** tidak tahu diri itu, Dengar wanita ******, gara-gara kau, semua rencana ku gagal.

__ADS_1


"Stop mengatakan ******, saya bukan wanita ******. "Jawab Mitha tak terima.


"Haha, "Ibu tiri Michel tertawa dengan keras. "Aku tahu bagaimana anak sialan itu mencari wanita, karena dia anak sialan, dia pasti menikahi wanita ****** yg sama tidak tahu diri seperti dirinya.


"Hentikan perkataan anda, sekarang keluar dari kediamanku, siapapun anda, saya tidak perduli, sekarang tolong tinggalkan kediaman saya.


"Plakk "Satu tamparan mendarat di wajah Mitha. "Berani sekali kau mengusirku.


Mitha terdiam sembari menyentuh pipinya yg memanas, kemudian memandang ibu tiri Michel dengan seksama. "Tidak heran jika Michel tempramental, "Batinnya berkata menyamakan dengan ibunya.


"Kemari akan ku beri tahu satu hal, aku adalah ibu dari suamimu yg tidak tahu diri itu, "Sembari menjambak, ibu tiri Michel berkata. "Tinggalkan Michel dan jangan pernah mengganggunya lagi. "Ucap ibu tiri Michel dengan emosi.


"Jika anda bisa melakukan itu saya dengan senang hati akan meninggalkan Michel. "tantang Mitha tanpa ada keraguan.


"Apa kau sedang menantangku?


"Jika anda ibu dari Michel anda pasti tau betul bagaimana putra anda, saya tidak akan bisa pergi kecuali dia yg meminta saya untuk pergi..


"Kurang ajar, beraninya kau! "Kembali ibu tiri Michel menampar Mitha, bukan hanya tamparan pukulan hingga tendangan mendarat di tubuh mungil Mitha.


Tak Bisa melawan kini ia hanya bisa terduduk dan melindungi diri dengan tangannya yg mungil, dalam waktu beberapa jam saja ia harus mendapat perlakuan atau penyiksaan hingga dua kali, dan yg lebih miris ini dilakukan oleh keluarga barunya, suami dan ibu mertuanya.


Bukankah pertemuan pertama dengan ibu mertua seharusnya di jadikan momen yg bahagia. Namun tidak dengan Mitha, ntah ini karma atau kutukan untuknya ia harus menerima perlakukan yg tidak menyenangkan dari suami dan ibu mertuanya itu.


"Sekarang kau tau dimana batasan mu, hah! "Teriak ibu tiri Michel di barengi dengan tendangan.


"Menurut pada wanita ini hanya akan menyakiti Mama dan papa, "Batin Mitha.


"Kenapa kau diam saja? pergi dan tinggalkan tempat ini, dan jangan pernah berniat untuk kembali kepada Michel teriak ibu tiri Michel.

__ADS_1


Selamat membaca..


__ADS_2