
Mitha tergolek lemas setelah Michel menariknya dari tempat tidur, matanya nggan terbuka, tubuhnya lemas dan suhu tubuhnyanya juga panas. Michel yg sudah merasakan suhu tubuh Mitha tak perduli.
"Bangun lalu buatkan aku sarapan! "Ucapnya dengan nada tinggi.
Tak merespon, saat ini Mitha benar-benar tak lagi bergerak, matanya terpejam, tubuhnya juga nampak tak memperlihatkan pergerakan.
"****..dasar wanita pembawa sial, kau selalu merepotkan. "Michel tak merasa iba, tak sadarnya Mitha malah membuat amarahnya semakin membesar. "Kau tak mau bangun! baiklah, aku ingin melihat sampai kapan kau akan seperti itu. "Ucapnya melempar kan bantal tepat mengenai Mitha kemudian pergi begitu saja..
*
*
*
Di kantor Michel tampak fokus dengan pekerjaannya, hingga pukul tiga sore ia baru dapat menyelesaikan pekerjaannya. "Hah, benar-benar melelahkan, kenapa hari ini banyak sekali pekerjaan. "keluhnya. "Lebih baik aku pulang sekarang. "lanjutnya, namun sebelum ia bangun dari tempat duduknya, pintu ruangannya tiba-tiba terbuka tanpa ijinya..
"Apa ini Michel. "Ayah Michel dan ibu tirinya datang dengan wajah merah padam.
Michel mengerutkan dahinya, ia tersenyum sinis kepada dua orang yg sangat tidak ingin ia temui itu "Dari dulu hingga sekarang kau tidak pernah memiliki sopan santun. aku pikir setelah sepuluh tahun kita tidak bertemu, kau akan berubah, ternyata kau tetap pria arogan yg sama "Cibir Michel menatap tak suka.
"Anak kurang ajar, tidak tahu diri. "Ayah Michel terlihat marah mendengar kalimat cibiran yg keluar dari mulut putranya itu..
"Aku masih hidup, kenapa kau menikah tanpa sepengetahuanku? apa kau sekarang sudah merasa hebat hingga tak membutuhkan restuku lagi. "Ucap ayah Michel sarkatis.
Michel tersenyum masam, "bagiku kau sudah mati sejak usiaku tiga belas tahun yg lalu, hah...Untuk apa kau begitu repot ingin aku meminta restu darimu? bukankah dari dulu kau tidak pernah perduli padaku, kau hanya perduli pada perempuan murahan ini, kau tidak pernah per--
"Tutup mulutmu anak kurang ajar. dengarkan aku baik-baik, aku dan ibumu sudah mengatur pernikahan antara kau dan juga anak dari koleganku, ceraikan wanita yg tidak tahu asal usulnya itu, dan menikah dengan wanita pilihanku. "
Kembali Michel tersenyum sinis, "Dengar aku pria tua, bahkan kau tidak punya rasa malu sedikitpun, setelah kau dan wanita murahan ini memperlakukan aku dengan hina, sekarang dengan tidak tahu malunya kalian memintaku untuk menikah dengan wanita pilihan kalian, hah. kalian memang pasangan yg paling cocok, sama-sama tidak tahu diri. "
__ADS_1
"Kurang ajar, "Gempalan tangan mengayun di udara, namun langsung di tangkap oleh Michel.
"Sudah cukup tangan itu melukai tubuhku, dan tidak akan aku biarkan lagi. "Ucap Michel menangkap lalu memelintir tangan ayahnya kemudian ia hempaskan tubuh ayahnya hingga terjatuh kelantai.
Ibu tiri Michel membulatkan matanya terkejut. bagaimana mungkin anak tirinya itu dapat melakukan hal seperti itu, setahunya anak tirinya itu selalu menuruti apa pun yg di perintahkan ayahnya dan dirinya, namun apa yg ia lihat hari ini sangatlah mengejutkan, dari tatapannya saja Michel sudah terlihat seperti pria psikopat, dan auranya juga sudah berubah, sepuluh tahun ia tidak bertemu dengan anak tirinya itu, namun sangat banyak perubahan, anak tirinya itu sekarang telah menjadi pria dewasa dan sukses, dengan auranya saat ini Michel terlihat sangat berbeda.
"Aku bukan Michel sepuluh tahun yg lalu yg dapat kalian perlakukan tidak adil hanya akan diam saja, aku bukan Michel yg akan menurut dengan permintaan konyol kalian lagi. sekarang sebaiknya kalian pergi dari kantorku. "Usir Michel angkuh.
Ayah Michel menggempalkan tangannya dengan keras hingga kuku-kukunya memutih. marah itulah yg ia rasakan, namun ia tidak dapat melawannya, perubahan yg cukup drastis membuat ayahnya sedikit waspadah. "Aku akan kembali dan membicarakan hal ini lagi. "Ucap ayah Michel setelah itu menarik istrinya agar segera meninggalkan kantor putranya.
Di luar gedung milik Michel, ibu tiri Michel menggerutu kesal pada suaminya. "Dari dulu kau tidak pernah tegas padanya, lihat sekarang, karena didikanmu yg lembek itu, sekarang anak itu jadi pembangkang dan kurang ajar. "
"Laras, apa kau bisa diam, "Pria yg selalu menurut pada istrinya itu tiba-tiba berucap dengan nada bentakan.
"Kenapa kau membentakku! semua yg ku ucapkan adalah kebenaran, kau selalu membiarkan apapun yg dia inginkan dan melakukan, lihat sekarang, dia jadi pembangkang dan kurang ajar. "sahut istrinya tak kalah sengit ,
"Laras, aku tidak mengerti mengapa Michel berubah menjadi seperti itu, "Jawabnya mengalah, "kau dapat melihat sendiri, Michel sekarang sangat berbeda dengan Michel yg dulu, seharusnya kita pelan-pelan saja bicara padanya, sepuluh tahun tak bertemu dengannya seharusnya kita mencari tahu sesuatu dulu tentangnya, kemana dia pergi selama sepuluh tahun belakangan ini, apa saja yg dia lakukan, dan apa yg membuat dia sekarang menjadi berubah seperti itu, kita terlalu gegabah.
*
*
*
Pukul lima sore Michel telah sampai di apartemennya, suasana apartemen masih sama seperti pagi saat ia tinggalkan, meja makan pun masih sama kosong tanpa ada makanan yg tersaji. "Dia benar-benar sedang menguji kesabaranku. "Ujar Michel kesal. sesampainya di depan kamar Mitha, Michel tertegun, Mitha masih ada di posisi yg sama seperti tadi pagi ia meninggalkannya.
"Hei wanita pembawa sial, "Michel membangunkan Mitha dengan kakinya, ia mencoba membangunkan Mitha dengan cara menggoyangkan tubuh Mitha dengan kakinya, beberapa kali ia coba, namun tidak ada respon dari Mitha, Michel pun kemudian berjongkok dan menyentuh tangan Mitha, dengan perlahan ia sentuh tangan Mitha.
Matanya membulat sempurna, tangan Mitha terasa sangat dingin, penasaran ia pun beralih menyentuh dahi, kemudian seluruh tubuhnya ia sentuh, dan yg terakhir ia memeriksa denyut nadi. "Dia masih bernyawa, tapi kenapa tubuhnya begitu dingin, tadi sewaktu aku tinggalkan suhu tubuhnya panas, kenapa sekarang berubah menjadi dingin? "Michel bicara sendiri, kemudian ia menghubungi salah satu anak buahnya,
__ADS_1
"Siapkan mobil sekarang. "perintahnya, kemudia ia mengakhiri sambungannya
Michel membopong tubuh Mitha hingga palkiran, ntah mengapa ia merasa iba saat melihat wajah pucat dan tak berdaya Mitha saat ini.. "Oh ****.."Ia mengumpat saat menyadari jika dirinya memiliki empati untuk wanita yg ia janjikan kesakitan itu.
Sesampainya dirumah sakit Mitha langsung ditangani oleh dokter, didalam ruangan dokter terlihat beberapa kali menghela napas, nampaknya dokterpun terlihat menyerah. tidak lama dokterpun keluar dari ruangan dimana Mitha sedang ditangani.
"Bagaimana keadaan istri saya dok? "tanya Michel terlihat khawatir.
Dokter yg menangani Mitha menghela napas sebelum bicara, pasien mengalami dehidrasi, kondisi tubuh pasien kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, sehingga keseimbangan zat gula dan garam menjadi terganggu, akibatnya tubuh tidak dapat berfungsi secara normal. saat ini istri tuan sangat membutuhkan banyak cairan, tubuhnya terlalu lemah sehingga kami sulit untuk menanganinya. tapi tuan tidak perlu khawatir, kami akan berusaha melakukan yg terbaik, setelah hasil laboraturium keluar kami akan segera melakukan tindakan. saat ini yg bisa kami lakukan hanya memberi masukan cairan kedalam tubuh istri tuan.
"Eum, begitu dok, terima kasih. "Ujar Michel bingung mau bertanya apa lagi.
"Sama-sama tuan, jika begitu saya permisi. "Jawab dokter lalu pergi meninggalkan Michel.
"Dasar wanita lemah, bagaimana bisa dia begitu patuh dengan peringatanku mengenai makanan. "Ujar Michel menghela napas.
Tak terasa pagi telah hadir kembali, namum tidak tanda-tanda Mitha telah sadar.
"Selamat pagi tuan. "Sapa salah satu suster.
"Hhmm.. Sus, bagaimana dengan hasil laboraturium milik istri saya, apa sudah ada hasilnya ? "tanya Michel.
"Sudah tuan, dokter akan datang dan menyampaikan hasilnya nanti. "jawab suster.
Pukul delapan pagi dokter beserta dua suster datang untuk memeriksa keadaan Mitha. "Selamat pagi tuan Michel. "sapa dokter.
"Hmm. "jawab Michel bergumam.
"Hasil Lab sudah keluar, ternyata bukan hanya ke la-laparan saja yg di derita istri anda, "Dokter yg bicara seakan sungkan mengatakan, jika pasiennya sakit akibat kelaparan, dokter dapat menebak jika orang yg saat ini bicara dengannya bukanlah orang sembarangan, mana mungkin kan orang kaya tidak dapat membeli makanan? namun ia berusah menyampaikan hal itu dengan hati-hati.."Begini tuan, selain kekurangan nutrisi beliau juga keracunana yg mengakibatkan tubuhnya lemas. mungkin istri tuan sebelum pingsan beliau muntah-muntah, pusing, dan sakit di bagian perut, hingga membuat beliau lemas dan tak sadarkan diri. "Jelas dokter.
__ADS_1
"Lantas bagaimana keadaannya sekarang ?
"Kami akan melakukan tindakan, semoga semuanya tidak terlambat.