
Pergi sekarang menuruti ibu mertuanya hanya akan mempersulit dirinya dan kedua orang tuanya. Tidak menuruti ibu mertuanya sekarang ia tidak tahu apa yg akan terjadi padanya. dan pada akhirnya Mitha hanya bisa pasrah menurut tidak menurut toh sama saja ia akan disakiti dan kemungkinan akan mati di tangan mereka.
"Kenapa kau diam! pergi kemasi barang-barang mu dan tinggalkan tempat ini "Usir ibu tiri Michel keras.
"Hanya Michel yg berhak mengusir saya dari sini. "jawab Mitha pelan, lelah, sakit, lemas dan tak bertenaga. Mendapat siksaan berturut-turut membuatnya lelah tak bertenaga.
"Beraninya kau!
Mendengar aduan dari penghuni lain, dua security datang untuk melerai apa yg terjadi. lima belas menit kemudian akhirnya security dapat melerai apa yg terjadi dan ibu tiri Michel pun pergi meninggalkan apartemen Michel dengan ke kesalanya.
Menutup pintu dan kembali duduk di pojokan, Lelah, sakit, membuat Mitha tak dapat menahan tangis, menangis sejadi-jadinya di tengah heningnya apartemen membuat ia lelah, kemudian ia pun tertidur dengan posisi duduk memeluk lutut.
...****************...
Paginya Michel kembali ke apartemen, Michel nampak bingung hingga mengerutkan dahinya takala melihat apartemen berantakan, ia pun berpikir, "Bukankah semalam wanita itu sudah merapihkan kekacawan ini, tapi kenapa barang-barang disini lebih kacau dari semalam? "Ucapnya dalam batin.
"Apa yg kau lakukan disitu? "Suara bariton menyerpa pendengaran Mitha yg sedang terlelap tidur di pojokan.
Mitha langsung terbangun ia memosisikan dirinya menghadap Michel yg terlihat berang. namun saat Michel melihat wajah Mitha ia teperajat hingga hampir mengeluarkan bola matanya dari tempatnya.
"Apa yg terjadi padamu? dan apa yg kau lakukan? Dan ada apa dengan wajahmu "tanya Michel tak sabaran.
"Semalam aku tidak membuat luka yg begitu banyak di wajahnya, kenapa sekarang terlihat begitu penuh luka di wajanya? "batin Michel.
"Ini..."Mitha menyentuh bibirnya yg pecah.. "Ada seorang wanita datang kesini semalam, dia berkata dia adalah--- "Mitha diam tak meneruskan ucapannya.
"Bicara yg benar wanita sialan ! "bentak Michel berang.
"Semalam ibu mu datang kesini, beliau mengamuk disini, beliau juga memuku--
"Sudah ku peringatkan, tidak untuk mengijinkan siapapun masuk kedalam apartemenku, tapi kau!
"Maaf..hanya saja dia--
__ADS_1
Michel menjambak rambut Mitha dengan keras. "Hanya apa? Hanya karena kau wanita sialan, bodoh, dan pembangkang hah! "Potongnya dengan penuh kemarahan.
"Maaf kan aku, tapi dia membuat keributan diluar, dia membuat kegaduhan yg membuat penghuni lain terganggu, tadinya aku hanya ingin mengatakan padanya jika kau sedang tidak ada. Tapi dia malah marah-marah dan membanting semua barang-barang.
"Siapa dia? ada keperluan apa dia kesini? "Tanya Michel penasaran.
"Itu, dia mengatakan kalau dia adalah ibu mu, dia ingin bertemu denganmu. Dan dia juga ingin aku pergi dari sini.
"Lalu?
"Hah.."Ucap Mitha tak mengerti dengan kata lalu.
"Kenapa tak kau lawan, Seharusnya kau lawan dia, jika perlu kau hancurkan wajahnya yg menyebalkan itu.
"Hah.."kembali Mitha tak mengerti dengan pernyataan suaminya itu, mana ada anak yg ingin ibunya disakiti..
"Ada apa? Kau terkejut dengan ucapanku! dasar tidak berguna, selain lemah kau juga wanita sialan yg bisanya membuat masalah saja. "Ejek Michel, bukan membantu mengobati namun malah mencela.
Mitha terlihat mengerutkan dahinya bingung, "Apa maksudnya melawan? bahkan aku takut untuk menyentuhnya, aku takut dia mengadu, dan tuan tanpa expresi ini membalasnya padaku, tapi apa dia memintaku untuk melawan? "Mitha bergumam dalam hati.
Mitha nampak diam, ia terlihat memejamkan matanya berulang-ulang kali hingga terduyung penglihatannya berkunang-kunang hingga membuatnya hendak jatuh, namun tangan kekar Michel dengan sigap segera meraih tubuh Mitha yg hendak terjatuh. "Ckk, menyusahkan saja, "Umpatnya kesal, namun tangan dan tubuhnya merespon berbeda dengan mulutnya, ia bopong tubuh Mitha hingga masuk kedalam kamar, setelah sampai ia langsung membaringkan Mitha di atas kasur kesayangannya.
"Ok, kau boleh menempati kasurku untuk hari ini, tapi bersiap-siaplah untuk membersihkannya nanti setelah kau bangun. "Ucapnya bernadakan ancaman.
Setelah membaringkan Mitha yg terlihat tak bertenaga di atas tempat tidurnya, Michel kembali keluar, ia melihat kekacauan didalam tempat tinggalnya. "Ternyata dia benar-benar ingin menguji kesabaranku, kau akan tau bagaimana bajingannya aku wanita tua, akan ku perlihatkan betapa bajingan dan jahatnya aku. "Ucapnya pelan namun penuh dengan tekanan
...****************...
Hingga sore menjelang malam Mitha tak kunjung bangun, ia masih berada di posisi yg sama, Michel yg sedari tadi menunggu Mitha bangun mulai geram. "Hey wanita sialan bangun! "Membalikan tubuh Mitha dengan kasar.
Mitha yg nampak lemas hanya dapat memandang Michel dengan pandangan sayu, wajah pucat, baju berantakan dan bernoda membuatnya terlihat sangat menyedihkan.
"Deg "Michel yg melihat keadaan Mitha merasa hatinya bergetar, "Tuhan kenapa dengan wanita ini? "Michel memperhatkan wajah sayu Mitha dengan seksama, ia terlihat iba, namun setelah beberapa saat "Shittt, ada apa denganku, dia hanya wanita pembawa sial, yg selalu membuat aku susah, dan dia bukan istriku, dia hanya istri sementara yg akan aku hancurkan secara perlahan, setelah aku puas menghancurkannya aku akan membuangnya, dan membuat dia hancur hingga dia hanya akan memilih kematian "Batin Michel berkata.
__ADS_1
"Ha-haus.."Ucap Mitha pelan dan terbata.
"Ceek "Michel berdecak kesal. "Setelah mengotori kamarku, sekarang kau ingin merepotkanku, hah! "Ucapnya kesal.
Dengan kesal Michel berjalan menuju dapur, tidak hanya itu ia juga berniat membuatkan teh hangat untuk istrinya, "Oh Shitt, aku tidak mengerti cara membuat minuman yg biasa dia buatkan untukku, "Ditengah kebingungannya ia pun mengingat sesuatu "
"Aku tau caranya, "Ucapnya ternyum senang saat mengingat jika ia dapat melihat kecanggihan gadgetnya, setelah melihat totarial di dalam layar kotaknya ia tersenyum simpul. "Aku pikir ini akan sangat sulit, ternya ini sangat mudah "Ia bergumam takjub pada dirinya sendiri.
Dengan bangga Michel membawa teh hangat buatannya untuk Istrinya, bangga sudah bisa membuat teh, membuat ia terlihat sombong. "Minumlah ini "Ucapnya menyodorkan teh buatannya untuk Mitha.
Bangun dengan perlahan, lalu meminum teh hangat buatan suaminya. "Eumm, apa ini? "Ucap Mitha, matanya memicing dahinya mengkerut, dan mulutnya merasakan tidak ada kenyamanan.
"Ow oh oh.. Apa-apa kau! Dasar tidak tahu berterimakasih. "Ucap Michel kesal.
"I-itu aku minta maaf, tapi itu minuman apa? "Menjawab, dan bertanya minuman aneh apa yg masuk kedalam mulutnya.
"Apa maksud mu. !"tanya Michel dengan marah.
"Maafkan aku Michel, tapi minuman itu terasa sangat aneh, a-aku
"Dasar wanita sialan, aku sudah lelah membuat kau malah menc- "Michel yg tak terima minuman buatannya di nyatakan minuman aneh langsung mencoba di tengah ucapannya..
"Oh Shitt, minuman apa ini? "Ucapnya menyemburkan minuman yg ada didalam mulutnya, bertanya pada gelas yg dipegangnya.
Mitha hanya menunduk tak berani melihat kekesalan suaminya yg sedang memarahi gelas yg sedang di pegangnya.
Melirik kesal kepada Mitha dan langsung melempar gelas yg sedang di pegangnya, "Dasar tidak berguna, "Ucap nya lalu pergi meninggalkan kamarnya, ntah kesal atau malu karena membuat minuman rasa garam ia pergi begitu saja meninggalkan Mitha yg sedang ke hausan.
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
Ayooo tinggalkan like dan komen kalian..Maaf ya semuanya slow up🙏