Bukan Istri Sementara

Bukan Istri Sementara
Tanggal expired


__ADS_3

Mitha bersandar di dapur, lapar, sakit di bagian pelipis dan sudut bibir menjadi satu, ia menghembuskan napasnya seraya mengelus perutnya yg terasa sakit akibat lapar, "Aku sangat lapar "Keluhnya. bahkan rasa sakit akibat perlakukan suaminya tak ia hiraukan, ia hanya terfokus pada perutnya yg benar-benar tidak bisa menahan lapar lagi.


Dan hingga sore hanya air putih yg dapat masuk kedalam perutnya, Mitha mulai menutup matanya dengan perlahan, ia sudah tak sanggup lagi menahan kelaparan yg ia rasakan sejak dari pagi,


"Buukk" Sesuatu tiba-tiba menimpa tubuhnya, sayup-sayup ia mendengar suara seseorang.


"Dasar lemah, hanya sehari tidak mendapatkan makanan saja kau terlihat seperti akan mati! "Michel mencibir kelemahan Mitha.


Mitha yg sudah tidak memiliki tenaga hanya dapat mendengar sayup-sayup apa yg di katakan Michel, dengan perlahan ia mulai membuka matanya, setelah matanya terbuka sempurna, ia langsung menangkap sebuah kotak makanan yg berada di pangkuanannya. ia langsung memposisikan duduk lebih tegak dan langsung membuka isi kota nasi itu, tak menunggu lama ia langsung melahap menu tersebut dengan terburu-buru, tanpa menghiraukan suaminya yg terus menatapnya, dua hari sebelum ia resmi menjadi istri dari Michel, ia melupakan makan, ia hanya memikirkan bagaimana kehidupannya nanti saat hidup bersama pria yg tidak ia kenal, bahkan pria yg saat ini telah menjadi suaminya sudah melayangkan ultimatum sebelum ia resmi menjadi istrinya.


"Bertingkah baik, akan membuat umurmu panjang, menurut akan membuat kedua orang tuamu aman dari kehidupan gelandangan. "Kata-kata itu bagaikan vidio yg terus di putar di atas kepalanya. bagaimana tidak setiap ia akan berucap, wajah dingin dan menggelap suaminya seakan akan menelannya bulat-bulat.


"Jika kau mati sekarang, aku akan sangat tidak menyenangkan karena aku belum sempat bermain-main denganmu. "Ujar Michel berkata dengan membungkuk, wajah dingin dan kaku terpatri jelas, ia tersenyum mengejek melihat keadaan Mitha.


Tak dihiraukan yg Mitha lakukan terus memasukan makanan kedalam mulutnya, ia tidak tahu kapan lagi akan mendapat makan, sekarang saatnya ia memakan-makanan yg ada, menabung banyak energi adalah caranya bertahan hidup di tempat baru ini, satu hari mungkin ia bisa menahan lapar, namun jika lebih dari itu, ia tidak bisa.


"Kau tahu, bahkan makanan yg kau makan saat ini, hewan peliharaanku saja tidak akan mau, tapi kau begitu lahap memakannya, Cek, aku menyesal memberikannya padamu. "Michel mengambil paksa kotak nasi yg di pegang Mitha, ia melempar kotak nasi tersebut hingga sisa-sisa nasi yg ada dalam kotak itu berhamburan.


"Berani sekali kau mengabaikan ku! "Bentak Michel marah, ia paling tidak suka di abaikan tapi wanita yg saat ini dihadapannya mengabaikannya, wanita yg telah ber status istrinya itu tidak menghiraukan ucapannya, istrinya itu hanya terfokus pada makan yg sebenarnya tidak layak di konsumsi oleh manusia.

__ADS_1


"Aku lapar, dua hari ini aku belum makan, aku--


"Aku tak butuh ceritamu, sekarang bangun rapihkan apartmen ini, ingat tidak untuk melakukan hal yg mematik kemarahanku, jika kau melakukannya walau hanya sedikit, aku tidak akan segan-segan membuat kau tidak bisa jalan atau bersuara lagi. "Ancam Michel, lalu pergi meninggalkan Mitha yg terlihat sudah lebih bertenaga di bandingkan tadi.


Pukul sembilan malam Mitha baru menyelesaikan tugas membersihkan rumah, namun tak ada tanda-tanda sang pemilik rumah akan kembali, setelah sore tadi marah-marah dan meninggalkan apartemen.


"Sebtulnya aku takut sendiri di tengah sepi seperti ini, namun lebih baik aku ketakutan sendiri, daripada ketakutan ada manusia aneh seperti dia. "Ucap Mitha pelan lalu ia mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur, lelah setelah membereskan apartemen yg saat ini di huninya begitu terasa, bagaimana tidak, apartemen ini seperti apartemen yg tidak ber penghuni selama bertahun-tahun, debu, berantakan, dan banyak pula pakai bersih yg bercampur pakaian kotor sisa-sisa makanan berhamburan dimana-mana membuatnya merasa begitu lelah..


"Sebetulnya siapa sih dia? dia bisa mengambil perusahaan keluarga ku dengan mudah, tapi kenapa dia seperti tidak mampuh untuk menyewa seorang ART? benar-benar pria aneh. "Mitha menggerutu sesaat matanya akan terpejam. namun sebelum matanya benar-benar terpejam, suara di perutnya kembali memanggil. "Oh...ini sangat merepotkan, kenapa disaat seperti ini dia mudah sekali meminta jatah. "Lanjutnya merasa kesal.


Suara ketukan pintu membuat Mitha terjolak kaget, pasalnya suara itu begitu keras, bukan itu bukan sebuah ketukan lebih tepatnya sebuah kedoran yg terdengar seakan membangunkan orang yg terlelap, hendak menghindari kebakaran.


"Kau sudah kembali . "Ucap Mitha setelah membuka pintunya.


"Buatkan aku makanan, dan keluarkan seluruh minuman yg berada dalam kulkas, dan masukan minuman dan makanan yg baru, tapi ingat makanan dan minuman itu bukan untukmu "Satu peringatan kembali meluncur dari mulut Michel.


"Asataga.. apa dia adalah seorang psikopat? selain kejam dia juga sangat pelit, bagaimana bisa dia memintaku membuatkan makanan namun tidak berniat berbagi, benar-benar orang kaya yg pelit. "Gumam Mitha menggerutu.


Tiga puluh menit makanan yg Mitha buatkan telah tersaji di meja makan, ia pun langsung memanggil Michel. "Michel makanannya sudah siap, "Ujar Mitha dari depan daun pintu.

__ADS_1


"Bereskan kamarku, sebelum aku selesai makan kau sudah harus menyelesaikan semuanya dan keluar dari kamarku. "Perintah Michel. "Dan satu lagi, jangan pernah menyentuh barang-barang pribadiku, jika aku sampai melihat atau mengetahui itu, kau harus berpasrah diri kehilangan satu tanganmu. "Lanjutnya mengancam.


"Glekk. "Mitha menelan ludahnya dengan susah payah. "Ba-baik.. "jawab Mitha terbata, jika keluar nada ancaman, bersamaan dengan itu akan tersemat juga wajah garang dingin dan kaku yg di perlihatkan Michel.


"Aku tidak mengerti, kenapa tuhan menciptakan wajah tampan pada orang dingin seperti dia? bukankah akan sangat terlihat manis jika dia tersenyum? hah, kenapa aku memujinya, dia tidak pantas mendapat pujian, mana ada orang manis angkuh, dingin, dan kejam. "Mitha bermonolog dengan pikirannya.. "Ayo cepat selesaikan tugas yg diberikan sang raja, sebelum dia kembali mengamuk. semangat. "Ia mencoba tersenyum dan menyemangati dirinya sendiri. menangis, sedih, mengeluh, hanya akan membuat ia mati dengan cepat, setidaknya dengan menyamangati diri sendiri itu tidak terlalu menyiksanya.


Dengan cepat ia membereskan kamar milik baginda raja, kamar itu tidak beda jauh dengan ruangan-ruangan lainnya, penuh debu dan berantakan, "Kenapa pria dingin itu begitu betah di kamar yg bagaikan gudang ini?, lihat saja botol minum dan bungkus snack berserakan dimana-mana, dan kemaren malam dia membawa seorang wanita masuk ke dalam kamar ini, apa wanita itu tidak merasakan jijik? "Mitha terus berkomentar akan isi apartemen milik pria yg saat ini telah menjadi suaminya.


Mitha memasukan seluruh botol minuman dan bungkus snack kedalam plastik sampah hitam yg berukuran besar, dan tak sengaja matanya menangkap tanggal kadarluasa yg tersemat di bungkus snack. Exp tgl 10-01-2016. "Hah, aku tidak salah melihat kan? "Mitha terkejut melihat tanggal kadarluasa yg berada di antara bungkus-bungkus snack yg mungkin menjadi camilan untuk Michel selagi Michel lapar atau sedang iseng saja. ia kembali melihat bungkusan yg lain, ia mengerutkan dahinya bingung. Exp 02-08-2018.


"Apa selama enam tahun apartmen ini tidak pernah di bersihkan? tapi kenapa tidak ada bungkus snack yg baru? hanya ada bungkus snack terakhir tahun 2018. berarti terakhir dia memakan camilan ini tahun 2018, dan sekarang sudah 2021, berarti terakhir kali dia memakan camilan tiga tahun yg lalu? jangan-jangan minuman didalam kulkas juga sudah kadarluasa? "Mitha menelan salvianya, bagaimana ia tidak panik, bahkan tadi pagi hingga siang ia hanya meminum-minuman yg ada di dalam kulkas itu. bagaimana tidak, hanya minuman itu yg ada yg bisa ia konsumsi "Ya tuhan ku akan mati karena minuman itu, "Mitha berusaha mengeluarkan minuman yg telah masuk kedalam perutnya.


"Apa yg sedang kau lakukan? "Suara bariton berdengung keras di indra pendengaran Mitha.


*


*


*

__ADS_1


Hadeh Mitha, takut mati karena siksaan Michel, eh malah minuman yg sepertinya sedang mengancamnya.. tinggalkan jejaknya..


__ADS_2