
Hening, semua nampak diam, tak lama papa Mitha bicara "Mitha kamu adalah putri papa dan mama, tidak ada yg bisa menyangkal itu, sudah sekarang kamu istirahatlah.
"Pah, katakan yg sebenarnya, apa yg mama katakan itu benar?
Papa mitha memandang Mitha dengan tatapan rasa bersalah, "Sayang, kamu adalah putri papa, sampai kapan pun tidak akan ada yg bisa mengubah itu, tidak perduli kamu terlahir dari wanita mana pun, dan tidak perduli jika tidak ada darah papa yg mengalir di tubuhmu, kamu akan tetap menjadi putri papa yg papa besarkan dengan penuh kasih sayang jadi--
"Jadi siapa orang tua kandungku? kenapa kalian merahasiakan hal sebesar ini dariku? "potong Mitha kecewa.
"Mereka--
"Kami tidak tahu siapa orang tua kandungmu, kami mengambilmu dari panti asuhan, Waktu itu mama dan papa menikah sudah delapan tahun lamanya, namun tidak ada tanda-tanda kehamilan, mama dan papa memutuskan untuk bekonsultasi pada dokter, ternyata papamu mengalami hiperprolaktinemia yg menyebabkan tidak dapat menaruh benih di rahim mama, dan setelah mama dan papa tahu jika kami tidak akan bisa memiliki anak, kami pun memutuskan untuk mengadopsi kamu.
"Dan karena itu kalian ingin menjualku? "kembali Mitha menyela ucapan ibunya.
"Kami tidak ada maksud untuk menjualmu, kami menyayangimu, kami ingin kamu mendapatkan yg terbaik, pria yg akan menihaimu adalah pria mapan, mama yakin jika pria itu akan membahagiakanmu.
"Jika aku menikah dengan pria itu, apa hutang-hutang ku selama menjadi anak kalian akan telunaskan? "Tanya Mitha berusaha tenang.
"Mitha, kami tidak pernah berpikir jika apa yg telah kami berikan padamu adalah sebuah hutang, kami menyayangimu dengan sepenuh hati, bagi kami, kamu adalah putri kandung kami, kami sangat menyayangi mu. hanya saja keadaan sekarang ti--
"Aku mengerti. "Sergah Mitha, lalu pergi ke kamar, tidak lama ia kembali menghampiri ibu dan ayahnya dengan sebuah tas di tangannya.
"Ayo, bukankah kita harus pergi ke boutique! "lanjut Mitha terlihat santai tanpa beban.
Ayah dan ibu Mitha terlihat diam, perubahan santai Mitha membuat rasa bersalah mereka bertambah besar. ibu Mitha langsung berhambur memeluk putrinya, "Maaf, maafkan mama, mama salah, mama egois. maaf. "Ntah berapa kali ibunya berkata maaf saat memeluk putrinya .
"Tidak ada yg perlu mama maafkan atau sesali mah. aku yg harus meminta maaf terhadap mama, bagaimana bisa aku berkata hal kasar dan menyakitkan kepada orang yg telah membesarkan dan memberi kasih sayang yg banyak untukku, sementara aku bukan putri kandung kalian, maaf selama ini telah menyusahkan kalian, maaf telah memberikan beban yg begitu banyak, maaf karena aku tidak bisa membalas kebaikan kalian selama ini. terima kasih telah memperlakukan aku layaknya putri kandung kalian sendiri.
__ADS_1
"Tapi jika menikah dengan pria itu akan membahagiakan kalian, aku ikhlas menerima pernikahan ini, aku akan berusaha menjadi anak yg berbakti pada kalian, namun bolehkah aku menjadi serakah sekali lagi, tolong ijinkan aku setelah menikah nanti mencari tahu siapa sebenarnya kedua orang tuaku, "Ujar Mitha masih setia memeluk ibunya..
Ibu Mitha mengangguk setuju, tidak ada alasan untuknya melarang Mitha untuk mencari tahu sosok orang tua kandungnya, "Tapi tolong tidak untuk melupakan mama dan papa. "jawab ibu Mitha.
Ayah Mitha yg mendengar percakapan putri dan istrinya ikut bergabung dan memeluk dua wanita yg selalu ia proritaskan itu, rasa takut akan kemarahan putrinya tadi sesaat setelah mengetahui status mereka yg hanya ayah dan ibu angat bagi putrinya, tadi ia begitu takut, takut Mitha memilih pergi dan tidak akan mau menganggap dirinya lagi, namun ternyata ia salah putrinya yg memiliki hati lembut dan pemaaf itu, dengan kemurahan hatinya dapat menerima semuanya dengan lapang dada, sekarang tidak ada beban lagi yg harus ia sembunyikan. semua telah terungkap walau dengan perasaan takut.
"Tolong tidak untuk berpikir yg tidak-tidak terhadap kami, kami--
"Sudah kalian tidak perlu menjelaskan apa pun lagi, bagiku kalian adalah orang tuaku, orang tua yg menyayangi ku sepenuh hati, aku akan menerima pernikahan ini, bukan untuk membayar kebaikan kalian, anggap saja ini adalah penghoramatan sebagai putri kalian. aku ingin berbakti pada kalian, jadi jika menikah dengan pria itu akan menyelamatkan perusahaan milik keluarga kita aku akan menikah dengannya, sudah cukup kalian berkorban banyak untukku, dan kini saatnya aku membalas seluruh kebaikan kalian dengan cara berbakti kepada kalian. "Ujar Mitha panjang.
Ibu Mitha menangis keras, bagaimana mungkin ia lupa, jika putrinya memiliki hati yg baik dan lembut. "Maaf telah menyakiti perasaanmu. "
"Sudah ku katakan tidak ada yg perlu di maafkan atau termaafkan, mama adalah ibu yg terbaik, seribu, bahkan sejuta kali aku mengatakan terima kasih pun itu tidak akan dapat membalas kebaikan yg telah kalian berikan pada ku.
*
*
*
"Bersiap-siaplah wanita pembawa sial, neraka sedang menantimu. "Ucapnya menyeringai.
"Tuan, ini berkas yg anda butuhkan. "Ucap salah satu anak buahnya menyerahkan sebuah map.
"Hmm.
Setelah mendapat map dari anak buahnya ia langsung menghubungi orang tua Mitha. "Temui aku di cafe xx sekarang, dan bawa juga putri kalian. "Ucap Michel, sebelum orang disebrang sana menjawab ia sudah memutus panggilannya.
__ADS_1
Cafe xx
Mitha dan kedua orang tuanya sudah duduk menunggu kedatangan Michel, Mitha yg sedang berkelana dengan pikirannya sedang menebak-nebak pria yg akan menjadi suaminya itu.
"Bahkan aku dapat menebak jika pria yg akan menikahiku adalah pria tua dengan kepalanya yg botak, dan perut buncit, "Gumam Mitha dalam hati.
Tak lama Michel datang dengan santai namun terlihat dingin. Mitha mengerutkan dahinya bingung, "*Dia pasti anak buah pria tua botak itu, "Gumamnya berstatemen.
"Dasar wanita bodoh, bahkan dia lupa padaku. "Gumam Michel*.
"Baca dan tanda tangani dokumen itu. "Ucap Michel melempar dokumen tersebut kehadapan orang tua Mitha dengan nada memerintah.
"Dokumen apa itu? "sahut ayah Mitha.
"Tentunya perjanjian.
Ayah Mitha langsung membuka dan membaca dokumen yg Michel berikan, "Apa ini? kenapa kami tidak boleh menemui putri kami dalam waktu setahun, saya keberatan. "Protes ayah Mitha.
"Saya menolak keberatan anda. "jawab Michel santai.
"Kau--
"Saya hanya minta anda istri beserta putri anda menadatangani dokumen itu, bukan meminta anda untuk memprotes keberatan. "
"Tap--
"Pah, "Mitha memotong ucapan ayahnya. Mitha mengambil alih dokumen yg sedang di baca ayahnya kemudian ia baca. "Hanya satu tahun bukan! "tanya Mitha menantang.
__ADS_1
Michel menarik bibir atasnya membentuk senyum, "menarik "gumamnya