Bukan Salahku Memilih Pergi

Bukan Salahku Memilih Pergi
Part 10


__ADS_3

Menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya Dinda sampai di depan rumahnya dengan keringat di wajahnya.


Lelah, itulah yang dirasakan Dinda saat ini. Demi kebahagiaan keluarganya, Dinda rela menjalaninya dengan ikhlas.


"Kita sudah sampai Len." ucap Dinda pada Leni.


Leni lalu turun dari sepeda dan berjalan masuk ke teras rumah untuk mengistirahatkan badannya.


Dinda meletakkan sepeda di samping rumahnya. Lalu, menghampiri Leni dengan membawa makanan dan membuka pintu rumahnya.


"Bu, Leni istirahat di kamar dulu ya, capek banget." kata Leni saat duduk di kursi bersama Ibunya.


"Iya, Nak."


Dinda kemudian pergi ke dapur untuk menghangatkan makanan yang di beri Ibunya tadi.


Beberapa menit kemudian, Dinda menata makanan tersebut di meja makan. Kebetulan sekali Dinda tidak perlu memasak lagi sampai besok.


Tak berselang lama, suara motor di depan rumah menghentikan gerakan Dinda dan langsung berjalan membuka pintu untuk Dion juga suaminya.


"Assalamualaikum," ucap Dion mengucap salam saat baru pulang sekolah.


"Waallaikumsalam," sahut Dinda. Sekarang Dion cuci wajah, tangan dan kaki. Lalu, ganti baju setelah itu makan dan tidur siang.


"Baik Bu."


Sedangkan, Bagas hanya duduk di kursi sambil merebahkan tubuhnya yang lelah.

__ADS_1


"Mas, istirahat di kamar. Atau, Mas mau makan siang dulu." ucap Dinda lembut.


"Gak usah, aku udah makan siang tadi." ucap Bagas seraya mengambil bekal di dalam tas.


"Baiklah Mas. Nanti aku bangunin kalau mau kembali bekerja lagi." ujar Dinda mengambil bekal di meja.


"Hmmm."


Dinda berjalan ke dapur sambil meletakkan bekal makanan suaminya juga milik Dion.


Selesai memakai baju, Dion segera berjalan menuju meja makan. Dirinya sudah lapar dan ingin segera menyantap hidangan Ibunya.


Saat berada di meja makan, Dion terpukau begitu banyak makanan tersaji di meja.


"Bu, banyak sekali makanannya." kata Dion nampak berbinar melihat makanan di hadapannya.


"Yeeeeyy…aku juga sudah kangen dengan kakek dan nenek Bu." ujar Dion bersemangat bila diajak pergi ke rumah kakek dan neneknya.


"Ya sudah, sekarang makan dan setelah itu istirahat tidur siang." tutur Dinda.


"Baik Bu."


Satu jam berlalu, Dinda segera membangunkan suaminya agar kembali bekerja.


"Mas bangun, sudah jam 1 siang. Mas gak balik kerja!" ucap Dinda menepuk pelan lengan suaminya.


Bagas yang merasa tangannya ada yang menepuk, segera bangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali.

__ADS_1


Kemudian, Bagas beranjak berdiri dan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Keluar dari kamar mandi, Bagas merasa lapar. Lalu, membuka tudung saji dan nampak terlihat berbagai masakan ada di meja.


"Dek," panggil Bagas.


"Iya Mas, ada apa?" tanya Dinda.


"Ini makanan dapat darimana? Kok banyak sekali!" kata Bagas dengan heran.


"Ow ini tadi, aku ke rumah Ibu Mas. Daripada aku suntuk di rumah, lebih baik main ke rumah Ibu. Sudah lama juga tidak pernah main kesana." jelas Dinda saat duduk di hadapan suaminya.


"Hmmm." Bagas hanya berdehem kemudian mengambil nasi juga lauk.


Bagas makan dengan lahap, seperti orang kelaparan gak makan dua hari. Dinda yang melihat, hanya menggelengkan kepala akan tingkah suaminya yang makan begitu rakus.


Selesai makan, Bagas segera berdiri dan kembali ke bengkel.


"Mas kembali ke bengkel dulu Dek," ucap Bagas berpamitan kepada istrinya Dinda.


"Hati-hati di jalan Mas."


Jangan lupa like, komen dan vote ya 🌹


Terimakasih sudah mampir ke karya recehku.


No boom like ya, nanti author kejang-kejang loh 🤭

__ADS_1


Selamat Membaca 😘


__ADS_2