Bukan Salahku Memilih Pergi

Bukan Salahku Memilih Pergi
Part 11


__ADS_3

Setelah Bagas pergi, Dinda berencana ingin membeli bahan-bahan untuk membuka usaha warung kopi dan juga jajanan gorengan.


Berbekal uang yang di beri Ibunya, Dinda yakin usahanya berjalan lancar.


Kemudian, Dinda segera berpesan kepada Dion untuk menjaga Leni saat dirinya sedang pergi.


Dinda mengayuh sepeda dengan perasaan bahagia. Dinda ingin membantu perekonomian yang semakin mahal setiap bulan.


Sesampainya di toko, Dinda masuk ke toko yang beberapa hari yang lalu dirinya ingin melamar pekerjaan.


"Selamat siang Bu," ucap Dinda menyapa pemilik toko tersebut.


"Selamat siang juga," sahut pemilik warung tersebut.


Kemudian, Dinda berjalan mengambil beberapa barang yang akan dijualnya nanti.


Setelah memilih barang-barang yang dibutuhkan, Dinda berjalan menuju kasir dan membayarnya.


"Belanjaanmu banyak sekali?" ucap pemilik warung tersebut yang mengenali Dinda.


"Iya Bu, ini untuk buka usaha warung kopi dirumah nanti," ucap Dinda tersenyum menanggapi pemilik warung itu.


"Oh…"


Selesai membayar, Dinda segera pergi dari warung dan pulang ke rumah untuk menyiapkan segala hal untuk menata meja dan juga kursi.


Setengah jam kemudian, Dinda sampai dan berjalan masuk ke dalam rumah. Lalu, meletakkan barang belanjaannya di atas meja.

__ADS_1


"Huft, capek sekali." Dinda duduk dan merebahkan tubuhnya di kursi, serta mengibas-ibaskan tangannya karena panas matahari membakar kulitnya yang putih.


Setelah beberapa saat, Dinda duduk dan menghitung ulang belanjaan yang sekiranya kurang. Namun, ternyata itu cukup untuk berjualan nanti.


"Untuk meja dan kursi, nanti aku minta bantuan Mas Bagas membelikannya di toko lain, karena aku juga tak mampu membawanya." gumam Dinda.


Dinda kemudian, mengambil barang belanjaannya dan menyimpannya di kamar dahulu.


Dirinya akan memberitahu suaminya kalau sudah pulang kerja.


Hari tak terasa sudah sore. Bagas pun segera pulang setelah menutup bengkelnya dan 2 karyawannya juga berpamitan kepada Bagas.


Bagas akhirnya sampai di rumah dan masuk tanpa mengetuk pintu. Lalu, meletakkan tas di dekat kamar mandi dan langsung mandi.


Selesai mandi, Bagas keluar dengan wajah dan badan terlihat segar. Masuk ke dalam kamar, terlihat Dinda istrinya sedang merapikan barang-barang yang terbungkus kantong kresek besar.


"Ini, barang-barang untuk aku buka usaha warung kopi, gorengan dan mie nanti." Dinda menjelaskan kepada Bagas suaminya.


"Dapat uang dari mana kamu! Apa kamu pinjam kepada rentenir?" tanya Bagas lagi kepada Dinda istrinya.


"Tidak Mas, ini pemberian dari Ibu. Aku gak mungkin pinjam ke rentenir, 'kan Mas tau sendiri rentenir itu bunganya gede dan banyak maunya." terang Dinda.


"Baguslah, dengan begini kamu bisa membantu ekonomi keluarga kita." ucap Bagas yang sedang menyisir rambutnya yang basah.


"Ehmm Mas, bisa minta belikan kursi untuk aku jualan gak? Sekalian buatkan meja juga?" tanya Dinda yang duduk di tepi kasur.


"Hmmm, nanti aku belikan." kata Bagas yang kemudian keluar kamar ingin memberi makan burungnya.

__ADS_1


"Terimakasih Mas."


Bagas memberi makan burung kesayangannya sambil bersiul, sedangkan Dina membuatkan kopi untuk suaminya di dapur.


Tak berselang lama, Dinda membawa kopi itu ke teras. Nampak Bagas menikmati duduk bersantai sambil memandang burungnya.


"Ini Mas kopinya," ucap Dinda meletakkan kopi di meja.


"Hmmm."


Bagas mengambil kopi itu dan menyeruput minuman dengan meniup-niup agar saat diminum tidak terlalu panas.


"Ah, nikmatnya kopi ini," ucap Bagas.


"Mas, kapan belinya! Keburu malam nanti," ucap Dinda agar Bagas membelikan kursi.


"Sabar kenapa! Ini juga lagi menikmati kopi di sore hari, malah kamu ngajak buru-buru. Bikin aku gak bisa menikmatinya dengan santai." ketus Bagas menjawab.


"Iya nanti aku belikan kursi dan besok aku buatkan meja. Tapi, nanti dulu setelah aku memasukkan burung ke dalam rumah." timpal Bagas lagi.


"Iya Mas." ucap Dinda yang tak berani membantah bila suaminya sudah berbicara.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiah.


Dukung terus author agar tetap semangat dalam berkarya.


Terimakasih yang sudah mampir ke karya recehku.🌹

__ADS_1


Selamat Membaca 🤗


__ADS_2