Bukan Salahku Memilih Pergi

Bukan Salahku Memilih Pergi
Part 15


__ADS_3

Malam hari, Bagas dan Dinda mengajak kedua anaknya jalan - jalan di taman kota. Mereka tampak bahagia menyanyikan lagu anak - anak selama perjalanan. Dinda tersenyum senang juga bahagia, setelah sekian lama tidak pernah keluar rumah seperti ini.


Setengah jam menempuh perjalanan, sampailah mereka di taman kota. Ternyata suasananya cukup ramai, hal itu membuat Dion dan Leni tak sabar ingin bermain di taman yang melihat fasilitas tempat bermain di taman.


"Pak, Bu! Dion sama Leni bermain petak umpet dulu ya!" ucap Dion meminta ijin pada kedua orang tuanya.


"Iya hati - hati ya."


Dion dan Leni pun segera berlari menuju wahana permainan.


Sedangkan Dinda dan Bagas duduk berdua di kursi taman. Jarang sekali mereka menyempatkan kencan seperti ini.


"Mas, kita udah berapa lama nikah?" tanya Dinda pada suaminya.


"Kurang lebih delapan tahun. Memangnya ada apa?" tanya Bagas balik.


"Gak ada apa - apa sih. Kita jarang pergi keluar malam bersama kayak gini Mas. Rasanya tuh adem dan damai kalau jalan - jalan bersama keluarga." ujar Dinda seraya kepalanya bersandar di bahu suaminya.

__ADS_1


"Iya kapan - kapan kayak begini lagi." sahut Bagas yang sedikit kaku dan memang jarang keluar.


Satu jam berlalu, udara malam semakin dingin. Dinda segera mengajak Dion dan Leni kembali pulang, sebab besok harus sekolah dan Dinda juga harus membuat gorengan besok pagi.


"Dion, Leni! Ayok pulang, sudah malam besok waktunya sekolah." pinta Dinda saat menghampiri kedua buah hatinya.


"Baik Bu. Yuk, Ka Dion! Ibu ngajak pulang, kapan - kapan kesini lagi." ajak Leni kepada kakaknya yang masih bermain.


"Yaah, padahal masih ingin bermain." sahut Dion dengan wajah cemberut.


"Kapan - kapan kesini lagi kalau sempat ya!" ucap Dinda memberi pengertian kepada Dion.


Kemudian, Dion, Leni dan Dinda segera naik motor dimana Bagas menunggu di tempat parkir.


Bagas melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Angin malam berhembus menembus tulang tak membuat Dinda dan kedua anaknya tidak merasakan dinginnya malam.


Beberapa saat lalu, Bagas sampai dirumah dan ternyata Leni tidur dalam perjalanan. Dinda menggendong Leni dan Dion menunggu Bagas mengambil kunci rumah dalam tas. Pintu rumah terbuka, Dinda segera membawa Leni ke kamar. Sedangkan Dion mencuci kaki dan tangan, tak lupa menggosok gigi sebelum tidur. Itu adalah yang sering diajarkan Dinda pada anak - anaknya agar menjaga kebersihan.

__ADS_1


Selesai menggosok gigi, Dion kembali ke kamar dan tidur seraya ditemani Dinda yang merapikan tempat tidur.


"Ibu juga segera istirahat ya?" pinta Dion menatap wajah lelah Ibunya.


"Iya sayang." ucap Dinda seraya mencium kening anaknya.


Tak lama, Dion tertidur dan Dinda menyelimuti Dion sampai sebatas dada. Lalu, Dinda keluar kamar dan melihat suaminya sedang menonton televisi sambil bermain ponsel.


"Mas, sudah malam waktunya tidur." pinta Dinda.


"Iya nanti ajalah. Kamu pergi tidur saja duluan!" sahut Bagas yang fokus dengan ponselnya.


Sedangkan Dinda hanya geleng - geleng kepala melihat suaminya itu. Kemudian, Dinda pergi ke dapur menyiapkan bahan untuk membuat tahu isi dan heci untuk jualannya besok. Untung saja keperluan jualan mie instan dan kopi stoknya masih banyak. Dinda hanya tinggal membuat gorengan saja besok pagi buta.


Satu jam Dinda telah menyelesaikan bahan adonan dan tinggal menggoreng saja waktu pagi subuh nanti. Kini, Dinda menutupi baskom tersebut agar tidak dimakan tikus. Lalu Dinda mencuci tangan dan kaki juga menggosok gigi sebelum tidur.


Keluar dari kamar mandi, Dinda kembali ke kamar dan nampak suaminya sudah tidur terlelap. Dinda hanya tersenyum dan ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya dan tak lama ikut terlelap terbawa ke mimpi indah.

__ADS_1


Hai semua, maaf baru up. Jangan lupa ike, komen, vote dan tonton iklan yak. Terima kasih sudah mampir 😘


Selamat Membaca 🤗


__ADS_2