
Bagas, kemudian pergi ke kamar mandi setelah rasa lelahnya reda.
Sedangkan Dinda kembali ke dapur untuk memasak. Sebab, sejak tadi pagi Dinda belum memasak sama sekali dan hanya membuat untuk sarapan pagi saja.
Kini Dinda berada di dapur menyiapkan segala bahan masakan.
Setengah jam kemudian, masakan Dinda matang dan menyajikannya di meja makan.
Tak terasa sore telah tiba, Dinda membangunkan Dion dan Leni di kamar. Akan tetapi, kedua buah hatinya ternyata sudah bangun dan bermain boneka di kamar Leni.
Dinda sangat senang, anak - anaknya ternyata sudah mandiri. Bahkan bangun tidur mereka bangun sendiri.
"Ayo, hari sudah sore waktunya mandi," pinta Dinda yang duduk di tepi ranjang.
"Iya Bu, sebentar lagi." sahut keduanya kompak.
Selesai bermain dan membereskan tempat tidur, Dion dan Leni saling berebut untuk mandi. Akhirnya mereka melakukan permainan gunting, batu, kertas. Siapa yang menang dia yang mandi duluan.
"Gunting batu kertas!" ucap Dion dan Leni bersamaan.
__ADS_1
Ternyata Dion mengulurkan tangannya dalam bentuk kepalan yang artinya batu. Sedangkan Leni gunting, dan akhirnya pemenangnya adalah Dion.
Dion tersenyum penuh kemenangan langsung pergi ke kamar mandi dan Leni cemberut karena kakaknya yang menang. Dinda hanya tertawa melihat aksi keduanya itu.
"Leni jangan sedih ya. Hanya permainan, wajar kalah menang itu hal biasa. Sekarang senyum dong nanti malam kita jalan - jalan ya sama Kak Dion." kata Dinda dengan tersenyum agar Leni tidak bersedih lagi.
"Beneran Bu! Horeeee, jalan - jalan sama Ibu dan Kak Dion. Bapak ikut juga 'kan Bu?" tanya Leni.
"Iya, nanti pergi sama Bapak." kata Dinda seraya mengelus rambut Leni.
Tak lama Dion keluar kamar mandi, Leni langsung bergegas bergantian masuk untuk di mandikan Dinda.
Setelah ketemu, Dinda segera mengambil baju terusan rok pendek selutut warna ungu untuk dipakai Leni.
Dion dan Leni telah wangi, sedangkan Bagas masih tidur dengan pulasnya setelah bekerja seharian.
Dion, Leni memilih menonton televisi karena acara kartun sore hari bagus dan lucu.
Dinda pun juga segera mandi karena sudah berjanji pada anaknya untuk keluar malam ini. Selesai mandi, Dinda menuju dapur membuat kopi hitam untuk suaminya.
__ADS_1
Kemudian, Dinda menuju kamarnya sekaligus membangunkan Bagas suaminya karena hari semakin sore dan menuju malam.
"Mas, bangun. Mas Bagas bangun, hari sudah sore waktunya mandi." ucap Dinda yang menepuk pelan bahu suaminya.
Bagas yang merasakan tangan istrinya langsung bangun dan menarik tangan Dinda kedalam pelukannya.
"Wangi banget mau kemana?" tanya Bagas yang mencium aroma tubuh istrinya itu.
"Dinda barusan selesai mandi dan Mas juga buruan mandi, nanti malam kita keluar. Dinda sudah janji sama anak - anak kalau kita jalan - jalan. Sudah lama Mas kita gak jalan bareng sama Dion dan Leni." kata Dinda yang berada di dekapan suaminya.
"Ya sudah Mas mandi dulu. Tapi… cium dulu dong?" goda Bagas pada istrinya.
Dinda pun mencium pipi suaminya sekilas dan itu membuat Bagas kurang puas. Bagas pun langsung mencium bibir Dinda dengan rakus, karena gemas melihat bibir seksi istrinya itu.
Setelah puas, Bagas langsung pergi ke kamar mandi. Sedangkan Dinda tampak wajahnya memerah merona karena aksi suaminya. Hal itu membuat jantung Dinda berdetak tidak karuan.
"Kenapa mendadak sekali Mas kalau mencium." gumam Dinda seraya memegang pipinya dan tersenyum sendirian di kamar.
Haiii semuaa..maaf baru update. Jangan lupa like, komen dan tonton iklannya ya. Terimakasih sudah mampir.
__ADS_1
Selamat Membaca 🤗