Bukan Superwomen

Bukan Superwomen
Bumbu Racik


__ADS_3

Risna


Dia sahabatku sejak masih kecil, rumah kamipun berdekatan. Kami seumuran, jadi baik di rumah maupun sekolah kami selalu bersama. Orang tua kami sama-sama bekerja di pabrik gula, kami tinggal di perumahan yang di sediakan bagi karyawan pabrik gula.


Setelah lulus SMA, aku dan dan Risna terpisah. Kami lulus di universitas negeri yang berbeda. Apalagi ayah sudah pensiun dari pabrik gula, lalu kami pindah ke rumah yang ayah bangun di kampung sebelah. Hal itu membuat aku dan Risna semakin sulit untuk sekedar bertemu.


Sebagai anak perempuan satu-satunya, Risna sangat di sayang dan di manjakan oleh orang tua serta kakaknya. Risna terlahir sebagai anak bungsu dan perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara.


Jadi wajar saja jika Risna tak pernah menyentuh pekerjaan rumah tangga, terutama memasak. Semua di kerjakan oleh Ibu dan Mbak Sih, asisten rumah tangga di rumahnya.


Risna sekarang sudah menikah dan mempunyai 3 orang anak. 2 perempuan dan 1 laki-laki. Suami Risna bertugas di Papua dan pulang setiap 3 bulan.


Wina, putri pertama Risna, sudah semester 4 di salah satu universitas negeri ternama di kota ini. Sedangkan Ratri, putri keduanya, baru kelas 2 SMK. Putra bungsunya, Radit masih kelas 2 SMP.


Risna sendiri adalah seorang guru di salah satu sekolah kejuruan. Sebagai seorang Ibu, Risna biasa mengantar jemput anak-anaknya dan selalu mendampingi mereka kemanapun.


Aku dan Risna kembali bertemu di sekolah putra bungsuku, yang ternyata satu sekolah dengan putra bungsu Risna. Sejak itu kami mulai sering bertemu lagi


Sejak menikah, Risna sudah belajar mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, kecuali memasak. Sampai saat ini, Risna hanya bisa memasak nasi (itupun menggunakan rice cooker), air, mie dan telur.


Ketika anak-anaknya masih kecil, Risna menggunakan jasa asisten rumah tangga. Sejak Putri pertamanya mulai bisa di beri tanggung jawab, dia tak lagi menggunakan jasa asisten rumah tangga.


"Jaman sekarang susah cari asisten rumah tangga yang benar-benar sesuai keinginan kita. Ada aja ulahnya, kalau tidak pacaran terus, ya minta libur. Padahal kerjaan belum beres" curhatnya saat aku tanya alasan tak mencari asisten rumah tangga.


Siang ini, Risna berkunjung ke rumahku. Sebenarnya aku yang mengundangnya, kebetulan aku masak banyak, aku ingin membagi masakanku, sekalian mengajaknya makan siang.

__ADS_1


"Masakanmu enak, Ma" tutur Risna setelah menghabiskan makanannya.


"Alhamdulilah"


"Ini namanya sayur apa?" Tanya Risna


"Sayur bening"


"Sayur bening?"


"Iya"


"Baru denger ini"


"Pake bumbu merk apa sih?"


"Hah?!"


"Kamu masak, pakai bumbunya merk apa? Belinya dimana?" tanya Risna lagi


Agak lama mencerna pertanyaan Risna, akhirnya aku paham maksudnya.


"Bumbunya aku bikin sendiri"


"Masak sih?! Enak banget... Emang bumbunya apa aja?

__ADS_1


Aku sebutkan satu persatu bumbu untuk sayur bening yang tadi kami santap, serta cara mengolahnya.


"Gampang ternyata ya" Gumam Risna sambil mengganggukkan kepala.


"Di rumah kamu siapa yang masak?" Tanyaku hati-hati


"Waktu ada asisten sih yah mbak asisten yang masak. Kalau sekarang gak ada. Paling cuma masak nasi, mie instan dan telur"


Hah


"Jadi selama ini cuma makan itu?"


"Ya gaklah, biasanya aku beli makanan jadi."


"Kamu gak pernah masak sayur atau apa gitu?" Tanyaku semakin penasaran


"Pernah kok, masak sayur sup, sayur asem, nasi goreng, opor ayam, juga. Biasanya aku pake bumbu racikan, jd tinggal numis bawang, masukin sayur, tambahin deh bumbu racikannya. Murah lho, sebungkus cuma 2000. Gampang dan gak repot, rasanya juga enak" jelasnya panjang lebar sambil tersenyum bangga.


"Kaya bakwan jagung ini, aku sering bikin di rumah. Jagung muda di serut, kasih telur sama tepung bumbu, campur lalu goreng. Jadi deh" lanjutnya lagi sambil mengunyah bakwan jagung.


Aku langsung menepok jidatku....


****


Terima kasih sudah membaca, tinggalkan vote dan komen ya biar makin semangat bikin cerpennya🙏🙂

__ADS_1


__ADS_2