
Suatu hari di sore yang indah, aku sedang bermain dengan gawaiku saat telepon dari Bapak mertua masuk
"Halo, Pak"
"Icha, tadi ada telepon bilangnya dari pinjaman online. Ada utangmu yang belum di bayar" Ujar orang di seberang langsung pada inti permasalahan.
Deg! Jantung dan dunia serasa berhenti
"Benar ya, Icha? Katanya 1 juta" lanjutnya
"Udah kok, Pak. Udah saya bayar tadi sore"
"Tapi, katanya belum bayar. Terus bilang tahu nomor Bapak dari Icha"
"Penipuan itu, Pak. Mereka mau cari untung itu."
"O iya sudah"
"Iya, Pak" Bapak mertua sudah mengakhiri panggilan teleponnya.
Perasaan aku tidak pernah memasukkan nomor telepon Bapak mertua di kontak darurat pinjaman online. Tapi kok bisa di telepon sama mereka?
Aku langsung mengambil gawaiku dan membuka aplikasi pinjaman online tersebut. Ternyata banyak yang komplain karena semua kontak yang ada di handphone si peminjam di hubungi untuk penagihan. Bahkan ada yang sampai di teror dengan kata-kata yang tidak pantas. Ada juga yang fotonya di gunakan untuk penggalangan, mereka tidak segan-segan untuk mempermalukan si peminjam. Tidak sedikit juga yang bunuh diri, karena tidak kuat menghadapi teror dari para penagih itu.
"Bukan saya tidak mau membayar, saya cuma butuh waktu tambahan. Denda dan bunganya juga pasti saya bayar semua. Saya juga mengirim email sebagai pemberitahuan. Tapi awas saja, kalau menghubungi apalagi sampai meneror kontak yang ada di handphone saya, akan saya laporkan ke pihak berwajib dan saya tidak akan membayar sepeserpun" Plus bintang satu.
****
"Halo, Ibu Icha. Pinjaman Ibu sudah lewat jatuh temponya, sudah satu minggu, Bu. Kapan mau di bayarkan, Bu? Melalui apa?"
"Aku belum ada dananya"
__ADS_1
"Lho di perjanjian kan jelas tertulis jatuh tempo tanggal 6, sekarang sudah tanggal 18 lho, Bu. Harusnya Ibu sudah siap dananya"
Aku menarik nafas panjang sambil membaca tulisan di secarik kertas.
"Halo, Bu"
"Iya, mas. Maaf sekarang saya belum ada dananya. Besok aja deh, Mas"
"Gak bisa, Bu. Harus hari ini. Kalau tidak kami akan menghubungi semua nomor yang ada di handphone ibu"
"Ya udah, nanti saya transfer. Tapi sekarang mas buka handphone mas dulu ya"
"Iya, Bu. Sudah saya buka"
"Ada sms atau internet bangking?"
"Ada, Bu. Saya pakai internet banking"
"7.375.396 rupiah, Bu"
"Bagus. Sekarang mas ikuti instruksi dari saya ya"
"Baik, Bu"
30 menit kemudian
"Selamat anda telah berhasil melunasi pinjaman anda. Silakan kembali ke menu utama jika ingin mengajukan pinjaman lagi dengan limit yang lebih tinggi"
Berhasil dan sisanya lumayan untuk jajan sama Mbak Alya. Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasihku.
****
__ADS_1
2 jam sebelumnya
"Halo, Cha"
"Iya, mbak. Gimana?"
"Ada orang dari pinjol telepon Mbak, nagih utang kamu ke Mbak nih" Jelas Mbak Alya
"Mereka telepon mbak? Aduh maaf, Mbak. Aku gak ngasih nomor mbak ke mereka. Mungkin mereka ambil data di handphone aku. Jadi mereka bisa dapet nomor mbak Alya" Jawabku dengan nada melas. Sungguh malu rasanya, sudah lama aku tidak berkomunikasi dengan Mbak Alya dan kami juga hanya sekedar berteman biasa, jadi kami tidak akrab.
"Iya, gak papa kok. Mbak tahu kok, mbak juga pernah pakai pinjaman online." tuturnya sambil tertawa
"Beneran gak papa, mbak! Duh jadi gak enak sama mbak Alya"
"Aman. Aku mau kasih kamu sesuatu, barangkali ini bisa menyelesaikan masalah kamu."
"Iya, mbak. Aku mau, tapi apa?"
"Kamu denger baik-baik ya......." Aku benar-benar mendengarkan penjelasan Mbak Alya dengan baik, serta mencatat hal-hal yang penting.
"Udah, gitu aja. Gimana, paham kan?!" tanya Mbak Alya di akhir penjelasannya
"Siap, Mbak. Akan aku coba"
"Nanti kalau berhasil, traktir kopi ya" candanya
"Ok, nanti aku kabarin ya, mbak"
****
Terima kasih sudah membaca, tinggalkan vote dan komen ya biar makin semangat bikin cerpennya🙏🙂
__ADS_1