
"Kamu tahu nggak? Mantanmu mau nikah dengan Rizal"
Aku mengangguk sembari tersenyum, meski perih menyayat hati. Itu bentuk sandiwara yang kuharap bisa menipu orang-orang yang memandang kasihan. Aku tak butuh dikasihani. Siapa sih rela jika perempuan yang telah menjalin hubungan lama, tapi malah nikahnya sama orang lain. Lebih gilanya lagi orang lain itu berstatus sahabat.
Air mata ingin melesat, membanjiri pipi. Namun, sebisa mungkin kutahan karena tak ingin dianggap lemah. Aku harus terlihat kuat seperti baja, meski sebenarnya hati ini rapuh seperti kaca.
Anya, perempuan yang kutemui tujuh tahun lalu. Saat itu aku dan ayahku tengah mengunjungi salah satu oramg yamg kerabat jauhku, Anyalah yang menyajikan teh untuk kami. Dia menjawab semua pertanyaan yang di ajukan ayahku padanya sambil tersenyum. Ketika mata kami bersirobok, saat itulah aku tersihir oleh pesonanya. Tak hanya cantik, dia juga punya lesung pipit di kedua pipinya.
Sejak hari itu, hubungan kami semakin dekat. Dia, dengan segala keramahan dan kebaikan hati, selalu memberi perhatian yang membuat siapapun melayang. Sikap manisnya membuatku meleleh dan terpedaya. Bahkan semua keluargaku setuju jika aku mendekatinya.
Hari itu, di hadapan keluarga, aku menyatakan cinta setelah satu minggu melakukan pendekatan. Tak ragu dia mengangguk setuju.
__ADS_1
Dua minggu setelah kami jadian, aku pun kembali ke tempat tugasku. Dan sejak saat itu kami menjalani hubungan jarak jauh. Meski aku tinggal di pedalaman, komunikasi pun cukup lancar, dan kami hanya bertemu setiap 6 bulan.
Meski LDR, Anya mengenal semua teman-temanku, termasuk Rizal. Rizal adalah teman paling dekat yang ku kenal sejak aku bertugas disini. Dia yang paling tau tentang hubungan kami.
Tahun pertama hubunganku dengan Anya lancar, jauh dari godaan dan rintangan.
Tapi di tahun kedua, aku mulai tergoda dengan Maya, salah seorang petugas kesehatan yang baru di tempatkan di tempat tugasku. Aku mulai mendekatinya, dia pun memberi respon yang baik. Tak butuh waktu lama untuk pendekatan, kamipun resmi jadian. Sejak jadian Maya, aku mulai jarang menghubungi Anya. Yang dulu hampir setiap hari, sekarang hanya sekali dalam sebulan.
Maya yang terus menuntut pertanggungjawaban, akhirnya mau untuk menggugurkan kandungannya. Ya, aku yang memintanya, dengan segala rayuan dan janji palsu. Aku tak merasa bersalah, karena di awal hubungan kami, Maya tahu tentang hubunganku dengan Anya.
Akhir tahun aku mengambil cuti tahunan, aku akan menghabiskan tahun baru dengan Anya dan keluarganya.
__ADS_1
Aku sadar, aku takut kehilangan Anya. Aku akan tetap bersama Anya, dan mengakhiri hubunganku dengan Maya. Mungkin ini akan sangat menyakiti Maya. Tapi aku tak mungkin memilih keduanya.
Setahun berlalu, aku mengulang kesalahanku lagi. Aku berselingkuh lagi, dan masih dengan wanita yang sama, Maya. Maya kembali mengandung anakku dan Anya mengetahuinya. Anya murka dan menyuruhku bertanggung jawab.
Anya mulai menjauh, dia tidak pernah merespon telepon dan smsku lagi. Kalaupun di respon, hanya dengan kalimat singkat.
Aku mulai merasa kehilangan, tapi di sisi lain aku sangat menikmati perselingkuhan ini. Maya kembali ku rayu, hingga akhirnya dia mau menggugurkan anak kami lagi. Tapi sial bagiku, kali ini orang tua Maya menuntutku untuk menikahi putrinya. Bukan karena mereka mengetahui kehamilan Maya, tapi karena mereka mengetahui hubunganku dengan Anya. Bukan hanya orang tua Maya, masyarakat di sekitar tempat tinggal kami juga tahu. Mereka menyebut Maya sebagai selingkuhan. Orang tua Maya tidak terima, sehingga mereka menuntutku untuk menikahi Maya.
Akhirnya disinilah aku, menjadi suami Maya. Meski terlihat sebagai pasangan yang mesra dan bahagia, nyatanya aku masih merindukannya. Diam-diam aku suka memantau aktifitasnya di sosial media. Meski tak kutemukan apapun, karena Anya lebih suka membagikan konten yang mungkin bermanfaat untuknya. Padahal aku sangat ingin melihatnya, sangat merindukannya.
***
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca, tinggalkan vote dan komen ya biar makin semangat bikin cerpennya🙏🙂