
Aku sedang merapikan tanaman, saat Mia datang. Wajahnya tampak sedih dan bingung.
"Kamu kenapa, Mi?"
Mia hanya diam, sambil memainkan ujung jilbabnya
"Aku mau cerita, kak"
"O, ayo masuk."
Mia hanya menggangguk, sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"kenapa, Mi?"
Mia adalah kerabat jauhku dari pihak ibu, karena rumah kami berdekatan, jadi hubungan kami sangat dekat. Kami biasa saling mengunjungi, anak-anak kami pun umurnya sepantaran. Jadi mereka pun biasa main bersama.
Aku meletakkan peralatan berkebun, mencuci tangan, lalu masuk menghampiri Mia.
"Kamu mau cerita apa?" tanyaku
"Aku bingung mau mulai darimana?"
"Cerita saja"
Mia hanya mengangguk.
"Aku takut, aku belum bisa bayar utang di pinjaman online. Penagihnya galak, bahasanya kasar. Mereka mengancam akan menyebarkan data pribadiku. Bahkan mereka sudah menelpon mertuaku. Gak cuma itu, mereka sms ke bunda. Bilang aku penipu, pencuri, sudah melakukan penggelapan dana, bang***, sialan. Aku takut" cerita Mia sambil menangis tersedu.
"Emang kenapa belum kamu bayar?"
"Aku belum punya uang, aku sudah berusaha mencari pinjaman, tapi belum dapat juga. Bunga dan dendanya juga sudah semakin bertambah. Malah sudah dua kali lipat dari uang yang aku dapat. Usahaku sudah dua bulan ini macet. Aku sampai gak berani keluar rumah"
"Terus uang hasil pinjaman kamu gunakan untuk apa?"
__ADS_1
"Untuk menutup kekurangan di rumah kami, sebagian juga untuk tambahan modal"
"Suamimu tau?"
"Awalnya enggak, tapi karena bingung aku baru cerita ke dia"
"Tanggapannya gimana?"
"Dia biasa aja, dan dengan tegas bilang kalau dia gak mau membantuku membayar utang-utangku. Malah dia menudingku istri yang tidak tau bersyukur" Mia mulai terisak.
"Dia pernah mengatakan kalau aku ini perempuan yang gak berguna. Makanya setiap ada sesuatu yang kurang, aku mengajukan pinjaman. Dia gak pernah tahu, kalau gajinya gak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami." Lanjutnya
"Tunggu sebentar ya, aku ambil minum dulu"
Mia hanya menggangguk
Aku masuk ke dalam, membuat dua gelas es sirup untuk kami berdua, juga sepiring bolu.
"Iya, mbak"
Mia tampak sudah tenang sekarang.
"Mi, kamu tahu pinjaman online itu ada legal dan yang ilegal"
Mia menggangguk
"Setahu aku nih, yang legal itu punya ijin resmi dan terdaftar di OJK. Bunga dan tempo pinjaman gak memberatkan konsumen. Gak akan sampai mengancam, apalagi sampai meretas ponsel pelanggannya. Polisi saja kalau mau meretas ponsel orang, pasti minta ijin dulu."
"Jadi yang mengancam aku itu yang ilegal ya?"
"Bisa jadi. Coba kamu caritahu status pinjaman online tersebut."
"Terus kalau ilegal gimana?"
__ADS_1
"Yang ilegal, mereka cenderung memaksa untuk segera melunasi pinjaman. Tapi mereka gak akan datangin kita, karena mereka gak punya penagih lapangan. Mereka juga meretas ponsel kita tanpa ijin, jadi mereka bisa menghubungi semua kontak di ponsel kita. Mereka beranggapan dengan meneror dan mengancam, mental kita jadi down, jadi dengan mudah mengikuti kemauan mereka. Tak jarang juga mereka menyebarkan fitnah tentang nasabahnya"
Mia tampak menggangguk
"Kamu masih simpan bukti pengancaman mereka?"
"Iya masih"
"Kamu kumpulin, kamu bisa melaporkannya ke pihak berwajib. Kamu bayarnya sesuai jumlah uang yang kamu terima saja."
"Nanti mereka balik penjarakan aku gimana?"
"Mi, gak ada undang-undangnya, tidak mampu bayar hutang masuk penjara."
"Bener?"
"Iya"
"Wah terima kasih ya, mbak. Pengetahuanku jadi bertambah. Sampai rumah aku akan cek status pinjaman online tersebut."
"Iya, sama-sama. Kalau ada kebutuhan mendesak, bilang ke aku saja. Kalau ada, pasti aku bantu. Bayarnya bisa kapan-kapan, tanpa bunga pula. Ingat, bayar utangnya kalau kamu punya rejeki, jangan di paksakan. Jangan sampai membuat lubang baru"
"Iya, mbak."
***
Dengan ijin mas Rio, aku meminjamkan uang kepada Mia. Bisa kulihat air mata bahagianya saat ku antarkan uang itu. Dan Mia berjanji akan membayarnya dengan cara mencicil setiap bulan. Meski sebenarnya jika tak sanggup membayarnya pun akan ku ikhlaskan uang itu.
Tapi, Mia tidak mengecewakanku, dia benar-benar menepati janjinya. Setiap bulan dia mencicil hutangnya, meski memakan waktu 2 tahun untuk melunasinya.
****
Terima kasih sudah membaca, tinggalkan vote dan komen ya biar makin semangat bikin cerpennya🙏🙂
__ADS_1