Bukan Superwomen

Bukan Superwomen
Kekuatan Doa


__ADS_3

Kekuatan Doa


Sudah 2 minggu ini Arin tidak ke kampus. Saat aku hubungi, Arin juga tak pernah merespon. Padahal menurut Mia teman satu kost Arin, Arin ada di kost cuma jarang keluar.


"Rin, aku ke kostmu ya. Aku sudah di jalan, mau di bawain apa?"


Terkirim, tak lama muncul centang biru.


"Iya, Mel. Tidak usah, Mel. Nanti kalau udah sampai kost, chat aku ya" balasan dari Arin


***


"Rin, aku sudah di depan kamarmu" terkirim.


Tak lama pintu kamar Arin terbuka.


"Rin" sapaku


"masuk, mel"


Arin terlihat memgawasi sekitar, sebelum kembali menutup pintu kamarnya


"Kenapa?"


"tidak kenapa-napa. Duduk, rin"


"iya. Eh, ini aku bawakan makanan. Kamu belum makan kan?! Kita makan bareng"


"iya, aku ambil piring dulu ya"


"iya"

__ADS_1


Arin, dia sahabatku sejak kami masih sama2 mahasiswa baru.


Arin telah kembali dengan 2 piring, 2 sendok dan 2 gelas air minum. Aku membantu membuka bungkusan makanan yang ku bawa.


"bawa apa, mel?"


"gado-gado. Aku beli di warung langganan kita"


"wah enaknya. Ayo makan"


Kami menghabiskan makanan dalam diam.


***


3 hari kemudian


Aku baru bangun saat ada chat dari Arin.


"iya, Rin. Aku baru bangun. Kenapa?"


Baru saja centang biru, Arin langsung menelponku.


"Halo, Rin" sapaku


"Mel, aku sekarang percaya kalau keajaiban itu ada."


"Tadi malam, setelah baca doa yang kamu kasih, tiba2 ada sms masuk yang bilang kalau utang saya udah lunas. Pas cek di aplikasinya, ternyata beneran udah lunas"


"Wah, aku ikut seneng dengernya."


"Gak cuma itu aja, tadi pagi sepupu yang pernah aku minta pinjaman ngabarin kl dia udah ada uang. Jd dia bisa kasih aku pinjaman. Nanti bayarnya aku cicil tiap bulan"

__ADS_1


"Dan pas aku beresin tempat tidur, aku nemu amplop yang berisi uang 1juta. Padahal tiap hari aku beresin, tapi baru kali ini ada begituan" Arin bercerita dengan penuh semangat.


"Itu mujizat, Rin. Tuhan gak akan memberi cobaan melebihi kemampuan umatnya, asal kita sabar dan ikhlas menjalaninya."


"iya, mel. Aku pikir selama ini Tuhan gak akan mau bantu aku"


"Arin sayang, di hidup ini semua ada waktunya. Ada waktunya kita menabur, ada waktunya juga kita menuai. Mungkin doamu tak terjawab sekarang, tapi tetap yakin Tuhan menjadikan segalanya indah pada waktu yang tepat"


"Iya, Mel. Terima kasih ya buat doa dan nasehatnya."


"Iya, Rin"


Aku sangat bahagia mendengarnya. Padahal 3 hari yang lalu, Arin sangat putus asa dan penuh ketakutan


"Pas ujian semester kemarin, kan pas ayah sakit. Jadi aku pinjam uang di pinjaman online uang smester dan kost. Pinjaman itu jatuh temponya tepat sehari setelah ayah meninggal. Aku udah usaha cari pinjaman, tapi gak dapat. Aku takut, Mel. Aku sering banget di teror, bahkan mereka mengancam bahkan sampai ada maki-maki. Aku takut, kalau mereka sampai menghubungi Bunda. Aku gak mau bikin Bunda susah. Utang buat perawatan ayah selama sakit aja belum lunas" Air mata Arin mengalir deras saat bercerita.


Aku turut prihatin. Andai aku punya uang, pasti aku sudah membantu Arin.


"Aku berdoa juga percuma, gak ada yang berubah. Tetep aja gak ada yang bantu. Aku udah usaha cari pinjaman, tapi gak dapat juga."


"Sabar, Rin."


"Aku menyerah, Rin. Rasanya mau bunuh diri, tapi aku ingat Bunda."


"Jangan putus asa, Rin. Terus berdoa, jangan menyerah."


"Percuma, Rin. Tuhan gak pernah dengar doaku"


"Sabar, Rin. Kalau doamu belum terkabul, itu karena Tuhan ingin lebih dekat denganmu. Mungkin selama ini kamu kurang berdoa. Jadi jangan berhenti berdoa dan tetap percaya padaNya. Pertolongan Tuhan pasti datang di waktu yang indah"


***

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca, tinggalkan vote dan komen ya biar makin semangat bikin cerpennya🙏🙂


__ADS_2