
Deru mobil terdengar memasuki halaman Rumah yang luasnya lumayan itu.
Tak berselang lama, suara langka kaki pun juga mulai semakin jelas mendekat ke ruang keluarga dimana pak Mischa dan bu Rini sang istri sedang duduk santai sambil menonton acara tv kesukaan mereka.
“Adek, dariman nak..? kok jam segini baru pulang..?” Tanya bu Rini setelah anaknya melewati ruang tamu
Ratu Anatasya Raharja 21 tahun, adalah anak kedua dari pasangan Mischa Raharja dan Rini Milani Raju. Sedangkan kakaknya bernama Mirza Maliki Raharja, Dosen di universitas ternama di Surabaya.
Ratu terbilang anak yang cuek, pendiam, namun mandiri.
Apapun masalah yang dia hadapai, dia selalu berusaha menyelesaikan sendiri tanpa mau melibatkan orang tuanya apalagi orang lain.
Semua selalu di hadapinya dengan sendirian.
Ratu adalah putri yang sangat berbakti. Namun bukan berarti dia mengubur imipannya dan mau mengikuti keinginan sang Ayah untuk ikut menjalankan perusahaan sang Ayah yang bergerak di bidang elektronik.
Ratu sama sekali tidak tertarik di bidang itu. Untuk itu dia selalu menolak dengan halus permintaan Ayahnya dengan alasan takut gagal.
Ratu kini menjalani usaha kuliner yang sudah memiliki satu cabang di bali dan dan satunya lagi di jogja.
Kesuksesannya di bidang ini cukup menjadikan dia berada di deretan pengusaha wanita muda terkaya versi salah satu tabloid di kotanya.
“Ratu tadi banyak kerjaan ma yang harus di selesaikan dulu.” jawab Ratu dengan pelan
__ADS_1
“Ratu ke kamar dulu ya ma, pa..” ucapnya dengan langsung berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamarnya
“Pa, mama ke Ratu dulu ya sebentar..?” pinta bu Rini yang di angguki sang suami
Tok tok tok..
“Dek.. Mama boleh masuk gak..?”
Merasa tak ada jawaban, bu Rini memutar handle pintu dan mengintip sebelum masuk
"Ratu.. Adek..?" Panggil sang ibu celingak celinguk
Sementara di dalam kamar mandi, Ratu diam mematung setelah membasuh mukanya hingga tak menyadari panggilan mamanya yang kini berada di balik pintu.
“Astaghfirullah mama..” Ratu mengelus dadanya karena terlonjak kaget
“Kamu kenapa nak? Dari tadi mama panggil – panggil gak ada sahutan.. kamu sakit?” khawatir sang ibu
Ratu menggeleng pelan
“Ratu gak kenapa napa ma.. Baik-baik aja..” jawab Ratu melewati mamanya keluar dari kamar mandi
“Dek, mama tau kamu lagi ada masalah. Mata kamu gak bisa bohong sayang. Kamu nangiskan?” desak bu Rini
__ADS_1
Ratu duduk menunduk di tepi ranjang
“Gak apa-apa kalau belum bisa cerita." Ucap sang ibu lembut
"Jangan berlarut –larut dalam kesedihan. Ada mama sama papa, kami ada buat masalah kamu.” ucap sang ibu sambil mengusap lembut lengan putrinya
***
Tangis Ratu pecah dalam doa saat sholat subuh.
Ratu mengingat kembali serangkaian kejadian yang di laluinya kemarin.
Bahkan masih jelas di ingatannya ucapan orang tua Raka yang menolak dengan tegas hubungan mereka dengan penghinaan.
Bukan penolakannya yang membuat hatinya sakit. Tapi perkataan ibu dari lelaki yang di gadang-gadang bisa menjadi imamnya itulah yang menyayat hatinya.
Flashback On
“Assalamualaikum.. Maaf terlambat. ” sapa Ratu dengan senyuman hangat
“Waalaikumsalam.. Iya gak apa-apa kok..“ Jawab Raka dengan senyuman tak kalah manisnya
“Duduk Ra.. Oh ya, ma ini Ratu yang Raka ceritakan tadi.. Ratu, ini mama ku.” Ucap Raka saling memperkenalkan keduanya
__ADS_1
Keduanya memang tidak menjalin hubungan pacaran. Mereka sudah cukup lama saling kenal. Kecocokan yang ada di antara mereka yang membawah keduanya memutuskan untuk melanjutkan ke hubungan yang halal untuk menghindari hal-hal yng tidak di inginkan, yang di benci oleh Allah tentunya