Bukan Tentang Cinta Tapi Tentang Penerimaan

Bukan Tentang Cinta Tapi Tentang Penerimaan
Membahas Wanita Lain


__ADS_3

“Gak ada orangpun, mengucapkan salam saat memasuki rumah itu sebuah keharusan, apalagi saat di rumah ada penghuni lain.” Sarkas Ratu dengan langka santai menuju dapur tanpa melirik suaminya


Lagi-lagi Wahyu di buat tercengang dengan ucapan istrinya itu.


"Ekhem." Ratu berdehem melihat suaminya terus memandanginya


Wahyu merasa malu hingga akhirnya mengucapkan salam dan bergegas menuju kamarnya


Wahyu tidak sempat memperhatikan isi kamarnya dimana semua barang milik istrinya sudah tidak berada lagi di kamar pribadinya.


Seharian ini Ratu sibuk memindahkan semua barang miliknya ke kamar tamu, yang juga berhadapan dengan kamar pribadi Wahyu.


Sehingga dia baru akan memasak makan malamnya setelah semua selesai dan selepas sholat magrib


Ratu yang sudah tahu makanan kesukaan suaminya setelah menelpon mertuanya, dengan lincanya mengeksekusi bahan masakan menjadi sebuah hidangan yang lezat.


Ratu memang pintar memasak. Itulah sebabnya dia meneruskan hobby dan bakatnya ke bidang usaha miliknya saat ini.


Wahyu sejak tadi terus memperhatikan istrinya yang begitu lincah meracik bumbu masakan.


Tercium wangi masakan yang membuat perutnya tidak sabar ingin segera di isi


Terukir senyum kagum Wahyu terhadap istrinya yang cantik itu. Tak di sangka oleh Wahyu, seorang gadis seperti Ratu bisa begitu nyaman berada di dapur


Namun sejurus kemudian senyum Wahyu memudar saat menyadari pakaian yang di gunakan Ratu bukan ala-ala baju rumahan.


Berada berdua saja dengan suami sah tapi tetap berpakaian panjang tertutup bahkan di saat masak seperti saat ini

__ADS_1


"Apa dia benar-benar tidak menganggap aku suaminya..? Apa dia benar-benar tidak ingin menerima pernikahan ini..?" gumam Wahyu dalam hati


Dengan langkah gontai Wahyu menuju lemari pendingin berniat mengambil air mineral untuk melegahkan tenggorokannya yang terasa kering


“Aku heran sama kamu, ke dapur aja kamu berpakaian seperti ini, padahal hanya ada kita berdua.” Ucap Wahyu yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Ratu


Ratu yang kaget langsung menghentakan kakinya sambil berucap istighfar.


Melihat itu, Wahyu tak bisa menahan senyumnya dan berakhir tertawa lepas.


Membuat Ratu semakin kesal, namun sejurus kemudian dia terpana melihat suaminya tertawa lepas seakan benar-benar bahagia.


“Anda selalu punya kebiasaan mengagetkan orang." Kesalnya dengan tatapan sinis membuat Wahyu terdiam


"Kalau tidak mengagetkan, ya muncul seperti manusia yang tidak mempunyai dosa.” Sinisnya lagi


“Apa maksud kamu.” Tanya Wahyu menarik lengan istrinya ke arahnya


“Lepas. Sudah saya katakan jangan menyentuh saya.” Pekik Ratu dengan sorot mata tajam menatap suaminya


“Saya sudah cukup bersabar dengan sikap kamu. Tapi gak ada sedikitpun itikad baik dari dirimu untuk menghargai saya. Biar bagaimanapun, saya tetaplah suami kamu yang sah di mata hukum.” Ucap Wahyu menahan emosi


“Suami..?. suami yang seperti apa?” bales Ratu tanpa takut


“Suami yang dengan sadar meninggalkan wanita yang baru beberapa jam di nikahinya demi mengejar kebahagiaan di tempat lain begitu?” lanjutnya


“Apa mungkin dia tau kemana aku meninggalkannya?” Tanya Wahyu dalam hati

__ADS_1


“Kamu gak tau apa-apa. Sebaiknya kamu bertanya dulu. Apa kamu tau kemarin saya kemana dan..“


“Dan bertemu dengan siapa begitu?” ucap Ratu memotong ucapan suaminya masih dengan sorot mata tajam


“Lepaskan tangan anda.” Sinisnya menatap wajah suaminya sambil menarik tangannya, membuat Wahyu mengalah dan melepaskan cengkramannya


“Saya pikir orang tua saya memilihkan jodoh yang soleha dan lemah lembut untuk saya peristri. Tapi ternyata saya salah.” Sarkas Wahyu menatap istrinya dengan penuh kecewa


“Saya akui kamu memang wanita muslimah yang taat akan kewajiban sebagai muslim. Pakaian yang kamu pakaipun begitu sopan dan menutup auratmu dengan sempurna.”


“Tapi sayang, hatimu belum." Ucap Wahyu dengan masih mencoba menahan kekesalan


"Kamu harus ingat, segimanapun saya di matamu, saya tetaplah suami kamu yang sah di mata hukum dan agama. Hargai saya. Bahkan hak saya kamu larang."


Ucap Wahyu lantas beranjak meninggalkan ruang dapur masuk ke kamar pribadinya


“Asal perlu kamu tau. Saat pertama kali saya masuk ke rumah ini, saya bahkan dengan ikhlas dan sadar niat menjalankan tugas dan kewajiban saya sebagai seorang istri. Dengan hati ikhlas memberikan hak-hak anda pada saat itu juga jika anda minta.” Langkah Wahyu terhenti mendengar ucapan istrinya itu


“Namun anda sendiri yang mengabaikan dengan pergi membahas wanita lain di luar sana. Bahkan tanpa dosa gak memberi hak saya sebagai istri.”


Ucap Ratu membalikan perkataan suaminya


Wahyu terpaku dengan tangan masih memegang handle pintu saat mendengar pengungkapan istrinya tersebut.


Saat dia berbalik, Ratu sudah di ambang pintu kamar tamu dan menutup pintu kamarnya dengan kasar.


#Bersambung

__ADS_1


Mohon Dukungannya terus ya..?


__ADS_2