
meskipun aku tau ujian kenaikan kelas tinggal seminggu lagi, tapi aku tetap menghabiskan waktuku di layar laptop sambil memandang oppa-oppa ku. obsesi terhadap dunia kpop rasanya sudah penuh dibenakku.
'drrrt,drrt,drttt' ponselku berbunyi. pesan masuk dari temanku.
'lagi dimana?'
'dirumah'
'nanti sore jadi kan?'
'jadi kok'
'ya udah, nanti aku jemput kerumahmu.'
'ok'
rahma adalah temanku, temanku satu-satunya yang bisa kupercaya. dia temanku mulai dari smp sampai sekarang ini kita hampir lulus kuliah. singkat saja kisah kami berawal dari masa mos. saat itu....
*mos smp*
aku berangkat diantar oleh supirku, yah secara pribadi itu membosankan. sepanjang perjalanan aku melihat anak-anak lain berangkat sekolah juga. mereka berkelompok berjalan kaki ada juga yang bersepeda atau diantar orang tua mereka mengendarai motor. saat itu dibenakku penuh tanda tanya, 'apa hanya aku yang pakai mobil??' lau kutanyakan itu kepada supirku. pak baim pun menjawabku.
"tidak nona, sekolah itu bergengsi. ada juga yang diantar naik mobil. cuma rumahnya diarah berbeda jadi kita tidak berpapasan." begitulah katanya.
"oh gitu ya pak. aku hanya takut jadi perbincangan." kataku.
"banyak yang diantar mobil nona, lagi pula jarak rumah dan sekolah cukup jauh kan?". ucap pak baim tersenyum.
"iya pak" kataku.
setelah sampai gerbang sekolah, akupun turun dari mobil. sesuai dugaan, banyak mata memandangku. aku terheran saat itu, aku pun cemas.
'apa dandananku yang terlalu cetar? atau mobilku?' begitulah kebimbanganku.
__ADS_1
lalu aku melihat sekeliling sekolah itu, gedungnya tinggi, banyak murid baru datang. tapi yang pakai mobil termasuk tidak sampai 10% dari siswa sekolah itu. hanya keluarga besar yang membawanya. lalu aku pun memasuki sekolah.
para siswa baru dikumpulkan dihalaman utama, kami diarahkan oleh bapak/ibu guru serta para senior. kami memperkenalkan diri, yang membuat ku risih adalah para pria dan senior yang menatapku tajam. saat giliranku perkenalan....
"halo nama saya...."
"kamu yelvina alora kan? keponakan direktur sekolah?". cela salah satu senior perempuan.
saat itu aku hanya mengangguk, aku terheran karna aku saja belum memprkenalkan diriku dan mereka seperti sudah tahu asal-usulku.
"kamu ini hits banget loh." sahut senior lainnya.
"kalian ini harus profesional, jangan beda-bedakan. lanjutkan perkenalannya." bentak salah satu guru. muka guru itu sangatlah galak, aku yang pertama kali melihatnya sangat terkejut. ibaratkan singa dan harimau, dia adalah perpaduan keduanya.
"eh iya bu, maaf." kata senior tadi.
"tolong lanjutkan tadi ya!" kata senior satunya.
"seperti yang kalian dengar tadi nama saya Yelvina Alora." lalu aku duduk kembali.
saat istirahat, kami ditinggal para guru dan senior didalam kelas. saat itu banyak sekali pria yang mengusikku, sampai......
"eh lu jangan kecantikan deh, mentang-mentang senior semua pada muja-muja lu, trus paman lu derektur. mau kau itu kaya, cantik, model cilik, atau apalah itu. kembang sekolah ini itu harusnya tetep jadi milik gwe tau kagak lo?!." seorang wanita menghampiri mejaku dan berteriak tepat didepanku.
"maaf saya ada salah apa ya?!" kataku. aku saat itu sangat kesal tapi karna citraku aku akan bersabar lagi pula ini hari pertamaku.
"hah? lo nggak usah sok polos dihadapan para cowok-cowok murah ini ya! gwe tau cewek macam apa kamu ini." bentaknya sekali lagi sambil nunjuk-nunjuk kearah mataku.
"kakak, maaf kalo ada kesalahan kita bahas baik-baik. jangan buat keributan, ini hari pertama saya lo kak." kataku lagi yang mengumpat amarah.
"makanya hari pertama itu tau diri, lo kan yang minta paman lo ganti foto gwe jadi foto lo di mading?! ngaku lo! asal lo tau ya gw udah netepin itu posisi kembang sekolah selama 1 tahun setengah dengan susah payah gwe dan lo dihari pertama langsung hancurin. emang enak ya kalo punya koneksi." katanya lagi dengan nada meremehkan.
"maksud anda apa ya?saya tidak pernah minta paman saya buat rebut posisi kamu. saya ini sudah sabar menghadapi kelakuan anda yang tidak sopan. sekarang mohon anda keluar dari kelas ini." bentakku balik. seketika semua orang seisi sekolah sudah mengepung kelas itu, ramai sekali.
__ADS_1
"lo anak baru gk punya etika ya?!" cewek itu semakin emosi dan kontak mata dengan temannya seperti seakan-akan memberi isyarat akan menampar, menjambak atau yang lainnya. tapi...
"bu guru ada senior bully anak baru!!" teriakan seorang gadis membubarkan kerumunan. suaranya sangat keras, hingga aku pun terkejut. lalu belum ada 10 detik, datanglah guru yang amat galak tadi. dengan jalannya yang panjang membuat bulu kudukku berdiri.
"sedang apa kalian?" tanya guru itu sangat tegas.
"enggak ada bu, kita kesini mau ngasih...." cewek itu melirik temannya berharap mereka membantu mencari alasan.
"permen kan?? ini aku punya permen 4 tapi satu nggak tau mau kasih siapa bu, jadi buat keponakan direktur. begitu lo bu, kan mau berteman dengan murid baru. sesama siswa cantik ya kan gaesss!!" liriknya lagi. dari yang ku amati cewek itu pimpinan mereka dan yang 2 lagi dungu, sampai-sampai tak berkata sekalipun.
"beneran??" tanya guru itu kepadaku.
"iya bener lah bu, ngapain lagi kita kesini. mau balik kelas 1?? haha ibu ini." mereka tertawa palsu sambil memandang tajam kearahku. sedangkan itu disebelah guru galak itu ada gadis kecil yang tak terlihat kecil, dia terlihat tomboy. setelah kuperhatikan, ternyata satu angkatan denganku karna ada kartu mos di bajunya.
"enggak bu, mereka bully aku. katanya aku cewek gk bener karna udah rebut posisi dia. poto aku dimading juga aku g!k tau apa-apa bu sumpah!" aku memandang balik kearah mereka. mereka kira mereka bisa bully aku, tapi nyatanya enggak.
"kamu ini mau lulus tapi bisa-bisanya buat masalah. kamu mau dikeluarin gara-gara bully keponakan direktur?" bentak guru itu. sedangkan mereka hanya diam menunduk.
"udah lah bu, mereka juga gak sengaja kok!. biar masalah selesai bagaimana kalau foto dimading diganti aja sama senior ini jadi aku juga nggak jadi bahan perbincangan." kataku sambil tersenyum alih-alih menatap cewek itu dengan sinis.
"baiklah, tapi kalian tetap kena poin. ini sudah peringatan kalian yang ke 7. kalian ingat itu." ucap guru itu sambil melangkah pergi.
"lu lihat aja nanti ya?!." cewek itu pun pergi menginggalkan kelas.
"saya pasti lihat aksi anda nona!" ucapku ngeledek.
"hahaha berani bener lu!. gwe kira lu itu anak papi and mami yang bisanya cuma minta ini itu. haha,, tau gini gk bantuin ah," ejek gadis tomboy tadi.
"haha,, emang pandangan orang ke aku gitu ya?? btw makasih ya!" ucapku senyum kearahnya.
"hmm sama-sama. gwe rahma kelas sebelah." gadis itu mengulurkan tangannya. akupun membalas itu.
"hai aku yelvina biar mudah kamu panggi aku yev aja." ujarku.
__ADS_1
eps selanjutnya akan semakin seru.
kepo ya??? follow saya🙋, like novel ini👍, favoritkan ya kak❤. dukung terus karya saya. uwuu sayang dehhh😚