
"jika ada yang kesulitan bisa tanyakan ke saya, sutradara baim, nyonya park, ataupun senior kalian!"
"kuharap kamu tidak mengganggu proses syuting!" ucap riana pergi. aku yang tidak menghiraukan langsung merapikan tasku dan bergegas pulang.
"kak!! bolehkah aku nebeng sampek rumah? aku tadi kesini dengan Rahma dan gak bawa mobil." kataku sambil memegang lengan baju kakak dengan ekspresi manja.
"tatapan apa itu? dewasalah!! jangan memberi ekspresi seperti itu ke pria."
"aku hanya menggunakannya untukmu kak! hehe" cengirku.
"kakak ada rapat habis ini, dan arahnya berlawanan dengan rumah." kata kakak dengan ekspresi kawatir.
"ahh?? ya sudah aku tidak apa. aku bisa memanggil taxi, aku sudah biasa pakai taxi atau bis. tadi hanya agar hemat uang. hehehe." ucapku lagi.
"tidak!! ini sudah malam. kamu perempuan menggunakan kendaraan umum sendirian ditengah malam akn sangat bahaya." kata kakakku sambil mengambil ponselnya.
"lalu?"
"ahhh,, Kaii!"kakak menghampiri Kai yang masih duduk memainkan ponselmya.
"ada apa?" mendongak kepala kearah kakak. sedangkan aku yang melibat mereka dari pintu ruangan tersebut. setelah mereka selesai kakak menghampiriku dengan kai.
"aku titip kelinci putih ini ya!" racau kakak melangkah pergi melewati pintu.
"maksudnya apa? kak!! selviaa aloraaa!! weiii yaaa! kau pura-pura tuli?? kakk!! menyebalkan!" teriakku terus-terusan karna kakak tak menoleh sedikitpun.
"hahaha! memang kelinci putih kecil. ditinggal oleh pemiliknya dan jadi sendirian. haruskah aku memungutnya?" canda kai dengan smirk dibibirnya.
"senior!! halo. aku..a-aku akan memesan taxi. ehmm... sampai jumpa!" kataku karna gugup.
"berhenti!!. aku akan dibunuh selca jika kau pulang sendiri. ayo!" kai berjalan dan sesekali menoleh kebelakamg memastikan aku masih tetap mengikutinya.
__ADS_1
"naiklah." katanya sambil membukakan pintu mobilnya.
"ehmmm... terimakasih senior!" aku memasuki mobilnya.
"jangan panggil aku senior jika bukan urusan pekerjaan. aku risih!" katanya saat masuk mobil dan sambil memasang sabuk pengaman.
"lalu aku memanggilmu apa? senior Kai? junior kakak? teman kakak? sumbaenim?"tanyaku gugup.
"itu terlalu formal. panggilah seperti fans lain!. kai oppa? ahh itu hanya misalkan." menjalankan mobilnya.
"aku tidak paham."
"iq mu sangat rendah!"
"heii!! aku sangat pintar tau!"
"tapi kau kolot!"
"siapa yang kolot?"
"apa kau selalu seperti ini? sikapmu sungguh menjengkelkan." kataku memalingkan wajah.
"panggil aku kai oppa sudah kubilang seperti fans lainnya."
"siapa juga yang fansmu?"
"walpapermu fotoku, saat tadi aku datang wajahmu itu terlihat semriah, lalu saat diperusahaan aku dan selca rapat. kau menatapku dengan semangat, aku tau itu." dia berkata tanpa memandang wajahku.
"ahaaaa..." hembusku.
atmosfer yang sungguh dingin didalam mobil. aku melihat kebelakang kursi untuk melihat bagaimana kondisi mobil idolaku.
__ADS_1
dikursi kedua aku melihat tas belanjaan dan bungkusan makanan siap saji.
"apa kau selalu makanan siap saji?" tanyaku membaca merk makananya.
"apa yang kau lihat? duduklah diam saja seperti kelinci putih."
"jangan terlalu sering makan seperti itu. tidak baik untuk kesehatan, kau itu aktor sekaligus penyanyi. fansmu sangat banyak!! aku juga sebagai salah satu fansmu terima saranku oppa, itu untuk kesehatanmu. jika kau sakit atau....."
"diamlahh!! kau mengomel dan hampir mengutukku." melihatku dengan tatapan aneh.
"ahh?? aku tidak mengutukmu aku hanya memberi saran sebagai fansmu jika suatu hari kau meninggal karna makan seperti ini..."
"itu kau mengutukku. mana ada fans yang mengutuk idolanya?!"
"ahhh?? maaf aku tidak bermaksud." kataku menundukan kepala.
"tak apa, thank sudah peduli. rumahmu sudah sampai,,, istirahatlah yang cukup dan rawat badanmu sisanya serahkan padaku." menghentikan mobilnya tepat depan rumah.
"ahhh, terimakasih senior!" aku turun dari mobilnya.
"jangan panggil aku senior!"
"maaf! aku akan masuk hati-hatilah dijalan!" lalu kai menjalankan mobilnya dan aku yang menatap mobilnya hingga tak terlihat.
saat aku masuk kamar,, atmosfernya sangat berbeda aku seperti memasuki ruangan berbeda yang bukanlah kamarku.
aku mencuci mukaku dan menyalakan lampu kamarku. aku berjalan menuju jendela kamarku dan membukanya.
'bulan hari ini indah, sayangnya tidak ada bintang disekelilingnya.. langitt terlihat polos. apa kau kesepian bulan?' gumamku.
"aku selalu ingin menanyakan ini padamu, banyak dongeng yang menjodohkan benda - benda juga alam semesta tapi aku tidak bisa memilih jodoh yang baik untukmu bulan. katakan padaku kau lebih suka matahari yang sangat berlawanan denganmu sehingga kau tidak pernah bertemu atau kau lebih suka bintang yang akan datang diwaktu yang sama dan mengajak teman mereka untuk menghiasmu?. disini hanya ada kau dan aku,,, angin hanya berlalu lalang dan tidak menetap. kau yang setia diatas sana!!." aku terdiam menyadari lampu kamarku tiba-tiba mati.
__ADS_1
"entahlahh,,, aku sangat takut gelap, bulan tolong tetap disana terangi sedikit saja!" racauku gemetar ketakutan sambil menatap keluar jendela.
saat aku terbangun aku dikejutkan oleh sesuatu........ perasaan bercampur aduk, akuu merasa sangat pusing dan aneh karna