
"dia bilang lepaskan!!" seorang pria memakai masker dengan rambut tertutup topi menepis genganggaman tangan reza yang sudah meninggalkan bekas memar ditanganku.
"apa ada urusan dengan anda? anda siapa?" keras reza.
"aku pacarnya!"tegas pria tak diketahui wajahnya itu sambil menghadang pergerakan reza.
"ohhh,, yelvina!!! kau bilang tidak ingin menerimaku karna focus study dan karir? hahahaa kau pikir aku lelucon?"
"a..aku dia... ini tidak seperti yang kau pikirkan." jelasku gagap.
"aku tidak akan mengejarmu lagi dasar cewek murahan! tadi kau jual ma..."
'plaaakkkk!!' tamparan keras jatuh dari tanganku yang membuat koridor itu bergema.
"jaga ucapanmu! aku sudah sangat sabar melayani anjing kotor sepertimu!" ucapku menahan tangis.
"a.. apa katamu? anjing kotor? kauu.."
"hentikan atau arwahmu akan keluar hari ini!" keras pria bermasker itu sontak sambil menempis tangan reza yang bersiap ingij menamparku.
"ahhh sial,, kau anggap dirimu paling hebat? kau bahkan tak perlihatkan wajahmu dasar cunguk!" bentak reza lagi bersiap meninggalkan tempat.
"besok!"
"ha?? besok ada apa?" tanyaku linglung mendengar kata singkat pria bertudung itu.
"besok kau akan tau siapa aku!" lalu menarikku pergi dari sana.
dia menarikku sampai tiba dipintu ruangan tempat perkumpulan yang akan aku hadiri.
"kenapa kau tau? apa kau juga termasuk tim produksi ini?" tanyaku.
"ahh,, tidak-tidak. aku hanya mendengar rumor kau akan berperan dalam drama ini dan aku tadi tidak sengaja melihatmu bertengkar saat aku berjalan dikoridor." jawab pria itu kikuk.
"ahh,baiklah tuan bagaimanapun terimakasih tadi sudah menolongku." ucapku sambil menundukkan kepala.
"tak apa, kita impas."
"impas?"
"ya, pria bermasker dan berkacamata yang kau tolong dari paparazi 1 minggu lalu."
"ahhh,, aku ingat!! terimakasih lain kali kita bertemu lagi ya haruss!! aku harus ada pertemuan sepertinya aku sudah mengganggu yang lain didalam jadi aku permisi." ucapku melangkah masuk keruangan.
saat aku memasuki ruangan disana sudah ada kakak, tamu dipesta yang diperkenalkan kakak, dan beberapa artis besar lainnya.
"maaf aku terlambat!! tadi ada urusan mendadak yang tidak bisa ditunda. mohon maafkan saya!" ucapku menunduk kepada semua orang diruangan itu yang sedang asik membahas tentang skenario.
"ini adikmu? cantik. dia peran utama?" tanya seorang ibu-ibu didekat kakak.
"ehmm,, iya ini adik saya!"
"kamu terlambat 15 menit jadi harus terima hukuman dong!!"
"pak Baim!!" keras kakakku melotot.
__ADS_1
"haha!! selca. aku hanya bercanda kenapa dianggap serius." ucapnya menunduk malu.
"pak Baim ini benar. saya harus dihukum agar tidak terulang lagi masalah seperti ini. jadi saya akan minum segelas anggur. bagaimana? " kataku mengambil gelas baru dirak.
"hehh bocahh. kamu gk bisa minum!" teriak kakak.
"aku udah besar kak!! ini juga untuk menjaga image kan?" kataku lagi.
"haha. kamu sungguh blak-blakan!" suara pria tidak asing dibelakangku.
"kamu sangat lucu!. aku juga telat jadi aku juga minum?" ternyata artis idolaku lahhh yang bersuara.
'pantas saja tidak asing suaranya' batinku.
"hahaha!! tidak tuan kai! mana ada. kita hanya bercanda. haha!" salah seorang kru.
"ohh jadi dia masih harus minum dan aku tidak?" tanyanya lagi melirik gelas kosong ditanganku.
"dia... gelasnya..." kikuk pak baim
"ahhh,, aku sendiri yang mau menerima hukuman ini. ini...." jawabku bingung.
"baiklah aku yang gantikan dia minum sekalin aku juga haus dari perjalan." ucapnya.
"te,,terimakasihh." ucapku menunduk lalu duduk disamping kakak.
"tidak apa. kamu harus terbiasa dengan lingkungan ini." kata kakak menepuk pahaku.
"jadi semua sudah berkumpul kita bahas tentang drama ini....." jelas seorang bapak yang kata kakak adalah sutradara drama ini.
"perkenalkan ini adalah pemeran utama dari drama kita,, yelvina alora! adik selca alora!"
"riana? ada apa?"
"saya sudah masuk dunia hiburan selama 3 tahun,, umur saya juga hanya beda 2 taun lebih tua darinya. kenapa dia yang pemula yang harus jadi pemeran utama?" ucapmya sambil menunjukku.
"karna... karna...."gagap pak baim
"aisshh,, ucapkan saja karna dia sudah bertanya jangan takut menyinggungnya." kata Kai.
"gimana ya Raiana kamu jangan sakit hati kita pilih dia karna..."
"akting kamu tidak pernah masuk dalam karakter. muka kamu datar dan sinis walaupun ada peningkatan hanya cocok untuk peran protagonis." tegas kakak
"tapi fans saya lebih banyak dari dia!! dengan dukungan fans bukannya lebih gampang?"
"tidak!! saya sudah liat akun kamu dan akun fanbase kamu! jika dibandingkan dengan Yelvina, sangat jauh. lihat lahh sendiri!! followersnya 800rb orang dan itu real akun semua. followers kamu 650rb tapi itu kebanyakan akun fanbase. kamu sudah masuk dunia perfilman 3 taun jadi kamu tentu punya fanbase banyak. tapi dia baru disini dan followersnya menandingimu!"
"saya kira bukan itu masalahnya!" kata Riana lagi.
"ohh?"
"karna dia adik Selca? itu sama saja menggunakan nama kakaknya untuk terbang!"
"tidak!! karakter utama difilm ini polos, ceria, nakal juga sebenarnya mengalami banyak kejadian tak terduga dan balas dendam. kamu tidak bisa seperti itu."kata kakak
__ADS_1
"saya bisa"
"terserahh,, tapi dia lebih menonjol dari kamu, jugaaaa.... agensi saya dan perusahaan ibu saya mensponsori film ini."
"ii.. itu.."
"diam!! kalian sekarang satu tim produsi drama ini. tidak bisakah mempererat pertemanan? kenapa memancing musuh?" ucap ibu-ibu didekat kakak tadi.
"maaf, ini semua berawal dari saya" ucapku kikuk.
"kenapa kamu nyalahin diri sendiri Al?" plotot kakak.
"tapi kann memang...."
"sudah cukup kita lanjutkan yang tadi... Riana kamu seharusnya tetap menghormati keputusan kepala produser. dan selca itu seniormu dimana sopan santunmu?" tegas kai.
"maaf,,," lirih riana yang menunduk malu sekaligus menatapku dengan tatapan benci.
"kak apa aku punya musuh disini?" bisikku.
"jangan pedulikan seekor kecoa." balas kakakku.
"next, peran utama pria kita Kai.. romansa kampus ini nanti selesai lalu pindah ke perkantoran."
hening....
"lalu selca disini sebagai kakak kai yang menentang hubungan mereka dari jaman sekolah sampai sudah jadi ceo."
hening....
"next pemeran selanjutnya adalah anak kecil ini.... dia tidak banyak muncul tapi cukup misterius dan jadi sorotan dipertengahan eps karna perannya cukup berdampak.. nama dia Tama arditya.dia anak dari pd nim agensi Selca berada".
"halo kakak, tante, om!! mohon bimbingannya.. hehehe" kekek anak kecil itu.
"sangat lucu!" lirih ku
"Riana jadi tokoh yang bully Yelvina nanti, ini siska,billa dan agnes adalah gengnya. sedangkan ini aisyah nanti adalah sahabat baik Yelvina. ini kelvin, tomi,cakra sebagai tokoh pendukung. kalau tokoh orang tua nanti dipertemuan lokasi syuting."
"saya ada pertanyaan!" tanya seorang pria
"ok kelvin?"
"syuting dikota mana?"
"ahh, kita syuting dikampus Yelvina berada karna disana sangat populer dikota ini juga kalau kantor itu kita syuting masih lama jadi saya masih memikirkan beberapa kantor."
"dikampus saya?" tanyaku kaget.
"iya,ada masalah Yelvina?"
"ahh.. ti-tidakk"
"baiklah ini naskah kalian untuk eps 1 dan 2." membagikan
sedangkan aku yang merasakan hawa membunuh dibelakangku. yang benar saja drama dan kehidupan nyata itu sama?
__ADS_1
aku focuskan pada naskah ku dan sesekali menanyakan pada kakak....
"aku nantikan kerja sama kita." ucap kai tersenyum padaku. aku tidak tau ini berkah atau musibah,, seketika buluku merinding karan semua mata menyorot padaku