Bunga Tidur

Bunga Tidur
Acting? kamu jago kak!!


__ADS_3

setelah itu, akupun bergegas pulang dan berpisah dengan Rahma. pastilah ada alasan kenapa aku tidak ikut kelas siang, aku ijin kepada guru pengajar karna kurang enak badan.


saat sampai rumah aku langsung menaiki tangga menuju lantai paling atas, lantai ke tiga yaitu atap rumah yang biasa aku gunakan untuk menulis, melihat bintang, dan hal lain yang dilakukan saat bosan.


aku membawa laptop dan buku-bukuku. membawanya ke meja dan kursi disana yang sudah terpasang payung agar tidak terpapar sinar matahari. membuka laptopku dan menyalakannya hingga membuka video perform bias hingga lupa akan tugas kuliah.


hingga pukul 15.00 aku tersadar akan tugasku, lalu menyudahi streamingku dan melanjutkan belajarku.


1 jam sudah aku belajar, aku menatap ke sekelilingku yang sangat tenang. hanya ada suara angin, sedikit kendaraan yang kadang melintas dan kicauan burung dilangit-langit biru.


tanpa sepatah kata apapun aku pergi meninggalkan tempat itu menuju dapur mencari beberapa cemilan yang bisa menemani waktu maraton drama. karna letak dapur yang dekat dan terlihat dari ruang keluarga jadi aku sekalian mengambil cemilan yang ada diruang tamu. saat kakiku melangkah ke ruang tamu tiba-tiba......


"kamu sudah pulang Al?" suara mamahku yang sontak sedikit mengejutkan karna dia jarang sekali pulang saat jam segini.


"ehhh... hmmm iya mah." kataku melangkah dan duduk disofa ruang tamu.


"..........." mamah diam menatap kursi disebelahku dengan tatapan kosong.


"mamah kok jam segini tumben udah pulang?" tanyaku ragu.


"yahhh,, pekerjaan udah selesai semua jadi mamah pulang untuk istirahat." katanya tersenyum pelan.


"owhhh,, kalau gitu aku ke kamar dulu ya mah." kataku berdiri.


"Alora sebentar." mamah menghentikan langkahku yang akan pergi. dan aku yang menatapnya untuk menantikannya berbicara.


"ehmmm... kakak kamu udah balik kan?" tanyanya ragu-ragu dengan mata dan raut yang bimbang.


"kakak udah balik?" kataku berpura-pura baru mendengarnya.


"kamu jangan coba bohongin mamah ya! kamu tadi ketemu sama kakakmu kan?" tanyanya sambil menatapku tajam.


"bukannya mau bohong mahh!! cuman aku udah janji sama kakak nggak ngasih tau dulu. mungkin mau surprise??" kataku yang duduk kembali sambil memegang tangan mamah.


"kamu...... bisa nggak minta kakakmu untuk pulang?" kata mamah lagi yang semakin bimbang.


"ehmmmm... ok!! aku usahain ya!" kataku meyakinkan.


"makasih ya Al!, mamah udah lega." katanya tersenyum pelan.


"ehmm ok aku kekamar dulu ya mah?!". ucapku berdiri lagi.


"iya... istirahat yang cukup ya sayang,,, jangan terlalu maksain belajar." kata mamahku menataoku lirih.


"aku tau batas kok mah!! oh iya aku bawa cemilan yang ini ya! makasih byee!." kataku sambil mengambil toples dimeja dan kulihat mamah yang mulai tersenyum lepas.


saat dikamar aku membuka layar ponselku dan melihat story wechatku sambil mengumpulkan keberanian untuk nge messege kakak.


setelah 15 menit lebih, keberanianku sudah cukup terkumpul untuk mengambil ponsel dan mulai mengetik pesan.


"apa yang harus ku tulis??" kataku sendiri.


'kak disuruh mamah pulang tu?!' menghapus


"nggak-nggak kalo gini dia nggak bakal mau".


'kak lagi ngapain?' menghapus


"nggak juga,, kalo gini malah nggak jelas."


'besok sibuk nggak?' menghapus


"aissh kalo sibuk gimana?"


"ahhh pusing... gimana dong???"

__ADS_1


lalu aku melihat-lihat inst**ram milik kakak.


"memang artis ya!! followernya udah 15 juta aja!" kataku melihat-lihat foto yang di post.


berbeda dengan ku yang hanya punya 20 ribu followers dan angka like max 15 ribu, punya kakak sangat jauh lebih banyak.


"aku dm aja kali ya?? minta follback?" tanyaku pada diri sendiri.


"lah kalo penggemarnya tau trus bikin rumor gak jelas? nanti malah ngrusak reputasi kakak. ah nggak ah!" kataku lagi.


~nada dering~


"halo?" kataku.


"halo! Alora bisa bantuin kakak nggak?" suara kakak ditelpon yang kuarng nelas karna suara berisik disekitarnya.


"bantuin apa?" tanyaku.


"kakak sekarang lagi di pesta jamuan ada sutradara yang lagi nyari anak muda jadi kakak recomen kamu. kamu sekarang dateng ke gedung SS ya cepetan!" kata kakak tergesa-gesa.


"hah aku?" tanyaku yang sangat kaget mendengar ucapan kakak.


"iya Alora cepetan kakak tunggu 15 menit disini cepetan." kakak mematikan teleponnya.


'ini takdir apa gimana? kakak yang nelpon aku lo! apa nanti aku kasih atunya disana aja? ok sekarang ganti gaun pesta dulu sama make up tipis.' kataku dalam hati.


akupun cepat cepat bersiap-siap. dengan baju pesta yang anggun serta lucu hingga kesannya anak polos dengan riasan tipis.



aku pergi mengendarai mobil merahku dan meninggalkan halaman rumah dengan kecepatan menuju gedung s. saat aku sampai diparkiran dan turun dari mobil, ada seorang lelaki gagah berjas hitam yang menghampiri ku dan berkata;


"dengan nona Alora?" tanyanya sopan.


"iya benar itu saya." kataku curiga.


"baiklah. ayo jalan!" kataku.


lelaki itu mengantarku sampai ke tempat pesta jamuan dan sampai melihat tubuh kakak.


"Hai Alora!! disini!" kata kakakku mengarah padaku dengan melambai tangan. lalu akupun menghampirinya yang tengah asik mengobrol dengan teman-temannya.


"kak!" kataku saat tepat didepannya.


"kamu sudah boleh pergi." kata kakaku pada lelaki kekar tadi.


"ya nona!" katanya menunduk lalu pergi.


"dia siapa kak?" tanyaku berbisik disampingnya.


"bodyguard dari agensi." jawab kakak lirih.


"saya perkenalkan dia Yelvina Alora, adik kandung saya. sekarang ini tengah menjalani masa pendidikan perguruan tinggi tingkat S1 dijurusan seni dan juga jurusan ekonomi." kata kakakku memperkenalkanku pada orang-orang yang tadi berbicara dengannya.


"wah... hebat ya! ambil 2 jurusan nggak pusing?" kata salah satu pria didepan kakak.


"tidak terlalu pusing jika punya semangat." kataku sambil tersenyum.


"saya suka semangat kamu! hahaha. kamu umur berapa kalau boleh tahu?"


"saya baru umur 20 tahun bulan lalu." kataku menunduk.


"ini cocok jadi pemerannya!! cantiknya seperti turunan Selca." kata pria yang seumuran papa itu.


"maaf? kalau boleh tau saya dipanggil ada apa ya?" tanyaku kearah pria itu dan sesekali menatap kakak.

__ADS_1


"loh belum tau ya? hahahaha. Selca ini nggak ngasih tau kamu?." kata pria itu sambil tertawa.


"ada apa kak?" tanyaku.


"jadi saya perkenalkan ini adalah sutradara cinder fog yang berasal dari amerika. dia jauh-jauh kesini untuk membuat film terbaru yang ditulisnya." kata kakaku menjelaskan.


"trus hubungannya sama aku apa?" kataku yang membuat irang disekitar tertawa.


"kamu ini benar-benar polos." kata kakaku mengejek.


"saya punya project film yang bergenre romantis. disini nanti ada kisah sekolahnya dan kakak kamu pemeran utamanya, tapi umurnya kurang sesuai untuk usia sekolah. jadi dia recomendasikan kamu." kata pria itu menjelaskan.


"beneran aku nih kak?" tanyaku ragu.


"iya kamu! bisa kan? dulu aja pernah jadi lawan main kakak pas latihan kan?" tanya kakakku.


"kan udah 5 taun! mana bisa udah kaku." kataku yang merajuk seperti anak kecil.


"kamu biasa liat drama?" tanya sutradara itu.


"iya saya sering liat drama luar dan negeri bergenre romantis." kataku pelan.


"bagus sekali. jika orang sering melihat drama itu akan mempermudah untuk berinteraksi juga menirukan dramanya. jadi kamu sangat mudah untuk ber acting." kata sutradara itu meyakinkanku.


"tapi kan peran kakak....?" tanyaku ragu-ragu.


"kakak juga ambil peran jadi juga bisa bantu kamu di lokasi. tenang aja ok?" kata kakak ikut meyakinkan.


" ehmmm... baiklah aku setuju." kataku tersenyum


" sangat bagus!!" semua orang tersenyum lalu bersulang untuk kerja sama ini.


aku yang tidak bisa minum-minum saat itu sangat bingung hingga kakak yang mewakili untuk meminum segelas anggur.


"kakak baik-baik saja?" tanyaku kawatir.


"kakak ga papa. masalh gini sudah biasa kok, kakak bisa minum hingga 10 gelas lagi. percaya deh! kakak sudah jadi peminum yang hebat loh!" katanya percaya diri.


"ok sepertinya masih sadar total." kataku saat melihat tingkah kakak yang belum mabuk.


saat jam sudah pukul 9 malam aku memutuskan untuk pulang dan berpamitan dengan kakak.


"kak!! udah lumayan malam. aku pulang ya? nanti papa sama mamah nyariin." kataku berbisik.


"oh udah jam 9 ya? ya udah gih pulang bobok bayik sana!" kata kakakku mengejek.


"apaan sih!. disuruh pulang sama mamah. dia tau kakak udah dinegara ini.buakn aku lo yang ngomong.mamah kan selalu update berita selebriti buat iklan-iklan. kayaknya dia liat forum kakak dan kayaknya kangen berat tuh!! jenguk kapan-kapan ya kak!" kataku lirih ditelinganya dan bersiap pergi.


"ahhh,, kakak!!!" berpaling


"hmm?"


"pinjam mobil untuk pulang!"


"ahh, lupa!! ini kuncinya mobil kakak tau yang mana?"


"tau kok! platnya udah aku foto juga. ok by makasihh!"


"ehmm tuan-tuan dan nyonya saya pamit pulang dulu. permisi!" kataku melewati orang-orang disana.


lalu menuju parkiran untuk mengambil mobilku. tiba-tiba saat hampir menyentuh mobilku.


'bruk' seorang pria menariku dan membuka pintu mobilku.


"siapa kamu?" tanyaku dengan nada tinggi saat kita memasuki mobilku.

__ADS_1


"ssstt! diam dulu! aku bukan orang jahat." katanya dibalik maskernya.


'kayak kenal suaranya. dia aktor ya bisa ada disini?' pikirku.


__ADS_2