Bunga Tidur

Bunga Tidur
kucing itu?


__ADS_3

Rahma mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menuju toko buku, toko buku itu letaknya sekitar 3 km dari rumahku. saat menginjakan kaki kedalam toko, kamu akan merasakan hawa kutu buku. tokonya sangat ramai karna hanya ada satu dikota ini. pintu kaca yang membuat orang bisa melihat dari luar ataupun dalam. nuansa toko ini cukup bersatu dengan alam, karna warna dinding coklat dipadu dengan ukiran klasik. setelah melewati pintu masuk, kamu akan melihat banyak kursi untuk duduk-duduk para pembaca setia toko ini. melangkah melalui kursi dan meja-meja itu, kamu akan melihat banyak sekali lemari buku. yang kutahu, banyak lemari disana sekitar 36 lemari tinggi yang besar. setiap rak terdapat tulisan ataupun catatan buku apa saja yang terdapat dilemari itu.


Rahma dan aku melihat-lihat buku di lemari barisan ke 3 sampai ke 10. karna di lemari buku barisan ke 1 dan 2 isinya hanya lah kamus dan buku pedia lainnya. almari barisan ke 11 sampai 20 ada di ruangan sebelah dan isinya hanyalah buku fiksi,sedangkan 21- 36 ada di lantai atas toko tersebut. di lantai atas tidak hanya ada lemari buku yang berisi buku-buku sejarah dan macam-macam bahasa disana juga terdapat cafe. dari lantai atas kita dapat melihat pemandangan luar dari jendela.


aku dan Rahma masih asik melihat-lihat buku yang akan berguna untuk membantu mengatasi ujian kali ini. ujian ini bukan ujian akhir tapi ini dapat juga menentukan hidul kita. 1 jam sudah kita disana, memilih dan melihat berbagai macam judul buku.


"lo udah belum?? hampir jam 3 nih!" kataku menghampiri Rahma yang membaca 1 buah buku pedia.


"udah kok cuma mau lihat lagi bentar. menurut lo buku yang ini atau ini?" Rahma menunjukan 2 buku yang hampir sama.


"terserah lo aja lah, kalau udah panggil gwe ya? mau ke ruang sebelah, lihat-lihat novel." ucapku menjauhinya.


"ok!" jawab Rahma yang meneruskan kesibukannya.


aku melangkahkan kaki kedalam ruangan tersebut, ruangan penuh buku-buku fiksi.


ruangan itu dingin juga cerah. tak seperti perpus atau toko buku lainnya yang ramai karena buku fiksi, disini ruangan fiksi cukup sepi. aku melangkah kan kaki melihat buku-buku dari judulnya satu persatu dari lemari ke lemari. jika menurutku itu buku menarik aku akan mengambilnya, tapi jika dari judul sudah tidak menarik aku hanya akan melewati saja.


aku selesai dengan 1 buah novel dan hendak mencari Rahma. tapi, saat kaki ku melangakh ke arah lemari buku terakhir di sudut ruangan aku melihat seekor anak kucing yang tertumpuk buku-buku besar. kucing itu hampir sama dengan kucing peliharaanku dirumah, aku pun tak tega hanya melihatnya. lalu aku pun membantunya dari tumpukan buku itu, dan melepaskannya. terus, aku menaruh buku-buku itu kedalam lemari yang disampingnya.saat aku membaca judulnya dan melihat buku itu aku baru menyadari bahwa buku itu adalah buku komik dan anehnya buku itu tak seperti buku komik lainnya, tidak seperti buku fiksi lebih ke sejarah tapi juga banyak lembaran yang kosong.


'siapa authornya?? aneh sekali! belum selesai dibuat tapi sudah dijual!' guamamku.


setelah menaruh kedalam rak itu, aku menemui Rahma di kasir toko itu.


lalu kami pergi lagi menuju toko antik kakek santo yang jaraknya hanya 200 meter dari sana. menaiki motor dengan kecepatan rendah, kami pun mulai mengobrol lirih.


saat didepan toko tiba-tiba.....


'ngitttt' motor ninja direm mendadak


"sialan, kucing siapa itu? aissh! sial banget sih, hampir aja jatoh!, padahal tinggal menggok parkir." teriak Rahma kesal. sementara itu aku yang masih kaget karena melihat kucing yang mirip di toko buku tadi.


'yev!! yevv!!' suara Rahma terdengar seperti angin di pikiranku yang kosong.


"oi!! Yelvina Alora! mikir apa??" suara teriak Rahma menghentikan lamunanku.

__ADS_1


"ehmm? ah iya, maaf. ayo lanjut masuk aja!" kataku.


'mungkin hanya mirip, belum tentu kan? lagian jarak 200 meter dari sini. nggak mungkin lebih cepat dari motor kan?' pikirku.


kaki ku menginjakkan toko antik kakek Santo.


"eh kalian, kakek kira siapa! haha" ucap kakek santo bergurau.


"emang nunggu siapa kek?" tanyaku sambil menaruh tasku dimeja kakek.


"nggak ada,cuma kaget lihat jaket temenmu itu.kalian mau cari barang antik lagi?" kakek Santo menghampiri barang antik-antiknya.


"iya kek." jawabku tersenyum. sementara Rahma yang mengekspresikan muka ngeledek.


"kamu bilang fashionku aneh padahal kamu yang aneh! mana ada orang ke toko antik pake celana hitam sama jaket kulit, mau balapan kau?" ledekku yang menghampiri kakek Santo.


"gwe gk bilang fashion lo aneh ya! cuma tas lo aja yang kayak bocah!" sahut Rahma melihat-lihat benda di dekat meja.


"iya deh." ucapku yang menahan tawa.


"bulan ini ada barang antik yang datang kek? mau lihat-lihat buat paman aku." tanyaku sambil mengamati liontin bentuk mawar disana.


lalu aku melihat-lihat meja disebelahnya.


"kakek liontin ini harganya berapa?" tanyaku yang masih menggenggam liontin itu.


"itu? nggak ada yang tertarik lo sama liontin itu. kalo kamu mau kakek beri ke kamu." kata kakek yang melihat buku-buku penting toko.


"beneran kek? gak boong kan?" tanyaku lagi bercanda.


"kamu ini! aish!!" sahut kakek Santo yang terlihat cuek.


"hemmm" aku menyiutkan bibirku.


"apaan dikasih, aku juga mau dong kek!" kata Rahma menghampiri kami.

__ADS_1


"mau? ini kakek punya yang bentuknya petir!" kata kakek Santo mengambil gelang berbentuk petir.


"lah tadi dia bentuk mawar kok aku bentuk petir sih kek?" sahut Rahma dengan muka merajuk.


"riasan itu harus sama dengan pemiliknya." ledekku


"iya udah deh, petir juga bagus kok! biar jadi jimat kebruntungan gwe." kata Rahma.


saat memperhatikan lagi liontin itu persis sama sampul buku komik ditoko buku tadi.


'aish kenapa banyak sekali hal-hal yang mirip hari ini?' gumamku sendiri.


"kakek ada buku komik kuno gitu gak?" tanyaku mencari tahu rasa penasaranku.


"mana ada buku komik ditoko antik yelvin!! tadi ditoko buku lo gak beli?" ucap Rahma.


"siapa tahu ada! kan komik lama kayaknya lebih seru" ujarku.


"tadi pagi kayaknya ada deh di meja pojok sana!" kata kakek Santo yang menunjuk rak kecil di ujung ruangan.


"serius kek?" tanyaku terkejut.


"hemm" jawab kakek santo singkat.


"tadi siapa yang bilang gak bakal ada ya?" kataku meledek Rahma lagi.


"makan apa sih lo hari ini ngeselin banget." kata Rahma.


aku pun menghampiri rak kecil itu diujung toko yang terdapat jendela terbuka.


"disini kek?" tanyaku lagi sambil melihat-lihat sekumpulan buku-buku usang.


tak ada jawaban dari kakek Santo, aku pun tak peduli.


'kayaknya gak kedengeran deh. lihat-lihat aja lah' pikirku.

__ADS_1


saat lihat-lihat buku usang itu kurang lebih 10 menit, aku dikejutkan oleh sebuah buku.....


eps selanjutnya akan lebih seru lho!! suka gk sih sama ceritanya dari sini? komen ya kak! like, fav❤, ikuti saya dan dukung terus🤓. uwuuuu jadi sayang eh, emm semangat dehh!!


__ADS_2