
"aku?"
beribu-ribu pertanyaan muncul dikepalaku.
ada rasa tak nyaman juga hantaman ditubuhku, kaki lemas yang siap rubuh dan seperti ada lubang besar melahapku.
aku berfikir dan terus saja berfikir dengan situasi yang kualami. entah nyata atau tidak ini seperti fantasi penulis. aku menatap foto itu lagi dengan seksama dan mengobrak-abrik isi kamar untuk mencari informasi lain, tapi hanya satu yang kutahu. mungkin,,,,aku bukanlah diriku dan tubuhku bukanlah seutuhnya milikku.
aku membuka foto album dilemari itu
"apa lagi ini?,, aisss aku pusing". gerutuku saat melihat foto bayi dengan ranjang dan selimut persis dimimpiku saat itu. mungkin bayi itu pemilik kamar ini.
"jika dia pemilik kamar ini dan dia juga dimimpiku, aku sekarang disini dan wajahnya sama denganku apakah...." ucapku terhenti disitu,,
"tidak mungkin aku jadi dia kan?? ahaha lelucon apa ini? tidak mungkin hahaha!."
"apa ini mungkin?! kemungkinannya sekranag 80% kan?" racauku.
"aisss siall!!! aku pusing sekarang. sungguhh tidak masuk akal semuanya dari awal,, takdir bodoh ini.." teriakku menggema.
"kenapa kau berteriak? seperti ada hantu saja. kau mau mebangunkan semua anak kecil dijam selarut ini ha?" bentak seorang perempuan yang tiba-tiba membuka pintu kamar dan membanting sebuah piring kecil kelantai.
"ma...maafkan aku, a-aku tidak sengaja.." ucapku gemetar secara tiba-tiba. seperti reaksi orang yang berbeda.
'apa benar aku masuk ketubuh orang lain? wahhh keajaiban bodoh macam apa ini' kataku dalam hati.
"cepat bereskan pecahan ini dan tidur, besok cuci popok anak-anak sialan itu. apa kau dengar?" kata perempuan yang sekitar 35 tahun itu.
__ADS_1
"iya... maafkan aku" kataku lagi.
setelah wanita itu dengan keras menutup pintu dan pergi dari kamar aku mengambil sapu dan serokan diruang tamu,,
'panti ini cukup sederhana tapi membuat nyaman, apa ini reaksi tubuh sipemilik asli?' gumamku.
'entahlah aku harus tidur dan besok akan menghadapi perang dadakan' pikirku. aku membersihkan pecahan itu dan membersihkan kamar itu lalu pergi tidur diranjang.
paginya,05:30
'byurrr' sebuah air membasahi seluruh tubuhku. kasur dan selimut yang kupakai tidur juga ikut basah karna siraman air dari wanita semalam.
"hari ini kamu bangun telat sekali, cuci popok dan pakaian anak-anak nakal itu lalu pergilah kesekolah." teriaknya sambil membanting baskom yang tadi digunakannya untuk menyiramku.
"iya"jawabku mengambil handukku lalu menuju kamar mandi.
author: 'ehemmm,,, jadi tidak tau mau dimulai gimana mendeskripsikan keadaan rumah jadi saya buat seperti ini.'
pintu masuk panti
|
ruang tamu dan berkumpul > kamar iblis
/ \ \
kamar roselina ruang dokumen lorong
__ADS_1
kamar anak yang berdempetan
pintu
lalu terakhir halaman belakang tempat jemuran, kebun dan kamar mandi
ps: author juga bingung ahhh,, jadi eps selanjutnya author mau kasih eps baru yang tidak ada kaitannya dengan cerita novel ini,, tapi jamin deh bakal suka. itung-itung buat rehat sejenak mikirin teory lanjutan hehehe.
keadaan panti masih terbilang cukup bagus, tak seperti panti yang kulihat ditelevisi dan semacamnya. panti ini mempunyai banyak jendela dirunag tamu, kamar, juga setiap ruangan untuk masuknya oksigen sehingga penghuninya merasa nyaman. tembok dindingnya seperti baru direnovasi dan aksesoris dan peralatannya masih terlihat baru. setidaknya tidak seperti yang kubayangkan.rumah yang serba kayu dan tanpa warna, perabotan yang rusak dan atap bocor. sebenarnya aku cukup beruntung kan? tempat ini bisa jadi tempat tinggalku sementara. ya benar, sementara sampai aku bisa mengumpulkan cukup informasi tentang asal-usulku dan penyembab aku disini serta kondisi yang kualami. dan sampai saat itu aku akan pergi meninggalkan tempat ini dan mulai hidup baru dengan mandiri, ini bukan pertama kali ingat? dikehidupanku sebelumnya aku juga cukup mandiri menonjolkan sisi diriku dan menjadi model lalu selebgram. aku juga akan melakukannya dengan penampilanku dan rasa percaya diriku, tidak ada yang tidak mungkin.. ahhh mungkin saja aku bisa menjadi artis disini? begitulahh. ngomong-ngomong kartu atm yang terisi setiap bulannya oleh ayahku bukannya masih akan bisa berlaku disini? aku akan mengecek limit sisanya nanti..... jadi, sementara ini aku akan manhan diri dan bersabar. agar tidak menimbulkan kekacauan untuk roselina juga demi keselamatanku.
aku pasti bisa
__ADS_1