Bunga Tidur

Bunga Tidur
melihatmu membuatku menangis.


__ADS_3

"wah Yev aku nggak salah liat kan??" teriak Rahma dikupingku.


sementara aku yang berdiri diam tertegun melihat sosok artis yang berdiri dipanggung aula. begitu bersinar, begitu cantik, sorotan, dan wajah yang selalu tertampar di layar kaca.


"baru aja kemarin kita ngomongin dia, sekarang udah didepan mata! ini moment terbahagia ku sumpah. Yev ayo kita abadikan moment ini?" geger Rahma yang tak bisa diam.


"Yev?" tatapnya melihatku terheran-heran karna aku yang tak kuasa lagi menahan bendungan air mata ku.


"lo terkejut sampek nangis? lo fans banget sama Selca?" tanya Rahma sambil tertawa.


"hmmm... iya aku sangat amat terkejut." kataku mengusap air mata dan melanjutkan masuk ke aula untuk mendapatkan kursi.


kita duduk dikursi paling belakang karna kelamaan berdiam di pintu masuk dan akhirnya kami pun harus duduk disana.


sambutan-sambutan, interview, pembahasan, kuis dan lainnya pun selesai. aku dan Rahma sepakat untuk tidak ke kelas dulu karna akan mengambil foto dengan kakak. kamipun menghampirinya yang sedang mengobrol dengan salah satu dosen.


"permisi, bu kami boleh foto sama kak Selca nggak?" tanya Rahma ke dosen itu.


"hmmm... seharusnya enggak karna tidak diizinkan sama agensinya." kata dosen itu.


"kenapa bu?" tanya Rahma yang memelas.


" takut melanggar hak privasi artis apalagi kalau disalah gunakan. tolong mengerti ya anak-anak." kata dosen itu lagi.


sementara aku yang saling memandangi kakaku itu hampir menjatuhkan air mata lagi.


"tapi diizinkan jika orang itu spesial." kata kakakku yang menatapku penuh rasa kerinduan.


saat ini air mataku sudah pecah rasanya, menetes dengan sangat-sangat cepat.


"kamu cuma diem disitu sambil nangis?" kata kakakku lagi memandangiku, sedangkan Rahma dan dosen itu yang sedikit kebingungan karna ucapan kakak saat itu menatap ku dan kakak bergantian.


"hmmm..... harusnya aku nggak nangis kan kak?" kataku sambil berlari memeluknya.


disitulah pecah tangis kita berdua. rasa rindu yang terbayarkan, rasa ingin jumpa, rasa banyak tanya, rasa penasaran yang terungkapkan.


"udah jangan nangis lagi kasian temanmu yang kebingungan." kata kakak.


"iya.." kataku melepas pelukannya.


"dia.... tunggu dulu, aku mau mikir dulu." ucap Rahma terbata-bata.

__ADS_1


"iya Rahma. dia kakak aku! Selvia Clora." kataku tersenyum menatap Rahma yang tertegun.


"ahh?? jadi dia kakak lo? masa sih? tunggu dulu! nama panggung Selca, nama asli Selvia Clora, adiknya Yevlin Alora marga keluarga Lora??" kata Rahma yang terlihat berpikir sangat keras.


"iya!!." kataku dan kakak kompak.


"kok lo sembunyiin sih?" tanya Rahma yang sekarang kesal padaku.


"aku juga gak tau dia jadi artis terkenal. aku nggak pernah nonton film-film aksi sama horor kan?" kataku sambil menatap kakaku.


"gilak lo ya?! punya kakak sehebat ini tapi nggak pernah nonton filmnya?" kata Rahma.


"lo tau gwe kan gak suka film kayak gitu and kakak gwe ternyata main film yang kayak gitu." kataku lagi.


"jadi selama ini kamu liat film apa ha?" tanya kakak kepadaku penuh kesal.


"romance!" kataku sambil menjulurkan lidahku.


"kamu ini." ucap kakakku sambil mengacak-ngacak rambutku.


"ok-ok sekarang boleh fotk nggak?" tanya Rahma yang tiba-tiba membuat semua krang tertawa.


"kenapa tiba-tiba dateng?" tanyaku saat makanan datang.


"kamu ngusir kakak lagi nih?" kata kakaku sambil menatapku.


"enggak.. enggak. aku seneng kakak dateng tapi bukannya 2 minggu lagi ya baru pulang pas konser nya sama Kai itu? kemarin juga kakak bilang 2 minggu lagi baru otw." kata ku sambil menyantap makanan di depanku.


"jadi di sana itu sudah kelar semua, film terakhir nya udah selesai syuting bulan lalu, syuting iklan semua udah kelar dari seminggu lalu trus foto set brand ambasaddor dan lainnya udah selesai kemarin jadi kakak mending pulang." kata kakak yang juga ikut menhatap makanannya.


"ohh gitu ya. nggak jadi surpraisin Rahma pas di konser." kataku melirik Rahma yang juga sedang makan sambil mainan ponselnya.


"ini lebih ngagetin aku lo Yev!." ujar Rahma menutup ponselnya.


"masa sih?" kata ku meledek.


"nggak tau ah." ucap Rahma singkat.


kami pun menyantap makanan kami tanpa bersuara lagi.


"jadi..... kakak sekarang mau pulang ke rumah kan?" tanyaku ragu-ragu.

__ADS_1


"hmmmm.. untuk saat ini kakak masih belum bisa pulang ke rumah." ucap kakak menatapku halus.


"kenapa nggak pulang aja sih kak? mamah sama papa udah kangen banget sama kakak. kakak udah ninggalin rumah 5 tahun lo! sekarang balik kenegara ini masa gak jenguk mereka?" tanyaku sedikit risau kalau nanti kakak malah semakin nggak mau pulang.


"bukannya nggak mau, cuman belum waktunya. soal kakak pulang dari Thailand kamu harus sembunyiin dulu dari mereka ya?" kata kakakku.


'drtt' pesan masuk ke ponselnya.


"kakak mau pergi jamuan makan nanti malam. jadi manager kakak messege suruh ke perusahaan." kata kakaku setelah melihat ponselnya.


"perusahaan disini ada emangnya? bukannya dithailand?" tanyaku.


"bodoh!! kamu selama ini sedikit masuk didunia maya kok gini aja nggak tahu?." cetus kakaku.


"dunia maya apaan." gerutuku.


"agensi kakak dari negara ini dan berdiri disini, cuman kita bangkitkan di thailand karna disana sumber daya film dan daya tarik drama bagus, apalagi disana bukan cuma bisa main film thailand dan bahasa thailand tapi berbagai bahasa." jelas kakak.


"ohhh baru tau." jawabku mengangguk paham.


"ok kakak pergi dulu ya! jaga diri kamu, jangan lupa lihat konsernya. ini tiket VIP!" ujar kakak yang menyerahkan 2 lembar kartu VIP.


"wah, makasihh kakak paling ngerti aku." kataku sambil mencium-cium bau kartu itu.


"kamu ini.. dah kakak pergi dulu ya." ucap kakaku mengelus rambutku.


"kakak nanti malem tidur dimana?" tanyaku kawatir.


"kamu ini tanya kayak nanyain pengemis tau nggak? kakak ini artis, tidur bisa di gedung agensi ataupun hotel berbintang." cetus kakakku.


"kan cuma tanya. gih sana pergi" jawabku lega.


"ok. bye Al, by Ma." kata kakakku yang melangkah pergi melambai ke akh dan Rahma.


"ehh tadi Al itu siapa ya?" tanya Rahma padaku.


"aku. dia panggil aku Alora, dan hanya dia dan mamah yang panggil aku gitu." kataku sambil bersiap pergi dari tempat.


"tapi mamah kamu masih manggil kamu Yelvin." tanya Rahma lagi.


"gitu deh." kataku pergi.

__ADS_1


__ADS_2