Bunga Tidur

Bunga Tidur
urusan remaja kadang lebih rumit dari orang dewasa. setuju??


__ADS_3

Seperti ada bom meledak di kepalaku, rasa penasaran yang tak pasti. hal-hal aneh yang tak seharusnya ada, sekarang ini sedang menghampiriku. entah takdir atau kutukan, diriku sudah terpaku kaget melihatnya. berdiri didepan rak kecil itu dan melihat buku-buku diikat tali usang. buku itu adalah buku yang sama tapi versi yang berbeda.


*edit\= langsung terlintas diotak author untuk buat novel season 2 di versi beda kalo kamu suka jadi semangati sayaT_T


diriku yang terdiam disana tak tahu sudah berapa lama memandangi buku-buku itu. lalu tiba-tiba...


"oi! lama banget, ayo cepetan!" ucapan Rahma menyadarkanku dari lamunanku lagi.


"ehmm?? ah!! iya! eh! anu.. itu" ucapanku yang tergagap-gagap membawa buku-buku yang ditali itu. berjalan cepat menemui kakek Santo.


"kakek tahu ini buku apa??" tanyaku tergesa-gesa.


"apa itu? kamu nemu dimana?" tanya kakek Santo yang sepertinya sedikit kaget juga.


"ditumpukan itu!" kataku.


"kakek.... kakek belum pernah liat! coba sini kakek buka talinya." pinta kakek kepadaku.


"ini kek!" ujarku memberikan buku itu dengan hati-hati.


kakek Santo pun membuka buku itu dan melihat dengan ekspresi bingung.


"kenapa kek?" tanya Rahma yang juga bingung.


"ohh. ndak! ini buku komik tapi nggak ada ceritanya. cuma pengenalan tokoh aja yang digambar!" ujar kakek santo menjelaskan.


"kosong? yah padahal sampulnya kayak bagus!" kata Rahma. sementara itu aku yang semakin tercengang.


"kek, bukunya boleh buat aku nggak?" tanyaku ragu.


"buku kosong ini? mau buat apa?" tanya kakek Santo yang menali kembali buku itu.


"nggak papa cuma mau aja." kataku.


"ya udah buat kamu,, nggak ada yang mau juga kalo disini." kata kakek Santo setuju. setelah selesai melihat barang antik lainnya kami pun berpamitan.


"Ma tolong antar gwe ke toko buku tadi!" kataku ragu.

__ADS_1


"mau ngapain?" tanyanya sambil memanaskan motornya.


"mau beli komik." kataku.


"omg!! kenapa nggak dari tadi sih?" tanyanya geram.


"maaf!! ayok udah cepet sebelum tutup." kataku.


"pegangan." ucap Rahma. lalu menjalankan motor dengan kecepatan menuju toko buku tadi. saat sudah sampai ditoko buku, aku pun menyuruh Rahma menunggu sebentar diparkiran. sementara aku yang masuk dan mencai buku itu dilemari sebelumnya. saat aku memasuki ruangan itu, tiba-tiba saja angin kencang menghembusan memenuhi ruangan dari jendela. akupun cepat-cepat mengambil buku komik besar yang menimpa kucing tadi. buku itu berubah tempat dan posisi yang membuatku sedikit lama mencarinya. pada akhirnya kutemukan dan membawanya ke meja kasir.


"ini berapa kak?" tanyaku mengambil dompet di tas ku.


"ehmm, maaf kak nggak bisa di scene harganya." kata kakak penjaga kasir.


"seriusan?" kataku terbelalak kaget.


"iya, sebentar ya kak saya tanyakan atasan saya!" katanya dengan senyuman.


"silahkan!" kataku menyahut senyumannya.


setelah beberapa menit, pemilik toko pun menghampiri kami.


"ini silahkan!" sahutku ragu dan memberikan buku itu.


"ini ceritanya cuma 8 lembar lho! yakin mau yang ini? masih banyak di toko ini yang ceritanya lengkap dan dari berbagai tema." tanyanya sopan sekaligus kebingungan.


"iya saya mau yang ini aja." kataku


"ya udah kamu beri harga 10% dari buku komik lainnya!" katanya kepada kakak kasir tadi.


"siap pak!" sahut kakak kasir itu.


setelah membayar akupun pergi menemui Rahma yang dari tadi menunggu.


"udah? ayo pulang!" katanya.


"langsung pulang? biasanya ke tempat nongkrong" tanyaku.

__ADS_1


"sepi hari ini, temen cowok gwe pada sibuk." katanya yang siap menjalankan motor.


"oh ya udah." kataku.


Rahma pun mengantarku, dan langsung pulang tanpa masuk terlebih dahulu.


saat aku memasuki ruangan keluarga, mamah dan papa ku yang sudah ada disana.



"mah, pa yelvin ke kamar ya!" kataku berjalan menjauhi sarang macan.


"seminggu lagi kamu ulangan kan?" tanya papa dengan nada datar.


"iya pa." jawabku menghentikan langkah dan duduk di samping mamah.


"jangan terlalu memaksakan anak!" kata mamahku lirih.


"aku nggak maksa kok! cuman dia setidaknya harus juara satu dikelas." kata papaku lagi dan aku yang hanya terdiam.


"yelvin kan sudah juara 2 dikelas. itu sudah bagus lah!" jawab mamahku menatap papaku.


"tapi tetap dia masih bisa dikalahkan sama anaknya si Harno, kolega papa. mamah tahu gimana kolega papa yang menyombongkan anaknya itu?" kata papaku sedikit marah.


"biarin aja kenapa pa? anaknya juga nggak secantik anak kita, nggak se model anak kita kan?" kata mamahku.


"dia itu juara karna nyogok guru, papa tau?" kataku penuh amarah.


"nyogok? ya kamu nyogok juga dong! paman kamu juga direktur smp, pasti kenal sama kepala kampus kamu! nanti papa minta tolong sama pamanmu." kata papa yang mengambil cangkir kopinya.


"pa!! aku mau nilai aku itu murni, nggak ada campur tangan apa lagi nyogok! biarin aja itu anak songong juara 1, aku nggak ngerasa rugi pa!"jawabku sambil melangkah menuju kamar.


"yelvin berhenti disitu!" suara papa menggelegar kan seisi rumah.


"udah pa!! udah! kasih dia sedikit kebebasan, yang paling penting perempuan itu bisa menjaga badan, tetap cantik itu yang utama." sahut mamahku yang meredakan emosi papa.


"kamu juga terlalu memanjakan anak-anak! kamu lihat sekarang kakaknya jadi apa? setelah jadi artis pergi ke negara orang nggak pernah kasih kabar. kamu mau anak keduamu juga begitu?" amarah papa yang menjadi-jadi.

__ADS_1


"jangan rendahin kakak aku!, dia nggak balik karna papa yang egois!" ujarku lalu meninggalkan ruangan itu.


~eps selanjutnya akan lebih menegangkan karna akan ada cerita tentang kakaknya, dan juga cita-cita yelvin. serta hubungan liontin dengan buku-buku komik misterius itu karna sebelum itu yelvin menemukan sebuah tragedi.*edit: nggak sengaja spoiler kan T_T. pokoknya seru deh. jangan lupa like, komen, dan favkan jika kamu suka. dukung terus author, uwuuu jadi sayang😗


__ADS_2