Bunga Tidur

Bunga Tidur
aku sudah berusaha, ok??


__ADS_3

setengah jam menunggu disana dengan canggung karna papa dana mamah yang terus diam menatap kakak yang sedang rapat sedangkan aku yang bermain ponsel agar tidak terlihat canggung. aku yang terlalu asik bermain game tanpa menyadari bahwa rapatnya telah selesai.


"Yelvina Alora!!" bentak papa keras sambil menatapku tajam.


"ah iya pa!" kataku spontan melepas aerpods ku.


"nggak sopan!!" kata papa lagi dengan nada tegas.


"maaf pa!." kataku yang hanya menunduk.


sedangkan ku lihat kakak yang sudah berada didepanku, duduk terdiam seperti memikirkan kata apa yang akan diucapkan.


"eh, kakak udah disini?" kataku cengengesan berusaha memecahkan es disana.


"ehmm." kata kakak tersenyum sayu.


"nanti malam ada acara nggak? pulang yuk! aku udah jago masak lo!" usahaku lagi.


mendengar ucapanku, papa dan mamah langsung menatap kakak yang sedang berpikir.


"gimana kak?" tanyaku lagi sambil mengambil ponselku yang tadi kumatikan.


"iya deh nanti kakak pulang." katanya ragu sedangkan mamah dan papa yang memalingkan wajah mereka dengan sedikit senyum tersirat.


"ok!! kapan-kapan ajak oppa Kai ya? kakak tahu nggak aku ngefans sama dia?" kataku lagi.


"nanti kakak mintakan tanda tangannya kalo gitu." ucap kakak yang sudah terlihat tidak canggung lagi.


"ok!" jawabku senang.


setelah asik bercanda dan beragumen cukup lama, aku ,papa dan mamah berpamitan dengan directur yang menyambut kami tadi serta berpisah dengan kakak dipintu masuk agensi.


aku yang langsung menuju tempat nongkrong biasanya karna dimassage oleh Rahma, menuju tempat itu tanpa memberitahukan papa dan mamah. mungkin mereka juga tidak sadar kalau aku berbelok saat diperjalanan.


~sampai tempat nongkrong pukul 3 sore~


aku memarkir mobilku dan menuju ke gerumunan anak-anak.


"eh calon artis kita datang nihh!" ejek Tama, teman Rahma dan juga Reza.


"apaan!" kataku tertawa dan duduk bersama anak-anak itu.


"Rahma mana?" tanyaku kepada Tama.


"baru aja pergi nganterin Reza beli barang." kata Tama sambil menyeruput minumannya.


"beli apa?" tanyaku lagi.


"nggak tauuu!!" jawab anak lain.


lalu aku pun pergi ke dapur untuk memesan makan dan minum karna ingat tadi siang belum sempat makan.aku menuju bangku kosong yang agak jauh dari anak-anak tadi, berharap mendapat keheningan untuk mengerjakan deskripsi ku.

__ADS_1


aku mengerjakan deskripsiku tanpa halangan dan bising karna menggunakan aerpods, tentu saja aku sudah berusaha tidak menghiraukan lingkungan sekitar dan hanya focus pada layar laptopku.


hingga pukul set 5 pandanganku teralihkan dari deskripsiku menuju kursi yang ada didepanku. sontak aku terkejut hingga berteriak karna Reza duduk disana sambil menatapku serius.


"astaga Reza!!! jantung gwe kalo gak kuat gimana?" kataku dengan nada keras.


"ada kemajuan kalo gitu." kata Reza singkat dengan senyuman smirknya serta tatapan badboynya.


"kemajuan pala lu botak!" kataku kesal dan menyimpan drive ku lalu menutup tugas deskripsiku.


"kamu makin galak ya!! tapi makin cantik kok." kata Reza yang terus menggangguku.


"ok, tukang gombal!! sekarang eneng cantik mau pulang. byee!! kataku menedeng tas bawaan ku dan mengambil jaket yang ku taruh dipinggiran kursi lalu melangkah pergi menuju mobilku.


"Yev!!" suara teriakan yang familiar menghentikan langkahku dan membuatku sontak menengok kearah sumber suara.


"udah mau pulang?" tanya Rahma menghampiriku.


"ehmm,,, iya nihh! disini berisik. sedangkan tugas deskripsi gwe belum selesai." kataku menutup pintu mobil.


"tugas dari pak Edot?" tanya Rahma sambil mengeluarkan permen dari saku celananya lalu memakannya.


"iya,, nanti mau makan keluarga jugak jadi mau pulang siap-siap nih!" kataku yang sudah memegang kunci mobil.


"oh jadi nanti ada makan keluarga? jarang banget sih!!" kata Rahma sambil mengangguk kearah anak-anak yang menanyakan rokok.


"iya, kakak gwe nanti kerumah." kataku semriah.


"issh jorok banget sih lu!!." kataku dengan tatapan sedikit jorok melihat permennya.


"ya,, yaa..." kata ku lagi mencubit pipi Rahma lalu membuka pintu mobil lagi.


"wahhhh.... kabar baik loh!! ehh udah ketemu sama Reza? dari seminggu yang lalu nyariin lu terus." kata Rahma sembari menengok kearah kerumunan anak-anak mencari sosok Reza.


"ehmm,, udah noh di bangku sana!" tunjukku ke arah bangku Reza.


"disana??!! itu... mukanya agak cemberut nggak sih dia? tadi jalan sama gwe nggak gitu loh." kata Rahma melihat ke arah Reza dengan cermat.


"nggak tau." jawabku singkat menaiki mobil.


aku menyalakan mobilku dan membuka kacanya.


"lu nggak ngomong macem-macem kan? kasian Yev anak orang lu bikin sakit hati terus." kata Rahma memandangiku dari luar kaca.


"aku?? nggak ngomong kasar kok!" ucapku.


"mending lu lebih baik sedikit deh ke Reza. lu sadar nggak sih setelah dia nembak lu, lu kayak menjauhi dia? kasian kan?" ujar Rahma lagi.


"ehmm... aku selama ini baik kok kesemuanya." jawabku cepat.


"aissa,, pokonya lo harus lebih hangat lagi ke dia." ucap Rahma lalu pergi.

__ADS_1


aku yang masih berpikir 'apakah aku ini terlalau jahat ke Reza?' itu terdiam sejenak.


'ah mungkin iya kali ya? ok mulai sekarang lebih hangat. kamu bisa!!' gumamku lalu menjalankan mobilku.


aku pulang dengan kecepatan menuju rumah dan sampai kira-kira pukul 5.


saat aku pulang, aku melihat papa yang ada diruang keluarga sedang membaca koran dan mamah yang sedang melihat-lihat producnya.


"pa, mah aku pulang." kataku sambil berjalan menuju kemarku.


"dari mana kamu?" tanya papa dengan nada datar.


"abis ngerjain deskripsi." kataku. sebenarnya aku juga tidak berbohong karna aku memang lah mengerjakan deskripsi walaupun ditempat nongkrong.


"ohhh,,, udah makan?" tanya mamah yang masih focus ke barang yang diamatinya.


"udah kok," kataku lalu pergi ke kamar.


~jam 9~


kakak datang sesuai jam yang dijanjikan bersama seorang bodyguard nya.


"kak udah datang? ayok masuk. aku tadi masak lho!!" kataku setelah membukakan pintu dan melihat kakak.


"oh ya? kamu masak apa?" tanya kakak berusaha tersenyum dan tenang.


"nila manis, nasi goreng sama buah apel." kataku bercanda.


"apel kok dimasak. kamu ini!" tanggap kakak mengelus kepalaku.


aku dan kakak berjalan menuju ruang makan dan melihat papa dan mamah yang sudah duduk disana.


"ayo kita makan!!!" kataku dengan riang sambil berjalan cepat ke kursiku.


tak disangka makan malam berjalan sangat lancar, mamah yang mula-mula menanyakan kabar kakak hingga kakak yang mengungkapkan rasa rindu kepada kami sehingga mulai meluncurkan air mata.


setelah makan aku mengambil ponselku dan memgambil beberapa gambar kami sekeluarga. sungguh pemandangan yang langka dan yang kurindukan pasalnya setelah kakak pergi aku bahakan hampir tidak pernah makan bersama papa dan mamah. setelah kakak pergi terjadi perang dirumah dan membuat gempar satu kota, sejak saat itu kami jarang berkomunikasi dengan hangat.


"kakak hari ini tidur disini aja ya?" kataku memelas.


"kakak masih ada kerjaan. gimana ya?!" kata kakak mengelus rambutku.


"yahh, tapi jarang lho kakak dirumah. ya kak ntar tidur sama aku!!" kataku lagi dan kali ini dengan nada anak kecil yang sedang merengek.


"ehmm..." kakak yang sedang bingung mau jawab apa karna melihat expresi papa yang dingin.


"ok,, kerjaan kakak tunda dulu buat kamu!" kata kakaku tersenyum lega setelah melihat wajah mamah yamg juga menyiratkan tanda setuju.


"asikkk, makasih kak! luv luv buat kamu." kataku tertawa.


#maaf sekali karna bulan ini dan bulan depan akan jarang up karna author punya kesibukan lain selain nulis novel di manga😣.mungkin akan hiatus selama 3 minggu😭 dan buat pembaca setia tolong tetap sabar menunggu karna author punya kejutan lain😚💥. percayalah diotak ini sudah banyak terisi teory dan kisah-kisah menarik yang bikin dug dug an hahaha😃. tunggu saya T_T

__ADS_1


__ADS_2