Bunga Tidur

Bunga Tidur
beberapa sifat manusia #1


__ADS_3

kita menghabiskan waktu untung bersenang-senang dan melupakan ujian hari ini. aku mencoba lebih dekat dan ramah kepada Reza dan juga menyanyikan beberapa potong lirik lagu. keadaan saat itu baik-baik saja hingga aku tidak mengira satu kalimat yang terdengar ditelingaku membuatku sangat tidak nyaman...


"yelv,, pahamu terlihat indah. hahaha" kalimat itu meluncur dari mulut Reza yang tepat disampingku.


"maksud kamu apa ya?" sontakku yang kaget dengan kalimatnya itu.


"kamu sungguh penuh pesona, jika bukan kamu anak orang kaya. aku sudah membuatmu terbaring dipelukanku dengan kasar. hahaha" ucapnya lagi.


"Reza!! pertama aku sudah mentoleransi kamu karna mengingat kamu minum sangat banyak." teriakku keras dengan beranjak berdiri dari kursiku.


mendengar suaraku seketika suana jadi ricuh dan canggung. Rahma yang sedang bernyanyipun sontak membanting microfon dan menghampiriku.


"kenapa yelv?" tanyanya gelisah


"temen lu udah ngerendahin gwe." kataku emosi.


"kamu liat lah yelv dia mabuk berat." ucap Rahma menenangkanku.


"tapi orang yang mabuk akan melakukan hal yang ada dihatinya." ucapku lagi melirik Reza serta menatap tajam Rahma.


"kita redam dulu emosi kita ok!!,,, bagas ambilkan air dingin!" ucap Rahma merangkulku. bagas juga adalah salah satu teman Reza yang hadir disitu.


"ok!"


setelah itu Rahma menyiramkan segelas air dingin itu kemuka Reza.


*air dingin dapat menyadarkan orang mabuk meskipun hanya 40%


Reza yang sudah basah itupun langsung terbangun dari duduknya.


"ehmmm,, kenapa atmosfer nya kayak gini sih?" ucapnya masih terbawa alkohol.


'PLAKKK!!' suara tamparan keras sungguh bergema diruangan itu.


"Rahma!!! lo ngapaun nampar Reza sekeras itu cobakk!" teriak bagas yang melihat pipi Reza sangat merah.


"selain air dingin, tamparan dan kekerasan dapat menyembuhkan mabuk. kita selesaikan masalah hari ini juga gwe nggak mau tau" ucap Rahma melotot ke arah Reza yang terlihat terkejut juga bingung.


"ok!! kalian lihat?! dia seperti orang linglung bahkan jika dijelaskan dia nggak akan tau apa masalahnya. mending gwe pulang minggu depan ada syuting." ucapku mengambil tasku yang berada dimeja.

__ADS_1


"berhenti disitu!. nggak ada yang bisa pulang sebelum masalah selesai. ok?!" ucap Rahma memegang erat tanganku.


"trus nunggu dia sadar dulu sama yang dia katakan barusan?, sampek kapan Ma? dia aja kayak orang linglung." ucapku mengambil ponselku didalam tas.


"Reza!!! lo inget-inget lo barusan ngelakuin apa!" ujar Rahma.


"aku kekamar mandi dulu,, biar dia mikir sekalian jawab telepon." ucapku melihat ada 8 panggilan tak terjawab.


"hmmm,, sekalian tenangin diri lo sebelum masuk kesini lagi ya yelv" ucap bagas.


akupun pergi meninggalkan mereka dan bergegas ke kamar mandi.


aku membasuh mukaku dan menciba tenang menhadapi reza nanti. aku melihat ke arah ponselku dan tersadar akan panggilan tadi,,


"halo?"


"dengan nona Yelvina Alora?"


"iya dengan saya sendiri ada apa ya?"


"bukan begitu kami dari pihak film yang akan anda bintangi minggu depan, bisa bertemu sekarang? ada yang ingin kami bahas tentang penataan jadwal syuting, aktor lawan juga kontrak."


"ahh,, sekarang?"


"ehmmm,,saya minta maaf. saya sekarang sedang ada urusan dan sepertinya akan lama."


"maaf, kalau boleh tau sekarang anda sedang dimana? karna kita akan mengadakan pertemukan dibar vilc**n"


"ahh,, sangat kebetulan sekarang saya sedang disini. diruang berapa?"


"ruang no 28,, jika anda punya urusan sebaiknya anda selesaikan dulu nona, agar tidak menggangu pertemuannya. anda bisa datang 30 menit terlambat."


"ahh,, terimakasih untuk waktunya. saya akan kesana secepatnya jika masalah saya selesai."


"sampai jumpa"


akupun melihat kaca lagi,, 'seharusnya akan berjalan lancar kan?. aisshh lebih baik cepat kuselesaikan masalah ini.' gumamku lalu pergi menuju ruang tadi.


saat aku memasuki ruangan seketika aku melihat Reza yang gelisah dan bimbang akan berkata-kata.

__ADS_1


"Yelvina sini duduk sebelah Reza." ujar Rahma.


"ha?? nggak ah aku samping kamu aja Ma." ucapku bergeser tempat.


"Yelv aku minta maaf, aku nggak punya maksud ngerendahin kamu, aku..... aku tidak sadar tadi..."


"seperti yang gwe bilang tadi, gerakan orang mabuk adalah langkah yang berasal dari hati." ucapku tegas tanpa melirik kearah manapun.


"bukan yelv lo dengerin dulu!!." ucap bagas mendesakku.


"ok aku dengerin... sekarang jelasin maksud kata-kata kamu pas kamu mabuk tadi." ujarku lagi sambil melihat arah jam.


"aku....akuu.... aku tidak kuat kamu perlakukan seperti ini terus,, semenjak aku ngungkapin perasaan aku dan kamu tolak. kamu seperti menghindar dan itu.... itu buat aku seolah orang rendah yang ngemis cinta. padahal diluar banyak yang mau jadi pacar aku,, aku merasa saat aku ngungkapin kamu akan trima aku. tapi...."


"aku nolak kamu?!! karna itu?! lalu acuh? menghindar? jadi itu alesan kamu buat ngucapin kata kotor ke aku?" ucapku menahan emosi.


"itu.... aku... bisa jelasin sedikit"


"haah,, kamu punya waktu 10 menit untuk jelasin aku mau ada rapat."


"jadi itu,,, aku emosi saat waktu kamu acuhin aku ditempat nongkrong waktu itu trus tadi kamu sangat ramah kesemua orang seperti nggak mikirin kejadian itu, kamu nggak mikirin perasaan aku saat waktu itu, aku mabuk dan..."


"dan kata hati terungkap!!. ok sudah habis waktu kamu jelasin sekarang aku yang jelasin ok?" ujarku menatap matanya dan melihat anak-anak lainnya.


"tolong bersikap dewasa yelv, jelaskan sikap kamu ke Reza juga." kata bagas.


"okk,, dia udah jelasin sekarang aku juga mau jelasin...jadii, waktu pertama kali Rahma ngenalin Reza ke aku. tatapan Reza udah seperti playboy yang kurang asupan. pahamkan kata-kata aku maksudnya apa?


terus pas Rahma bilang kalau Reza pasti udah punya cewek, aku lega karna melihat sikapnya lumayan baik ke aku. juga,, aku nanggepin dia sama kayak aku nanggepin anak cowok lainnya. hubungan kita damai hingga dia tiba-tiba nyatain perasaanya ke aku dihadapan kalian,, saat itu aku tolak karna apa? aku ngerasa belum saatnya aku punya hubungan... aku mau fokua ke karir aku,ke belajar aku... lalu malamnya ada pesan yang bilang kalau dia ceweknya Reza dan nyuruh aku buat jauhin Reza kalau nggak aku bakal kehilangan orang yang aku sayang. lalu esoknya saat aku ketemu reza aku udah jaga jarak sama dia,, kalian tahu saat itu Reza masih terus ndeketin aku.. lalu tiba-tiba ada berita paman aku sakit karna keracunan. disitu aku kaget dan mencoba menjauh tetus menjauh dari Reza. paman aku sembuh nggak ada apa-apa lagi,, lalu saat aku nggak ke tempat nongkrong dan Reza terus-terusan nyari aku, tiba-tiba kucing aku mati dibagasi mobil. aku punya 2 kucing dan selalu dikandang, tiba-tiba mati dibagasi. kalian mikir nggak? jadi begitu lalu hari itu aku ke tempat nongkrong karna aku stress saat itu karna keluargaku lalu kesana sekalian nyelesaiin tugas siapa kira dia tersinggung karna ucapanku saat itu. tapi yang nggak bisa aku toleransi dari sini itu ucapan dia yang bilang kalo bukan dari keluarga kaya aku bakal tergeletak tak berdaya dibuat kasar olehnya. sekian,,,, ada yang mau menyalahkan aku atau Reza mungkin?? aku akan terima ocehan kalian." jelasku mengambil tasku.


"maafin kita Yelv kita nggak tau,," kata Rahma.


"ehmm,, bukan salah kalian juga..jadi intinya sekarang aku lupain kata-kata dia aku juga maafin pacarnya dia dan mulai sekarang aku nggak ada hubungan apapun dengan dia,, aku mungkin nggak akan ke tempat nongkrong,, maaf jika aku kasar hari ini haha.. kalian lanjutkan saja aku yang bayar" ucapku meninggalkan ruangan itu. saat aku berjalan menuju ruang no 28. tiba-tiba sebuah tangan menghentikan langkahku. dan sontak aku menengok dan ternyata


"lo kira setelah lo nyampakan gwe dan bongkar semua gwe bakal lupain lo gitu aja? nggak Yelvina Alora. tidak!!" kata Reza yang menarik tanganku.


"lepasin gwe,, sekarang kita nggak saling kenal.. maaf tapi tangan lo nyakitin tangan gwe."


"ha?? hati gwe lebih sakit Yelvina!! pokoknya hari ini lo harus layani gwe nggak mau tau" Reza menarik tanganku dan menyeretku.

__ADS_1


"lepasin Reza,, tolongg!!, Reza lo gila!. Reza lepasinn tangan gwe. tolong!!!!" teriakku


saat kita berhenti didepan ruangan tiba-tiba.........


__ADS_2