
Anna terbaring tergeletak di lantai kamarnya, mencari sesuatu yang indah untuk menghibur diri nya. menatap langit langit kamar yang tinggi, lampu kristal yang indah,sinar matahari yang masuk ke kamarnya menyilaukan mata nya. bekas air mata nya masih membasahi karpetnya. Anna terbaring lemas di lantai kamarnya yang dingin. kakinya bahkan tidak kuat menahan tubuhnya yang kurus itu, tepi bibirnya yang berdarah, Anna bahkan tak bisa lagi merasakan sakitnya... menatap langit langit kamar nya yang tinggi,menghitung jumlah batu kristal yang menggantung indah tepat diatasnya.
bersenandung lagu yang sering dinyanyikan ibu nya saat kecil. Anna terbaring lemas, tangan dan kakinya penuh memar, bibirnya berdarah, lengan baju yang sobek, bahkan kedua kakinya masih terikat dengan dasi suaminya.
sudah hampir 6 jam Anna terbaring di lantai kamarnya yang dingin, tak mampu berdiri bahkan untuk naik ketempat tidur nya yang tepat di sampingnya. Anna mencoba bangun dengan menarik seprai tempat tidurnya, akhirnya Anna duduk bersandar di kaki tempat tidur nya yang mewah dan
besar, memandang sekeliling kamar nya yang mewah dan sangat luas. Anna merapikan rambutnya dan membuka ikatan di kakinya...
" ibu, kehidupan seperti ini yang ayah pilihkan untuk Ana,....
__ADS_1
Anna menguatkan dirinya berjalan menuju kamar mandi, Anna terduduk di bawah shower yang menyiram tubuhnya dengan air dingin lama sekali... darah di bibirnya pun menghilang terbawa air. Anna yang masih mengenakan pakaian nya yang sudah sobek itu mencoba berdiri dan keluar dari kamar mandi memakai jubah mandinya lalu duduk di depan meja riasnya. Anna melihat wajahnya yang memar, bibir nya yang mengeluarkan darah lagi, lengannya yang membiru.
Anna baru satu Minggu menikah dengan lelaki kaya pilihan ayahnya bernama Juan Manuel, lelaki kasar bertemperamen buruk. sebulan berkenalan Juan sangat baik dan menunjukkan cinta pada Anna karena itu Anna bersedia dinikahkan dengan Juan.
sampai hari pernikahan Juan terlihat bahagia dapat memperistri Anna gadis baik hati dan sangat cantik itu, Hanry ayah Anna sangat yakin pernikahan Anna dan Juan akan merubah nasibnya dan Anna. Hanry bahkan meminta mahar yang banyak pada Juan. setelah pernikahan Juan langsung membawa Anna ke villa mewahnya. Anna hanya menuruti keinginan suaminya itu.
pada malam pernikahan Juan meninggalkan Anna sendiri di villa nya yang besar, sikapnya pada Anna langsung berubah.
malam itu jam 11 malam Juan pulang masih memakai pakaian kerja, Anna terbangun mendengar Juan membuka pintu, Anna langsung mendekat Juan dan mengambil jas yang ada ditangan Juan. Anna tak berani melihat wajah suaminya itu hanya mendengar nafas Juan yang berat.
__ADS_1
Anna ke kamar mandi untuk mengambil air hangat dan handuk kecil lalu Juan mendekati Anna dan menarik rambutnya dengan keras menyeret Anna sampai ke sofa di kamar itu, Anna menahan sakit kerena di Jambak dan diseret cukup jauh oleh Juan. Juan lalu menghempaskan tubuh Anna ke sofa, Anna bersimpuh di depan suaminya bertanya apa kesalahannya hingga di perlakukan seperti itu
" jangan gini tolong salah aku apa?
" salah kamu adalah kamu sama murahannya dengan ibuku, kau mau menjual dirimu demi uang dan hidup mewah!!! kata Juan sambil menunduk dan memegang kuat dagu Anna.
" aku nggak ngerti..." kata Anna lagi, air mata sudah membasahi pipinya
lalu Juan menginjak injak tubuh kecil Anna 3 kali memegang kuat lengan Anna memaksa nya berdiri, Anna melihat mata Juan yang merah. tubuh Anna lemah dan sakit karena diseret dan di injak oleh Juan, lalu Anna di tampar dengan keras dan darah mengalir di tepi bibirnya. Anna hanya menangis tak bertanya lagi apa kesalahannya. tubuh Anna yang kecil di seret Juan lalu di tolak lagi, kaki Anna membentur sudut meja. Anna terjatuh menangis tanpa suara seakan tak merasakan lagi sakit ditubuhnya.
__ADS_1
Juan menindih tubuh Anna lalu menarik bajunya dengan paksa Anna tak bergerak sama sekali tatapannya sayu melihat Juan yang bangun dan kembali menginjak paha Anna dua kali lalu melepas dasi nya dan mengikat kaki Anna sangat kuat dan meninggalkan Anna begitu saja tergeletak di lantai kamarnya.
" apa aku pantas diperlakukan seperti ini? " itulah kata pertama yang Anna ucapkan.