
matahari sudah menampakkan dirinya, cahaya nya masuk menerpa wajah cantik Kyra pagi, Kyra terbangun dan merasakan sakit diseluruh tubuhnya. Kyra memaksakan diri untuk segera ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. cukup lama berendam di air hangat Kyra keluar dengan wajah yang segar. Kyra segera berpakaian dan turun untuk sarapan. saat turun dan hendak ke ruang makan langkah Kyra terhenti melihat ibu tiri dan saudara tirinya berdiri di hadapan nya menatap sinis padanya.
" kau terlihat senang tidak ada aku dan Meta dirumah ini" kata Elise sinis
" iya ma, kita terlalu beri dia banyak waktu untuk bersenang senang, lihat penampilan nya seperti anak jalanan, memang disana tempatnya ma, jalanan" hasut Meta karena iri melihat kecantikan Kyra
Kyra hanya terus berjalan Melawati Elise dan Meta membuat anak dan ibu itu terkejut melihat tatapan tenang dan berani Kyra. selama ini Kyra pasti hanya menunduk saat didepan Elise membuat Elise berani semena mena dan berani memukul Kyra.
" berani sekali Lo melawan mama" bentak Meta sambil menarik keras tangan Kyra, Kyra lalu menghempas keras tangan Meta, melihat itu Elise langsung menampar pipi Kyra hingga berbekas
" tampaknya Tante semakin tua, tenaga Tante nggak sekuat dulu" kata Kyra sambil memegang pipinya, sekuat tenaga Kyra menutupi rasa takut dan menahan air matanya. Meta ingin memukul Kyra dan tangannya ditahan Alex yang dengan cepat berdiri di depan Kyra membela nya.
" ini terakhir kali tante bisa tampar aku, lain kali aku akan balas!" kata kata Kyra membuat ibu dan anak itu tambah kesal dan terkejut tak percaya melihat Kyra berani melawan keduanya tatapan mata Kyra membuat Elise sedikit ketakutan. Meta mengejar Kyra yang sedang berjalan menuju pintu keluar, Meta hendak memukul Kyra dan Kyra menghindar akhirnya Meta terjatuh, Kyra melihat dingin pada Meta dan langsung pergi.
Elise sangat kesal pada Alex yang membela Kyra.
" kamu kenapa Alex? kenapa kamu belain Kyra? kamu mau melawan mama?"
'" aku lakuin ini demi kebaikan mama, ingat ma, Kay sudah tamat kuliah dia akan segera ambil alih perusahaan dengan atau tanpa izin papa Steve, jika mama mau hidup mewah dan aman jangan ganggu Kay"
" kenapa kamu belum cari cara untuk menyingkirkan nya? mama sendiri yang akan menyingkirkan anak sial itu!"
" jika terjadi sesuatu pada Kay, seluruh hartanya akan di sumbangkan, mama mau masa tua mama hidup jadi gelandangan? jangan lakukan apapun pada Kay, ini peringatan pertama dan terakhir dari aku," kata kata Alex membuat Elise ketakutan akan posisinya dirumah ini, selama menikah tak banyak harta yang ia dapat simpan dari Steve
" dan kau Meta sekali lagi kau sentuh Kyra, aku akan mengirim mu ke papa kandung mu!!!"
__ADS_1
" Alex!!!!" bentak Elise. banyak kejutan yang ia terima saat pulang, Elise dan Meta sudah berencana menganiaya Kyra lagi saat kembali, bayangan Kyra yang memohon ampun sudah terbayang oleh ibu dan anak yang jahat dan licik itu, namun saat melihat Kyra pagi ini dan Alex yang membela bahkan berani mengancam nya dan Meta membuat Elise kesal. Elise dan Meta mulai membuat rencana jahat lagi untuk Kyra. bagi ibu dan anak itu memukul dan menyiksa Kyra adalah sebuah kesenangan. tidak sadar bahwa yang mereka nikmati adalah milik Kyra yang selamanya tidak akan bisa mereka rebut bahkan pak Steve ayah Kyra pun tak bisa memiliki saham dan aset milik Kyra. semua milik Kyra telah di atur dan sangat aman karena kakek Kyra, saat ayah Kyra menikah lagi dan melihat wanita yang dinikahi ayah Kyra, kakek Kyra langsung mengatur dan mengamankan semua yang menjadi milik Kyra. bahkan Steve hanya memiliki saham yang sangat kecil di perusahaan yang ia kelola.
Kyra dengan cepat meninggalkan rumah itu. detak jantung yang kuat, dan air mata yang ia tahan akhirnya tumpah juga. Kyra duduk ditaman menenangkan dirinya. Kyra sebisa mungkin menutupi rasa takutnya saat di depan Elise dan Meta.
melihat Kyra Deon mempercepat langkahnya dan mendekati Kyra,
" Kay" panggil Deon sambil memegang bahu Kyra. Kyra melihat Deon langsung bangun dan memeluk Deon dengan kuat, ia melepaskan tangisnya di pelukan Deon. Deon tersenyum senang dan memeluk Kyra, membelai lembut rambut Kyra menenangkan nya. cukup lama, Kyra pun sadar dirinya sedang memeluk Deon, Kyra langsung melepas pelukannya, dengan malu merapikan rambut dan menghapus sisa air matanya
" maaf" kata Kyra sambil menunduk
" tak perlu minta maaf, kapanpun Kay, kau bisa bersandar di bahuku"
" terimakasih Deon"
" untuk?"
" apa akhirnya terjadi? kamu berhadapan dengan mereka? aku rasa kamu menghadapi dengan cukup baik, tapi sepertinya satu tamparan mendarat di pipimu dan aku tak suka Kay, jangan biarkan mereka menyentuh kamu Kay, siapapun itu! apa aku boleh memberi pelajaran pada mereka? walau aku tidak pernah memukul perempuan, tapi aku rasa mereka berdua layak mendapat pelajaran Kay"
" dari mana kamu tau mereka Deon"
" kamu meragukan aku saat aku bilang akan melindungi kamu? aku selalu tau yang menyakiti kamu Kay dan aku akan membalas mereka dengan cara aku, aku bahkan mampu mengirim mereka ke pulau kecil tak berpenghuni, bahkan penjara masih cukup bagus untuk mereka berdua" kata kata Deon membuat Kyra menatap Deon, ada perasaan hangat di hati Kyra melihat seseorang yang membela dirinya,
" tidak perlu melakukan itu, mereka adalah bagian dari hidup papa, udah cukup papa kehilangan mama dulu, aku tak mau papa kehilangan lebih banyak lagi"
" jadi karena itu kau menerima semua perlakuan mereka selama ini?!"
__ADS_1
" aku bisa membela diri sekarang dan rasanya sangat menenangkan, lega, apa aku egois Deon?"
" tentu tidak Kay, kau bahkan harus lebih dari sekedar bertahan, mulai besok kamu akan aman dirumah itu, akan ada seseorang yang melindungi kamu"
" siapa?"
" nanti kau akan tau, sekarang ayo kita sarapan aku sudah lapar dan seperti nya aku harus mengganti bajuku yang basah karena air mata mu itu"
" Deon...." Kyra kesal karena Deon menertawai nya, sikap Kyra itu justru terlihat manis bagi Deon. Kyra berlari mengejar Deon yang sudah jalan duluan.
selesai sarapan Deon dan Kyra kembali ketempat latihan Lucas, Kyra belajar cara menghindar dan sedikit membalas, Deon hanya memperhatikan Kyra yang tampak sangat serius mempelajari semua yang di ajarkan Lucas. hampir 2 jam Kyra pun terduduk meluruskan kakinya, mengatur lagi nafasnya. Deon mendekat dan memberikan minum pada Kyra. rambut Kyra yang di ikat asal, basah dan rambut yang jatuh menutupi wajahnya membuat Deon terpana melihat kecantikan Kyra. Kyra tersenyum manis pada Deon sambil menghabiskan minum nya.
Deon hanya terdiam menatap wajah Kyra mengelap keringat di kening Kyra dengan handuknya , mengelap pipinya lalu Deon menunduk, dekat, semakin mendekat kan wajahnya pada Kyra semakin dekat lalu menempelkan bibirnya pada bibir merah Kyra dengan lembut, Kyra membulatkan matanya karena yang dilakukan Deon, itu adalah ciuman pertamanya Kyra, ciuman yang pernah di bayangkan Kyra, ciuman pertama yang manis...ternyata memang manis, lembut bahkan Kyra tidak menolak. Deon bahkan lebih dari sekedar mengecup bibir Kyra, Deon memburu balasan dari Kyra Deon memegang pipi Kyra dengan tangan kanannya menahan agar ciuman itu lama, Kyra bahkan seperti kehabisan nafas, Kyra lalu menunduk, Deon menyatukan keningnya dan kening Kyra belum berniat menjauh sedikit pun, Deon lalu mencium kening Kyra. Kyra lalu menatap mata Deon sangat dalam ada sesuatu yang membuat Kyra semakin tenang. Kyra lalu menunduk lagi dan mulai salah tingkah begitu juga Deon
" aku....aku akan nunggu kamu di depan Kay, kamu gantilah baju" Deon pun membantu Kyra berdiri dan Kyra langsung mengambil tasnya dan pergi tanpa bicara apapun
" tak ku sangka akan melihat pertunjukan romantis di pagi hari dan itu kau Deon, aku kira selama ini kau laki laki tidak normal karena tidak pernah dekat dengan wanita manapun, Kyra memang istimewa"
" sial! harusnya kau pergi setelah melihat itu buka kau tonton sampai habis, kalau Kyra tau kau melihatnya dia akan malu!!!"
" aku tak akan mungkin melepaskan kesempatan itu bro"
" awas kau!!" kata Deon kesal
" apa? wahhh temanku ternyata lelaki sejati, kapan kapan kita bertanding"
__ADS_1
" aku selalu siap" tantang Deon