Cahaya Mata Kyra Nuria

Cahaya Mata Kyra Nuria
melepaskan emosi


__ADS_3

Kyra masih terdiam di kamarnya, memikirkan semua yang Deon katakan dan hadirnya Bree apa benar kakek dan papa tau" apa aku harus bertanya pada papa? apa papa mau bicara dengan ku?" lirih Kyra sedih. saat Bree sedang pergi bertemu seseorang untuk mempermudah komunikasi nya dengan Deon dan mengatur agar Kyra tetap aman. juga mengambil pakaiannya.


Kyra masih terdiam, lalu lamunannya kembali pada Deon saat mencium bibir nya, Kyra memegang bibirnya dan tersenyum,


" apa ini saat yang tepat untuk aku mengenal cinta, Deon sangat melindungi ku, apa ini benar? "


lamunan Kyra terhenti karena kehadiran Alex di kamarnya, tablet ditangan Kyra bahkan hampir terjatuh dari tangannya karena terkejut.


" kak Alex,mau apa lagi ke kamar Kay? pergilah sebentar lagi Bree akan datang Kay tidak ingin Bree melihat kak Alex di kamar Kay, tolong pergi lah..."


" apa kau melindungi ku Kay?"


" apa yang kak Alex katakan, pergilah kak Kay mohon"


" jangan memohon Kay, kamu berubah dan aku takut Kay keberanian dan tatapan itu baru kali ini aku melihatnya"


" apa kak Alex ingin melihat Tante Elise dan Meta menyiksa Kay terus? itu yang kak Alex inginkan?"


" tidak, bukan gitu Kay. aku sangat bisa melindungi kamu"


" kenapa sekarang? kenapa tidak dari dulu? Kaka tau separah apa Tante Elise dan Meta menyiksa Kay? Kay yakin kak Alex tau dan apa yang Kaka lakukan? diam! lalu sekarang Kay melawan apa salah? kenapa kak Alex berubah? dan seingat Kay, kak Alex tidak pernah benar-benar melindungi Kay kak Alex bahkan lebih membuat Kay takut, pergilah Kay masih anggap kak Alex Kaka Kay selama 10 tahun ini"


" tidak Kay, aku tak ingin kau mengganggap aku Kaka mu, aku melihat kamu sebagai wanita... wanita yang ingin aku miliki Kay dan itu membuatku gila "


" hentikan kak Alex keluar dari kamar ini atau dari rumah ini!"


" aku tak bisa, aku bisa gila jika jauh dari mu, beri aku kesempatan Kay" Alex memohon memegang kedua tangan Kyra tatapan sendu Alex. Alex mendekat dan semakin mendekat dengan Kyra sudah bersandar di sofa kedua tangan Alex mengurungnya.


" jangan seperti ini kak Alex Kay.... sudah mempunyai seseorang yang melindungi Kay dan Kay cinta. Deon namanya Deon. sekarang kak Alex pergi Kay mohon"


" nggak Kay, kamu milik aku hanya milik aku rambut ini, mata ini bibir ini, tubuh ini milik aku" Alex memaksa mencium bibir Kyra dan Kyra menampar Alex dengan keras


" kak Alex!!! pergi jika Bree datang masalah ini akan sampai ke kakek dan ini nggak akan baik untuk kak Alex."


Alex semakin marah dan memburu mencium bibir Kyra dengan paksa menahan kedua tangan Kyra. tubuh Alex yang besar menindih Kyra membuat Kyra tak bisa bergerak Alex mulai mencium leher Kyra dengan kasar.


" lepas.... lepas..... Deon .... Deon ... tolong...!!! "


Kyra teriak dengan keras air matanya mengalir deras. mendengar Kyra memanggil nama Deon Alex semakin marah dan semakin kasar

__ADS_1


lalu seseorang membuka pintu balkon kamar Kyra dengan keras dan menarik Deon dengan kuat dan melayangkan pukulan kuat di wajah Alex berkali kali sama sekali tak memberi kesempatan untuk Alex melawan, Alex tersungkur lemas. Bree datang dan membawa 2 orang pengawal untuk menyeret Alex dari kamar itu.


Kyra menangis memeluk lututnya Deon mendekat dan langsung memeluk Kyra dan Kyra menangis kuat di pelukan Deon yang masih mengenakan jas kerja nya.


" bawa aku Deon ... bawa aku... kenapa? kenapa harus Kay, apa yang kau lakukan sampai harus menerima ini semua? aku nggak mau dirumah ini lagi tolong Kay, tolong..." Kyra seolah melepas semua rasa sakitnya. pak Steve masuk ke kamar dan menangis melihat Kyra


" kenapa pa? kenapa papa membenci Kay? Kenapa tidak pernah melihat Kay, papa menutup Mata dan telinga papa atas perlakuan Tante Elise dan Meta pada Kay selama 10 tahun, Kay sering terbaring di lantai sepanjang malam karena pukulan dan tendangan yang Kay terima bahkan untuk bangun pun Kay tak bisa, kenapa pa? Kay hanya memilih berada di sisi papa agar papa tidak kehilangan lebih banyak lagi. kenapa pa?"


" tenang Kay, tarik nafas tenang sayang jangan seperti ini" Deon dengan lembut menenangkan Kyra, Deon bahkan tak bisa menahan air matanya. Deon menatap tajam ke Elise dan Meta yang dari tadi berdiri di depan pintu karena mendengar teriakan Kyra. Alex sudah di bawa oleh anak buah Deon.


" bawa aku Deon... "


" iya sayang, kita akan pergi dari rumah ini, aku akan hancurkan semua yang sudah menyakiti kamu aku bersumpah sayang." Deon memeluk Kyra yang sudah mulai tenang


" ma itu Deon Emilio, pengusaha muda. perusahaan nya sangat banyak bagaimana perempuan sial itu bisa bertemu dengannya dan tatapannya sangat marah melihat kita sepertinya kita harus pergi ma"


Deon melepas jas nya dan memakaikan pada Kyra lalu menggendongnya.


" pak Steve saya akan membawa Kyra" Deon meminta izin pada pak Steve yang masih menangis melihat Kyra


" saya yang akan melindungi Kyra dan saya akan melakukan apa yang saya katakan tadi"


" aku tak akan melarang nak Deon bawa lah Kyra ketempat yang paling aman untuk nya"


" Bree lakukan yang sepantasnya parasit ini terima"


" pasti bos"


Deon pergi membawa Kyra dalam pelukannya. Kyra hanya diam dan sangat lemah. bi Sum menangis melihat Kyra dan mengambil tas dan beberapa barang juga foto mama Kyra dan memberikan nya pada Deon.


" terimakasih bi,"


Deon membawa Kyra ke apartemen nya. Deon membaringkan Kyra di tempat tidurnya, lalu mengambil air hangat dan handuk untuk mengelap wajah dan tangan Kyra. Deon mencium kening Kyra.


" tidur lah sayang, aku disini akan menemani kamu"


Deon membelai lembut pipi Kyra. tak lama Kyra tertidur dengan pulas. Deon berbaring di samping Kyra dan membawa Kyra ke dalam pelukannya. Kyra terlihat sangat nyaman tidur di pelukan Deon yang hangat. Deon menatap wajah Kyra sangat dalam.sesekali mencium kening Kyra lalu ikut tertidur dengan tetap memeluk Kyra.


Deon sudah bangun dan menatap wajah Kyra yang masih terlelap dalam pelukannya. ia tak ingin membangunkan Kyra. Deon sangat bahagia karena Kyra ada dalam pelukannya saat ini. wanita yang selama 10 tahun ia cari, wanita yang sangat ia cintai dari dulu.

__ADS_1


Kyra mulai membuka matanya dan melihat Deon tersenyum manis padanya.


" sayang kamu udah bangun...apa tidurmu nyenyak?" Deon lalu mencium kening Kyra lagi dan bangkit dari tempat tidur nya menuju dapur membuatkan sarapan untuk Kyra. Kyra sudah mandi dan memakai baju kaos milik Deon yang terlihat sangat kebesaran di tubuhnya. Deon tersenyum manis melihat Kyra memakai pakaian nya.


" duduklah, siang nanti Bree akan datang membawa pakaian untukmu"


" terimakasih Deon"


" untuk?"


" semuanya"


" terimakasih karena bisa membela diri kamu Kay, terimakasih karena bilang kamu mencintai aku"


" aku? kapan aku mengatakannya?" Kyra menunduk malu


" katakan apa itu benar?"


" aku tak pernah mengatakannya padamu Deon"


" aku bisa mengetahui semuanya Kay,"


" aku tak ingin kembali ke rumah itu, apakah aku menyusahkan kamu Deon?"


" tentu tidak sayang, aku sangat senang saat sulit kamu memanggil namaku, tablet yang Bree berikan padamu terhubung dengan ponsel ku aku bisa tau semua dari itu, maka kemana pun kau harus membawanya. nanti akan ku berikan handphone baru yang sama fungsinya agar kau aman. dan tetap lah di sisiku Kay"


" terimakasih,"


" jangan katakan itu terus, kau bisa mengganti nya dengan mencium ku. makan lah"


Kyra sangat menikmati makanan yang Deon buat. selesai makan Kyra dan Deon duduk di sofa menatap keluar melihat gedung gedung yang tinggi hari itu sangat cerah.


" Deon, apa yang terjadi pada kak Alex ?"


" aku sudah beri ia pelajaran Kay, aku mengirimnya jauh dari kamu. kedua wanita ular itu akan jadi tukang bersih-bersih di kantor ku."


" apa itu tidak berlebihan?"


" tidak untuk 10 tahun yang kau lewati sayang"

__ADS_1


Kyra bersandar di bahu Deon sangat tenang...


" mulai saat ini, bersandar lah terus padaku Kay, bahagia lah..."


__ADS_2