
Kyra dan Deon tiba dirumah baca, duduk sebentar di sana. sambil memberi buku dan peralatan yang di belinya pada anak anak.
" terimakasih lagi untuk hari ini, " kata Kyra pada Deon
" kau mau melakukan sesuatu dengan ku untuk membalasnya?" tanya Deon membuat Kyra bingung
" ayolah, aku hanya akan mengajakmu kesuatu tempat yang bagus" kata Deon lagi
Kyra lalu setuju walau sedikit ragu pada Deon. Deon dan Kyra jalan menuju jalan besar lalu naik taksi menuju sebuah taman yang tak jauh dari pantai. setelah turun dari taksi Deon memegang tangan Kyra dan menariknya untuk ikut berlari bersamanya menuju pantai itu. Kyra ikut berlari sambil melihat tangannya yang di genggam erat Deon. sesekali senyum terukir di wajah Kyra yang sedikit merasakan kebebasan Kyra bahkan berlari didepan Deon dan Deon melepas tangan Kyra membiarkan Kyra lari dengan bebas. Kyra lalu berhenti dan berbalik melihat ke arah Deon yang tepat di belakangnya. rambut Kyra yang tertiup angin menutupi sebagian wajah cantiknya, Deon mendekati dan merapikan rambut yang ada di wajah Kyra menatap Kyra dengan penuh arti, membuat Kyra salah tingkah namun merasa nyaman
" apa kamu senang Kay?" tanya Deon yang membuat Kyra terkejut tak banyak yang memanggilnya Kay selain keluarga nya
" dari mana kamu tau panggilan ku Kay?"
" aku hanya menebak... boleh aku memanggilmu begitu? tanya Deon
" boleh, terimakasih udah bawa aku ke sini,
" Kay, kenapa aku melihat kamu begitu lemah?
" maksud kamu? aku baik baik aja,
" kamu tau bukan itu maksudku, kamu akan menjadi sasaran orang orang yang suka menindas orang lemah Kay, tidakkah kamu ingin bisa membela dirimu sendiri?" tanya Deon lagi
__ADS_1
" apa aku sungguh terlihat menyedihkan? aku bisa lihat kamu mengasihani aku Deon..."
" apa terlihat begitu? hanya kamu yang bisa baca mata aku Kay"
" haruskah aku menjadi seseorang yang kuat agar tidak dikasihani?"
" bukankah kamu harus membela diri agar tidak diperlakukan semena-mena , aku tidak tau apa dan siapa yang menyakiti kamu , tapi saat dirumah sakit dokter memberi tahu semuanya, jadi lah kuat Kay, maka pandanganku padamu akan berubah..." kata Deon yang membuat air mata Kyra mengalir,
Kyra lalu memalingkan wajahnya dari Deon dan menghapus air matanya.
" lakukan apa yang ingin kamu lakukan Kay, mungkin bisa dimulai dengan memakai sesuatu yang membuatmu nyaman"
kata kata Deon membuat Kyra terkejut dan langsung melihat Deon. Kyra memang tak nyaman memakai dress atau rok, tetapi semua pakaiannya di atur oleh pak Steve yang sudah memesan pakaian terbaru yang bermerek di toko langganannya ibu nya Kyra dulu. setiap bulan toko itu akan mengirim koleksi terbaru mereka.
" belajarlah untuk mengikuti keinginan mu dulu Kay," kata Deon lagi
" membela dan mencintai diri sendiri itu bukan egois Kay, setidaknya jangan biarkan orang lain menyentuh dan menyakiti kamu "
Kyra hanya terdiam memikirkan apa yang Deon katakan, Deon lalu mengambil tas Kyra dan mengangkat tangannya keatas yang menyuruh Kyra untuk mengambil tasnya, Deon yang lebih tinggi dari Kyra membuat Kyra harus melompat lompat untuk menggapai tasnya. Kyra tertawa lepas membuat Deon terdiam menatap wajah cantik Kyra, Kyra lalu sadar Deon sedang menatapnya. Kyra memukul pelan perut Deon dan Deon menunduk pura pura kesakitan dan Kyra langsung mengambil tas nya dan meminta maaf pada Deon
" maaf, apa benar benar sakit?" tanya Kyra sambil menunduk dan memegang pundak Deon mencari wajah Deon yang menunduk mengerjai Kyra
" kamu mau ku pukul lagi? Deon apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Kyra sambil berdiri tegak Deon pun langsung melihat Kyra
__ADS_1
" coba lah ingat dan izinkan aku masuk ke hidupmu untuk membantu kamu mengingat aku, "
" haruskah seperti itu?"
" tentu, besok kita ketemu ditaman kota pakailah pakaian yang membuatmu nyaman kita akan melakukan sesuatu besok,"
" aku tidak yakin Deon, kita baru kenal"
" kan kamu merasa sudah kenal aku lama, percaya sama aku Kay, aku akan bantu kamu hanya sampai kamu kuat untuk membela diri kamu Kay, " pinta Deon
" baiklah aku janji,"
Kyra dan Deon lalu ke sebuah kafe dan makan bersama lalu Deon dan Kyra naik taksi yang sama lalu mengantar Kyra pulang. setelah itu Deon langsung menuju apartemen nya, Farel sudah menunggunya dengan kesal
" Lo kemana sampai nggak ke kantor sama sekali? kenapa rasanya hal ini akan terjadi lagi? kata Farel dengan tatapan curiga seolah mencari jawaban di wajah Deon
" benar sekali Farel bantulah aku, aku akan ke kantor siang hari ada yang harus aku lakukan pagi sampai siang mulai besok,"
" apa berhubungan dengan gadis itu?"
" iya, cari informasi tentang ibu tiri dan saudara tirinya yang tidak berguna itu, jauhkan dari Kyra"
" baiklah tapi setelah itu tolong kembali fokus kita lagi mengerjakan proyek besar,"
__ADS_1
" pasti, cari cara agar aku bisa kerja sama dengan perusahaan keluarga nya. dekati pak Steve"
" secepatnya" kata Farel lalu pergi meninggalkan Deon