
Kyra jalan menjauh dari rumah sakit, Deon terus mengikutinya. Kyra tidak mau ikut dengan Deon, lelaki yang tidak dikenal nya. Kyra duduk di bangku dekat taman didepan rumah sakit, Kyra menunduk menahan sakit kepalanya, Kyra mengatur nafasnya agar lebih tenang. Deon mendekat dan memberikan botol air mineral pada Kyra dan Kyra menerimanya dan langsung meminum air. Merasa cukup tenang Kyra merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan melihat jam ditangannya...
" maaf saya harus ke kampus, terimakasih bantuannya tuan
" apa kamu sudah merasa lebih baik? " tanya Deon
" iya, terimakasih sekali lagi, dan... tas saya"... kata Kyra sambil menunjuk tas laptop nya yang di bawa Deon
" ah silahkan...mau saya antar?"
" saya naik taksi saja dari sini," Kyra lalu menunduk dan jalan menuju tepi jalan dan memanggil taksi.
Deon sendiri memanggil supirnya dan mengikuti Kyra ke kampus nya sekalian menjemput Farel yang saat ini masih dikampus Kyra . Kyra terlihat lebih segar dari pada pagi tadi membuat Deon merasa tenang. tak lama sampai Farel langsung naik ke mobil dengan memasang wajah kesal. Deon terlihat cuek tidak menanggapi Farel yang kesal padanya. Deon segera memakai kemeja dan jas nya dan menuju kantornya.
__ADS_1
" Farel apa yang lo lihat dari gadis tadi?" tanya Deon tiba tiba
" gadis kaya, bajunya terlihat mahal, cantik tapi lemah" jawab Farel
" oh ya...Lo nggak lihat kesedihan di matanya?" tanya Deon lagi
" apa yang harus disedihkan, gadis itu kaya, baju mahal, tas, mobilnya mewah, apa gue salah?"
" salah...." jawab Deon singkat dan langsung menghentikan pembicaraan nya dengan Farel
" aku tetap menunggu informasi tentang gadis tadi Rel... cari tau apa aja kegiatannya." kata Deon memerintah
" tunggu hasilnya sampai malam ini, saya tidak akan bertanya alasannya pak, hanya..." kata Farel terputus
__ADS_1
" apa?" tanya Deon
" apa saya boleh berbicara sebagai teman saat ini pak?" tanya Farel karena saat dikantor Farel akan bicara formal pada Deon
" silahkan"
" apa Lo jatuh cinta pada gadis yang baru pertama Lo jumpa? "
" ini bukan pertama kali aku bertemu dengannya, dan cinta pada pandangan pertama, benar tapi 10 tahun lalu, ternyata sampai saat ini" jawab Deon sambil mengelus dadanya menenangkan dirinya detak jantung nya lebih cepat saat membicarakan Kyra.
" gue nggak akan bertanya lagi,semoga percintaan Lo sukses dan semoga gadis itu bukan istri dari seseorang" jawab Farel lagi yang langsung mendapat tatapan tajam dari Deon.
Kyra sendiri saat ini sudah berada dikampus dan menunggu giliran sidangnya setelah sebelumnya di jadwal ulang. Kyra masih sedikit lemah dan duduk dengan tenang sambil menikmati bekal yang dibawanya dari rumah tadi. Kyra memaksakan dirinya untuk makan agar tubuhnya kembali segar. tak lama Kyra masuk ke ruangan sidangnya, cukup 2 jam selesai dan Kyra keluar dengan senyuman di wajah cantiknya. Kyra berjalan dengan tenang keluar dari area kampusnya dan berjalan kaki melewati taman kampusnya, danau didekat taman kota, dan menyusuri zebra cross yang panjang. dan berhenti menunggu lampu rambu nyebrang berubah menjadi hijau. Kyra menyebrangi jalan raya yang cukup padat saat itu, berhenti didepan musisi jalanan yang sedang bernyanyi sambil memainkan alat musik akustik. senyuman terukir di wajah Kyra. tak lupa memberikan uang pada musisi itu karena Kyra telah menikmati alunan lagu yang dinyanyikan. Kyra juga tersenyum ramah pada anak-anak jalanan yang mendekati nya. Kyra memberikan uang pada anak-anak tersebut untuk membeli makanan. dan tatapan sepasang mata tak lepas dari Kyra mulai dari Kyra keluar dari kampusnya. langkah seorang pria yang menemaninya berjalan dibelakangnya. Deon yang meninggalkan ruang rapat nya dengan terburu-buru, melepas jas dan kemejanya. memakai jaket Hoodie berwarna navy dan mengganti sepatu pantofel hitam nya dengan sepatu kets hitam.
__ADS_1
Kyra bahkan tak menyadari kehadiran Deon dari tadi. melihat senyuman di wajah Kyra seperti bonus buatnya. setelah menyusuri jalan yang panjang Kyra sampai dirumah baca yang sering ia datangi, sekedar bermain dan membacakan cerita untuk anak anak membuat Kyra tenang dan bahagia. senyuman terus terukir di wajah Kyra saat ada dirumah baca itu. Kyra memang sering datang kerumah baca itu untuk menghabiskan waktunya menghindari untuk pulang kerumah mewahnya.
jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Kyra meninggalkan rumah baca itu dan kembali menyusuri jalan menuju jalan besar untuk mencari taksi. Deon tetap mengikuti Kyra yang sudah berada di dalam taksi menuju rumahnya. taksi itu berhenti didepan rumah mewah, dan Kyra langsung turun dan masuk kerumah mewah itu. Deon pergi setelah melihat Kyra masuk kerumahnya.