Cahaya Mata Kyra Nuria

Cahaya Mata Kyra Nuria
kedatangan Alex lagi dan ciuman panas


__ADS_3

Kyra membuka mata merenggangkan tubuhnya,cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar nya. Kyra bangun dan membuka pintu balkon kamarnya, menikmati suasana pagi yang sangat cerah. Kyra masih menatap kebun samping rumahnya dari atas lalu berbalik melihat seisi kamar yang akan ia tinggalkan. rumah semakin terasa sepi, Kyra segera mandi dan turun untuk sarapan. Deon datang untuk menemani Kyra pagi ini karena Bree dan Farel akan mengerjakan sesuatu yang penting.


" kamu disini?" tanya Kyra


" aku akan temani kamu hari ini, kau mau pergi ke suatu tempat?"


" aku ingin dirumah aja hari ini, tidak lama lagi aku akan pergi dari rumah ini jadi...."


" baiklah kita dirumah aja"


" apa tidak ada yang harus kamu kerjakan hari ini?"


" ada, menemani mu'"


" Deon, apa bisa aku memulai memimpin perusahaan sendiri tanpa bantuan kamu? cukup kamu berada di belakangku, apa bisa aku berlari sendiri dulu di depanmu?"


" tentu saja Kay, apa pun keinginan mu. itu tidak akan sulit Kay aku selalu tau kamu bisa"


" terima kasih"


Deon hanya menatap wajah Kyra yang seolah sedang berpamitan dengan kamar dan rumahnya saat ini. Deon berdiri di belakang Kyra dan mendekatkan tubuhnya pada Kyra dan memeluknya dari belakang. dan mendapat sedikit penolakan dari Kyra


" sebentar aja Kay, cukup seperti ini aja" Deon semakin menenggelamkan wajahnya di leher jenjang dan putih Kyra, menghirup dalam-dalam aroma tubuh Kyra yang sangat menenangkan untuk Deon. Kyra lalu memegang tangan Deon yang saat ini ada di perutnya, memeluknya dengan erat namun begitu lembut yang mampu menggetarkan hati Kyra. membuatnya lupa akan trauma dan ketakutan karena Alex.


***


Bree sudah kembali ke rumah Kyra tepat saat waktu makan malam. Bree dan Farel ikut bergabung dengan Kyra dan Deon. tanpa banyak bicara mereka memulai makan malam. Kyra merasa sangat senang karena makan malam kali ini ramai seperti keluarga.


selesai makan malam Deon, Kyra , Farel dan Bree duduk di halaman samping rumah sambil menikmati teh dan buah.

__ADS_1


" apartemen sudah siap. semua barang sudah di isi sesuai permintaan Lo Deon"


" bagus, sebaiknya kamu secepatnya pindah ke apartemen itu Kay"


" besok aku dan Bree akan pindah kesana, terimakasih Deon"


" kita akan pergi bersama besok, Bree aku sungguh mengandalkan mu"


" selalu bos"


malam itu pun dilanjutkan dengan mendengarkan cerita cerita konyol Farel tentang Deon. Deon sangat senang melihat tawa lepas Kyra. Kyra dan Bree sudah masuk ke kamar Kyra untuk istirahat. sedangkan Deon dan Farel di kamar sebelahnya.


" Pastikan semua aman Rel dan tetap cari Alex, kita tau yang membantunya bukan orang biasa. keamanan Kyra harus menjadi prioritas kita"


" pasti Deon, "


Deon berbaring di tempat tidur menutup matanya sambil memijit pelipisnya memikirkan apa yang harus ia lakukan dengan status hubungannya dan Kyra yang terasa menggantung baginya. ia selalu ingin berada di dekat Kyra memberikan seluruh cintanya namun semua terhalang oleh aturan kakek nya Kyra Jacob yang meminta waktu agar Kyra fokus untuk memimpin perusahaan dulu. walau sudah memberi restu namun Deon tetap harus menunggu dan akan


sudah jam 1 malam, Kyra terbangun melihat Bree tertidur pulas di sampingnya memberikan ketenangan pada Kyra. Kyra ke balkon kamarnya dan duduk di kursi luar. mungkin karena kaan meninggalkan rumah ini Kyra menjadi sedikit gelisah dan ada rasa berat di hati nya meninggal rumah ini, walau Kyra bisa kapan saja kembali kerumah ini tentunya saat ia merasa aman.


Kyra berdiri dan ingin masuk namun langkahnya terhenti seseorang menahannya dan membekap mulut Kyra. tubuh besar dan berat mendorong dan menindih Kyra yang sudah bersandar di dinding. mata Kyra menatap langsung pria yang melakukan ini padanya. air mata Kyra mulai mengalir tubuhnya mulai bergetar menatap sosok yang sangat tidak ingin ia liat dan dalam situasi seperti ini lagi.


mata sayu dan sendu Alex menatap dalam ke mata Kyra


" aku lihat ketakutan di mata kamu Kay, namun tidak ada kebencian di dalamnya. jangan benci aku Kay....aku hanya terlalu mencintai kamu, apa aku tidak layak Kay, jangan biarkan lelaki lain menyentuh kamu aku mohon Kay"


Alex mulai meregang kan tangannya di mulut Kyra


" kak Alex... Kay mohon jangan lakukan ini lagi, biarkan Kay bahagia, pergi kak Alex, Kay mohon"

__ADS_1


" ikut aku Kay, aku akan buat kamu bahagia, aku bisa kasih semua seperti yang kamu miliki saat ini, beri aku kesempatan Kay, aku bisa gila jauh dari kamu dan aku tidak tahan melihat lelaki lain menyentuh kamu Kay"


" hentikan kak Alex, pergi sebelum Kay teriak"


" aku cinta kamu Kay, sangat cinta aku tergila-gila sama kamu Kay"'


" apa yang harus Kay lakukan agar kak Alex pergi dan jangan ganggu Kay lagi? " Kyra menunduk kedua tangannya menahan dada Alex untuk membuat jarak dengan Alex


" kalau kak Alex seperti ini terus, Kay akan.... Kay akan menikah dengan Deon"


" jangan pernah lakukan itu, kamu milik aku Kay hanya milik aku"


" nggak, Kay mohon pergi.... " Kyra menunduk Alex semakin mendekat tubuhnya ke Kyra. Alex membalikkan tubuh Kyra dengan cepat dan memeluk nya dari belakang. satu tangannya menutup mulut Kyra. tak banyak yang bisa Kyra lakukan, tubuh Alex benar benar jatuh ke tubuhnya. Kyra sudah sangat dekat dengan dinding.


" aku selalu ingin melakukan ini padamu Kay," Alex memeluk Kyra dengan erat, mencium leher dan bahu Kyra. air mata Kyra semakin deras. Alex dengan cepat dan kuat membalikkan badan Kyra lagi lalu memeluk Kyra dengan erat


" aku akan kembali dan membawa kamu Kay" Alex lalu pergi melompati balkon kamar Kyra lalu memanjat pagar dan pergi. Kyra masih terdiam, Kyra keluar dari kamarnya dengan tubuh yang masih bergetar. Deon berdiri di depan pintu kamar Kyra saat Kyra membuka pintu kamarnya. Kyra langsung memeluk Deon dengan erat. Deon merasakan tubuh Kyra yang bergetar air mata Kyra masih mengalir, Deon hanya mendekap Kyra menenangkan nya. Deon membawa Kyra ke kamar tamu di bawah tidak ingin membangunkan Bree dan Farel.


Deon dan Kyra sudah di kamar, Deon hanya menenangkan Kyra tanpa bertanya karena sudah dapat menebak yang terjadi dan merasa kesal karena berkali-kali gagal mencegah Alex masuk kerumah ini, bukan hal aneh Alex bisa masuk lagi karena ia sudah lama tinggal dirumah ini.


Kyra berada dalam pelukan Deon yang sudah berbaring di tempat tidur di kamar tamu. sesekali Deon mencium kepala Kyra. nafas Kyra mulai teratur sesekali masih terisak-isak. Kyra yang sudah tenang menatap wajah Deon yang juga menatapnya.


" kenapa hanya ada rasa takut Kay, tak ada kebencian di matamu untuk seseorang yang sudah menyakiti kamu, dia pantas kamu benci Kay"


" hentikan dia Deon, aku sangat takut"


" maafin aku Kay, aku gagal lagi"


" nggak, hanya jangan sampai dia bisa mendekati aku lagi, aku mohon"

__ADS_1


" aku akan jaga dan melindungi kamu, aku cinta kamu Kay," Deon mencium bibir Kyra dengan lembut dan sangat dalam, Deon berada diatas Kyra, menatap wajah Kyra yang memejamkan mata menikmati ciuman itu, Deon membelai lembut rambut Kyra lalu memegang pipi Kyra menahan dan menguatkan lagi ciumannya. Deon melepas sebentar memberi kesempatan Kyra menarik nafas lalu melanjutkan lagi ciumannya semakin lama, lembut dan semakin dalam, Kyra bahkan sudah membuka mulutnya membiarkan lidah Deon dengan leluasa masuk merasakan lidah Kyra mengisap pelan. nafas keduanya mulai tidak teratur Kyra mengalungkan kedua tangannya di leher Deon. Deon lalu menarik dan sedikit mengangkat tubuh Kyra merubah posisi dalam waktu sebentar saja Kyra sudah berada di atas tubuh Deon. tangan Kyra di dada kekar Deon sedangkan tangan Deon dengan leluasa meraba dan mengelus lembut punggung dan pinggang Kyra. Kyra dalam posisi mengangkang di atas tubuh Deon seakan tidak sadar dengan posisi tubuhnya saat ini karena menikmati ciuman itu, keduanya sangat terbuai dan larut dalam suasana yang panas itu. tubuh Kyra dan Deon sangat dekat hingga tidak ada jarak. Kyra lalu membuka mata dan tersadar langsung turun dari tubuh Deon. Kyra duduk dan merapikan rambutnya dan mengatur nafasnya. Deon juga duduk di tepi ranjang karena Kyra berdiri hendak pergi. Deon dengan cepat menarik tangan Kyra dan membawa Kyra ke dalam pangkuannya, memeluk Kyra menenggelamkan wajahnya ke dada Kyra yang masih naik turun dengan cepat. Kyra bahkan tidak menolak Deon. Kyra lalu memegang kedua pipi Deon dan mencium bibir Deon lagi namun tidak lama.


__ADS_2