Catatan Kuliah Sang Master

Catatan Kuliah Sang Master
Bab 10 Advance Practice Theory


__ADS_3

Setelah berhasil menyelesaikan kuliah semester 1 lanjut semester dua dengan bobot sks sama tapi mata kuliah lebih banyak, ada mata kuliah prasyarat untuk bisa lolos di semester dua dengan nilai minimal B advance practice theory tantangannya sungguh berat, karena ada beberapa senior yang tidak mencapai nilai B harus mengulang di tahun depan, mengapa ini penting karena ini merupakan syarat untuk masuk praktik di Songklanagarin hospital atau rumah sakit pendidikan yang letaknya masih di dalam kampus selama satu bulan.


Ini tantangan berat bagiku karena satu hari sebelum ujian advance practice theory ada pertandingan persahabatan volly tiga negara yang digelar oleh konsulat Indonesia dan kami dari permitha juga diminta bantuan untuk itu, tiga negara tersebut antara lain konsulat Malaysia, Indonesia dan Thailand.


Dari indonesia dan timnya adalah tim konsulat sedangkan thailand diwakili ponpes moderen atharqiah dari Yala Province, aku mengikuti pertandingan ini hanya untuk mengisi waktu dan untuk mendapatkan kaos gratis juga, disini aku memang suka olah raga mulai dari ping pong, fitness, joging, renang, bola volly dan bulutangkis semua pernah aku coba, namun aku tidak begitu suka bola volly lebih suka bulutangkis, kali ini hampir semua mahasiswa indonesia berpartisipasi didalamnya, awalnya aku ikut karena merasa tidak enak pada senior dan pak konsul tapi setelah tahu cara bermain malah keterusan.


***


Hari ini hari minggu dimana mulai pagi sampai sore aku main bola volly dari jam 9 pagi sampai jam 2 setelah itu bulu tangkis dari jam 4 sampai jam 6 dan keesokan harinya ujian dengan materi yang harus aku pelajari berjumlah 18 subject dan banyak artikel didalamnya, setelah makan malam aku mencoba untuk mendownload materi dari learning management system atau LMS.


Alhamdulillah setelah pertandingan selesai walau harus kalah dari tuan rumah Thailand tepat pukul 20.30 aku bisa mengumpulkan semua materi yang diajarkan para dosen, karena tim dosen kali ini bukan hanya dari nursing ada juga yang dari medical. Aku sedikit tenang karena sudah mempersiapkan ini semua dua minggu sebelumnya dan mulai mencicil untuk belajar, untuk mata kuliah ini grup santai seperti Mbak Koming dan Cinta juga semingguan ini stay di reading room untuk belajar, tak pernah aku melihat mereka seserius ini karena memang konsekwensinya kalau tak lulus bisa berbahaya bagi beasiswa dan kelangsungan studi kita nanti passing gradenya cukup tinggi nilainya 68 kata ajarn karena nanti akan ditotal dengan nilai praktik karena walau menentukan bobot ujian ini hanya 30%, tapi jika nilai dibawah itu tidak akan lulus. Akupun datang ke kamar Mas Saiful dan Mike khawatir mereka belum mendapatkan materi.


“Mas udah dapat materi yang medical belum?”,


Aku melihat Mas Saiful lagi duduk didepan laptop sambil menggunakan headset dan ternyata di dalam kamar mas saiful juga sudah ada Pras.


Aku kaget, dan aku teringat kalau mata kuliah ini terbagi menjadi 2 bagian yang itu nursing dan medical, kalau nursing yang mengajar adalah ajarn-ajarn kita sendiri tapi untuk medical yang mengajar adalah dokter dari faculty of medicine dan masih ada satu lagi dari faculty thai traditional medicine,

__ADS_1


“Oke, Dan. Aku copy dong,” jawab Mas Saiful


Setelah dilihat ternyata Pras masih ada yang kurang mengingatkanku kalau file yang aku miliki hanya setengah dari Pras dapat materi lebih banyak dariku begitu juga Mike. Melihat aku, Pras dan Mike yang sedang asik berdiskusi setelah mencopy materi Mas Saiful malah mematikan laptop dan langsung meluncur ke tempat tidur.


Keesokan harinya akhirnya kami melakukan ujian advance practice theory, kami diberi waktu dua jam untuk mengisi 20 lembar soal dan semuanya essay tanpa ada multiple choice, kami semua serius mengerjakannya seperti biasa di aula FON yang cukup luas, ujian kami berjarak cukup jauh dari tiap-tiap mahasiswa jadi kesempatan mencontek sungguh kecil, akhirnya kami semua dapat mengerjakan soal advance practice theory, tapi untuk hasil belum tahu karena masih menunggu pengumuman, biasanya memakan waktu satu minggu.


****


Hari ini nampak cerah tepat pukul 10 pagi kami berangkat ke kampus naik shuttle bus dari dorm tujuannya untuk mengetahui hasil dari ujian yang telah kami lakukan, mengapa kami dikumpulkan dan tidak ditempel di papan pengumuman, uniknya kuliah di sini adalah mereka menghargai privasi masing-masing dan tidak ingin mempermalukan satu sama lain, jadi teknis pengumumannya Ajarn anak memberikan selembar kertas kecil yang berisi nama dan nilai dari mahasiswa sehingga hanya mahasiswa tersebut yang tahu.


Setelah mendapat kertas tersebut aku, Mas Saiful, Cinta dan Mbak Koming memutuskan untuk makan siang di kantin nursing dorm, karena penasaran kita saling bertukar nilai yang kita dapatkan, karena aku khawatir kali ini Mas Saiful tak lulus mengingat ujian yang cukup sulit serta persiapan dia yang tanpa persiapan menurutku dan dengar-dengar ada satu mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah ini.


“Wah besar ya punya kalian,” kata Mbak Koming


Sedang Mas Saiful asik mengunyah sosis.


“Nilaimu berapa, Mbak?”

__ADS_1


“Ini … tapi lumayan lulus,” Mbak Koming menunjukkan skore nilai 70.


Kemudian kita bertiga serempak bertanya


“Punya lu berapa, Mas?”


Tanpa basa basi dia mengeluarkan kertas tersebut di sakunya.


“Ni nilai ujianku.”


Jelas disitu terpampang nilai 70


Alhamdulillah aku bersyukur karena dia dinyatakan lulus, berarti bukan salah satu dari kita yang tidak lulus aku sedikit lega karena aku tak ingin dia kembali menjadi pecundang dalam ujian kali ini, Cinta dan Mbak Koming malah sewot karena Mas Saiful gak belajar nilainya bisa 70 sedangkan mereka sudah mempersiapkan ujian dari jauh-jauh hari tapi nilainya tak jauh beda dari Mas Saiful.


Tapi aku tetap tak habis pikir mengapa Mas Saiful bisa lulus ya, padahal malam harinya dia tak membaca sekalipun, iseng aku coba tanya Mike tentang apa yang dia kerjakan di kamar, Mike malah bercerita.


“Mas Saiful itu rajin sebenarnya dia kalau pagi bangunnya jam 3, Mas. Setelah itu salat malem-malem trus buka laptop sampai subuh kemudian salat lagi trus baca alquran, kadang dia ketiduran ditempat salat itu, tapi kalau gak ada kuliah biasanya habis subuh dia tidur lagi dan baru bangun jam 8.”

__ADS_1


Mungkin itu rahasia mengapa Mas Saiful bisa lulus ujian kali ini, karena setahuku dia hanya mengaji ketika salat magrib saja untuk salat subuh kadang ikut berjamaah di musholla lantai dua.


__ADS_2