Catatan Kuliah Sang Master

Catatan Kuliah Sang Master
Bab 2 Interdorm


__ADS_3

Kami semua mahasiswa international diberikan fasilitas untuk menempati international dormitory yang letaknya bersebelahan dengan sport complex dan danau reservior, PSU memiliki 11 dormitory dari mulai yang standart sampai yang istimewa, perbedaannya adalah fasilitas yang diberikan misalnya kamar mandi untuk ukuran standart kamar mandinya di luar, untuk yang istimewa kamar mandi didalam, kami menempati lantai 14 dan 15, untuk laki-laki menempati dormitory 11 dan perempuan menempati dormitory 10.


Dorm international terdiri dari 15 lantai sama seperti dorm perempuan, fasilitas disini cukup lengkap mulai dari tempat gym di lantai 8, musholla untuk muslim di lantai 2, seven eleven dan penjual makanan di lantai dasar plus tempat belajar yang nyaman, dari interdorm kita bisa melihat indahnya perbukitan dan danau di depannya karena di masing-masing kamar memiliki balkon untuk melihat keluar yang bisa juga dipakai untuk menjemur baju.


Selain itu ada juga dekat dengan sport complex dimana ada banyak tempat olah raga yang bisa kita pergunakan mulai dari renang, basket, futsal, tenis, badminton, sepak bola dan petanque permainan bola besi diatas pasir yang awalnya kita anggap sebagai permainan tradisional Thailand ternyata dari Prancis dan sudah masuk dalam sea games.

__ADS_1


Mahasiswa Indonesia yang berada di PSU bukan hanya faculty of nursing tapi juga tersebar di jurusan-jurusan lainnya, seperti faculty of environmental management, faculty of science, faculty of pharmacy, faculty of economic dan lain lain, tapi memang paling banyak dari faculty of nursing baik jumlah mahasiswa master maupun PhD nya untuk asal dari mahasiswa sendiri juga hampir merata dari seluruh indonesia karena PSU memiliki kuota beasiswa 100 tiap tahunnya.


Mereka semua berangkat menggunakan beasiswa baik beasiswa dari kementrian ristek dan pendidikan (Dikti), beasiswa pemerintah daerah atau sama seperti kita TEH-AC, dan mereka semua tinggal rata-rata di interdorm walau ada beberapa mahasiswa yang tinggal di luar interdorm karena biaya di interdorm cukup mahal yaitu 2000 baht perbulan, khusus beasiswa TEH-AC kita langsung dipotong dari biaya bulanan kita karena kita mendapatkan 10.000 baht perbulan, 2000 baht atau 800.000 rupiah memang cukup mahal karena masih belum termasuk biaya listrik dan air, dengan fasilitas tempat tidur dan kipas angin. Untuk nursing bagi wanita sebenarnya juga ada nursing dorm yang disiapkan untuk mahasiswa nursing dan menjadi alternatif jika tidak tinggal di interdorm, banyak ibu-ibu PhD yang memilih tinggal di sana dan Mbak Koming juga tinggal disana karena dia tidak mendapatkan beasiswa.


Jika ingin lebih murah juga bisa tinggal di luar kampus ada beberapa kontrakan dan tempat kost yang dekat dengan pintu gerbang kampus namanya PS House atau Sinton sejenis kosan yang tak terlalu mahal. Di interdorm roommatteku adalah Pras sedangkan Michael bersama Mas Saiful.

__ADS_1


Perjalanannya sungguh berliku karena dari kota kecil polewali mandar dia belum memiliki pengalaman keluar negeri bahkan ke Jakarta sekalipun dia tak pernah. Dia sempat bercerita kalau perjuangannya cukup berat sampai ke Songkla, singkat cerita setelah lulus profesi ners dan dinyatakan diterima di FON PSUD dia hanya memiliki waktu 10 hari untuk masuk kuliah semester awal padahal pengumuman beasiswa masih belum keluar, kalaupun sudah keluar sebenarnya masih ada aturan dari beasiswa bagi calon dosen luar negeri setelah lulus harus melengkapi berkas, dan mengikuti pembekalan serta mengurus kelengkapan Surat Persetujuan Sekretaris Negara atau SP Setneg untuk perjalanan dinas ke luar negeri karena Bang Ian mengajukan beasiswa dari Ristekdikti, tapi karena jadwal akademik di PSU sudah mulai terlebih dahulu jadi dia mengutamakan untuk berangkat ke Thailand dengan biaya sendiri. Perjalanan seorang diri dari Jakarta sampai Singapura lanjut Thailand dijalaninya hanya bermodalkan informasi dari internet dan komunikasi via email dengan pihak kampus. Karena belum berpengalaman dia lupa menyiapkan mata uang negara yang dituju sehingga sempat kelaparan di Singapura karena waktu transit yang cukup lama akhirnya dia meminum air kran bandara untuk mengganjal perut.


Kenekatan Bang Ian membuahkan hasil, dia dinyatakan lulus beasiswa dikti selanjutnya berpamitan ke Ajarn Wongchan karena beliau waktu itu penanggung jawab program master untuk international student FON PSU, Bang Ian berpamitan untuk mengurus beasiswa dan Ajarn hanya memberikan waktu 1 minggu, pengurusan beasiswa dimulai dari pembekalan di Surabaya selama dua hari, karena tidak ada pengerbangan langsung ke Surabaya dari Hat Yai dia ikut pengerbangan ke Bangkok terlebih dahulu selanjutnya ke Surabaya dihari berikutnya.


Sesampainya di Surabaya Bang Ian kebingungan untuk mencari tempat menginap karena uang yang dimiikinya pas-pasan dia pikir setelah pembekalan dan tanda tangan kontrak urusan telah selesai ternyata tidak, dia harus mengurus surat keterangan sehat dan surat penanggung biaya perkuliahan di Jakarta dengan harus meminta surat pengantar dari tempat asal sulawesi barat selama satu hari kemudian kembali lagi ke Jakarta lewat Makasar. Sebelum sampai Jakarta dia sudah menghubungi temannya yang ada di sana tapi ketika sampai dan dia telpon tak ada balasan dan jawaban darinya sehingga dia langsung menuju kantor dikti, sesampainya di sana ternyata berkas masih belum selesai alias tertumpuk jadi dia harus menunggu padahal waktu sudah tersisa tiga hari. Akhirnya Bang Ian menunggu di dikti dengan mencari dan booking penginapan murah selama tiga hari dengan harapan waktu tersebut cukup untuk menyelesaikan berkas miliknya dan ternyata dalam dua hari berkas selesai karena dia aktif menanyakan mulai pagi sampai sore hari bahkan di hari kedua dia sempat dipalak di depan kantor dikti, tapi semua itu dia jalani dengan tabah dan akhirnya Bang Ian bisa mengurusi beasiswanya dan kembali ke Hat Yai.

__ADS_1


Hari ini aku mendapatkan inspirasi dari Bang Ian bahwa mendapatkan beasiswa itu tidak mudah membutuhan waktu dan perjuangan yang tidak sedikit.


__ADS_2