Catatan Kuliah Sang Master

Catatan Kuliah Sang Master
Bab 4 Abah


__ADS_3

Aku anak ke empat dari lima bersaudara dengan Abah hanya bekerja sebagai guru ngaji dan umi adalah ibu rumah tangga, motivasiku kuliah di keperawatan tak lain karena tetehku yang nomer dua adalah seorang perawat dan dialah yang mengajakku ke Purwokerto untuk kuliah di sana sembari membantunya di klinik yang dimilikinya.


Kebetulan suami tetah adalah dokter di sana jadi aku bisa mendapatkan tambahan uang saku dengan berjaga di klinik.

__ADS_1


Cita-citaku semenjak kuliah ingin menjadi dosen, bukan tanpa alasan karena aku suka dengan dunia pendidikan dan agak kualahan jika harus di rumah sakit karena satu musuh utamaku yaitu sift malam, kebiasaanku tidur teratur sangat mengganggu ketika sift malam dan jika aku paksakan untuk tetap terjaga maka keesokan harinya pasti aku akan mengalami pusing berat, selebihnya dunia pendidikan itu mengasikkan menurutku karena aku suka melakukan penelitian semenjak kuliah hingga sering mengikuti lomba karya tulis ilmiah di kampus.


Setelah selesai melanjutkan studi sarjana aku terbang ke Jakarta untuk mencari kerja akhirnya aku diterima di salah satu kampus akademi keperawatan swasta disana, dua tahun aku jalani kehidupan di kampus sebagai seorang dosen hingga akhirnya aku menjadi bagian akademik di kampus tersebut aku sangat mencintai pekerjaanku, namun masalah mulai timbul ketika yayasan mengangkat direktur akademi keperawatan tidak berdasarkan keilmuan yang dimilikinya, jurusan magister menejemen menjadi direktur di akperku hingga akhirnya aku berdebat hebat dengan yayasan karena mempertanyakan dasar pengangkatan direktur tersebut, walaupun aku sebenarnya tahu alasan sebenarnya bahwa dia adalah anak ketua yayasan tapi aku ingin menyampaikan argumentasi yang kumiliki dengan dasar hukum dan disiplin akademik yang sebenarnya, karena tidak mendapatkan solusi akhirnya aku mengundurkan diri dan itu alasanku mengapa aku harus sekolah Magister keperawatan full besasiswa.

__ADS_1


Tapi aku tidak patah semangat dengan apa yang telah terjadi aku mencoba mencari informasi pada teman kuliah, mantan dosen atau searching di internet untuk mencari beasiswa master, sambil mencari aku mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan untuk beasisswa.


Singkat cerita akhirnya aku diterima di FON PSU full beasiswa mendengar aku lulus orang yang paling bahagia adalah umi dan abahku, abahku sudah cukup tua dan memiliki penyakit diabetes sehingga harus rutin kontrol ke rumah sakit, salah satu pertimbangan mengapa aku mencari kerja di Jakarta agar tiap minggu aku bisa pulang ke Cilegon untuk menjenguk abahku karena hanya tinggal teteh pertama yang ada di dekat abah sedangkan adik sedang sekolah sambil mondok di Jombang, tapi kali ini berbeda aku khawatir jika berangkat ke Thailand dan jarang menunjungi abah, tapi abah meyakinkanku untuk berangkat ke Thailand dan sehari sebelum keberangkatan abah sudah menyiapkan acara syukuran dan doa bersama untuk kelancaran studiku di sana.

__ADS_1


Karena itulah aku sangat bersemangat untuk melanjutkan kuliah, telah banyak yang ku korbankan dan aku bertekat untuk melakukan yang terbaik dan tidak menyianyiakan kesempatan pendidikan yang nanti akan aku dapatkan di sana, doa dari abah dan keluarga di malam itu membuatku semakin bersemangat dan sedikit lega menghadapi semua rintangan ke depan karena aku yakit studi master itu bukan hal yang mudah apalagi kelas international yang tentu memiliki tantangan jauh lebih sulit dibandingkan kuliah di dalam negeri.


__ADS_2