
Hari ini aku datang sendiri ke payaban neng/ Gedung satu FON PSU menaiki shuttle bus, nasib mahasiswa akhir perkuliahan tak banyak kegiatan hanya persiapan defense proposal plus mengurusi Funding Thesis yang jumlahnya lumayan 25 ribu baht, sendiri membawa form yang telah selesai di tandatangai Advisor, Mas Saiful aku ajak seperti biasa dia milih kembali ke dorm dan titip formnya padaku, setibanya di gedung satu aku sudah menyiapkan form yang siap diberikan pada Nong Ju, setibanya di ruangan kaca staff international aku melihat meja Nong Ju bersih tak berbekas, tak ada lagi tumpukan kertas yang aku lihat sebelumnya.
“Hello, can i help you?” Melihat aku bengong Phi Thong yang berada di sebelah meja Nong Ju menyapaku.
Kemudian aku bertanya pada Phi Thong kemana Nong Ju, Phi Thong menjawab singkat dia sudah tidak bekerja lagi, kemudian aku tanyakan alasannya, Phi Thong hanya menggelengkan kepala dan menyampaikan kalau urusan Nong Ju sekarang diambil alih olehnya.
Terasa aneh bagiku karena Nong Ju begitu baik untuk angkatan kami, bayangkan dialah yang mengurusi semua urusan administrasi dan akademik sebelum kita berangkat ke Thailand bahkan dia juga yang mengatur penjemputan menggunakan Van ke Airport.
****
Malam harinya aku makan bersama Mas Saiful dan Bang Wira di depan kedai Mak Chayen, di sana aku bertanya pada Mas Saiful.
“Mas Lu tahu gak Nong Ju udah gak di FON lagi loh ?”
Dia malah tertawa ….
“Tanya aja ama si Koming, dia tuh biang kladinya,” jawabnya
__ADS_1
“Emangnya ada apa sih, ayo cerita,” pintaku
Sambil menyeruput chayen Mas Saiful mulai bercerita
“ Si Koming minggu lalu gue enak-enak tidur di telpon, dia cuma bilang [lu gue bantuin cepat ke sini … cepet ke sini lu dipanggil Chairman]” Sambil menirukan logat Bali Mbak Koming yang membuatku tersenyum, Mas Saiful memang ahli mendramatisir keadaan.
“Akhirnya gue cuci muka biar keliatan mandi dan berangkat menuju ruangan Chairman,” kelakar Mas Saiful
Jadi ternyata Mbak Koming menjelaskan tentang preparation course pada chairman yang notabene adalah advisor Mbak Koming sendiri, dia bercerita bahwa teman-teman international student sudah membayar preparation course yang jumlahnya 12.000 baht atau sekitar 5 juta rupiah dan salah satu orang yang telah membayar sebelum datang ke Thailand adalah Mas Saiful, di sana mereka berdua di interogasi oleh Chairman tentang dugaan penyelewengan uang yang dilakukan oleh Nong Ju dan bukan hanya itu saja Mbak Koming yang bukan sebagai penerima beasiswa juga tertipu oleh Nong Ju di awal semester karena dia sudah membayar tapi masih di tagih oleh Nong Ju.
Trus di jawab ama si Koming “Yes ajarn i have kuitensen.” Mas Saiful ketawa sampai muncrat chayen yang diminumnya.
Kuitensen? akupun tak kuasa menahan tawa.
Mbak Koming menceritakan kalau dia punya receipt atau bukti pembayaran karena dia lupa bahasa inggrisnya dia bilang kuitensen asal kata dari kuitansi.
...****************...
__ADS_1
Berencana untuk pergi ke international conference di Bali, pukul 16.30 sore aku berangkat bersama teman-teman FON PSU 2014, kebetulan keperawatan Universitas Udayana mengadakan International Conference pertama pada tanggal 6-8 November 2015 dan teman-teman kami banyak yang mencoba peruntungan untuk mengikuti conference tersebut dan alhamdulilah kami berhasil mendapatkan Latter of Acceptance (LOA) dari Unud, sehingga kami memiliki kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiah yang kami miliki.
Momen ini merupakan moment prestisius bagiku karena ini presentasi international pertama yang aku ikuti apalagi tempatnya di Bali pasti keren! Siapa yang tak kenal Bali dengan destinasi wisata yang sudah mendunia. Tepat pukul 5.00 kita sampai di Leegarden untuk naik bus consortium menuju Kuala Lumpur perjalanan panjang akan kami tempuh karena bis yang semula transit di Terminal Puduraya sekarang sudah tidak lagi dan harus transit ke TBS (Terminal Besepadu Selatan). Sepanjang jalan kita dihibur lagu-lagu melayu yang salah satunya adalah lagu milik Betharia Sonata yang berjudul Hati Yang Luka dengan lirik reff yang melegenda “Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku …” membuatku hanyut dan semakin rindu dengan kampung halaman, entah mengapa perjalanan kali ini aku merasakan nostalgia masa kecil yang indah seperti contoh lagu ini menjadi kepingan pertama mozaik masa kecilku, karena aku tidak asing dengan negara yang satu ini, Malaysia.
Kurang lebih pukul 7.30 pagi kami sampai di terminal TBS sengaja kita mensetting waktu untuk tiba di Kuala Lumpur pagi hari meskipun flight masih pukul 16.45 sore waktu setempat, tujuan lainnya adalah jalan-jalan di Malaysia, karena waktu yang terbatas ada dua tempat tujuan yaitu petronas twin tower dan dataran merdeka, dua landmark Malaysia yang terkenal ini menjadi tujuan wisata kami.
Dengan menaiki Mass Rapid Transit atau MRT kami menuju gedung twin tower petronas dari KL Central. Petronas adalah gedung tertinggi di dunia, gedung ini yang sempat menjadi gedung tertinggi di dunia tahun 1999 sampai 2004 sebelum di pecahkan oleh taipei tower, gedung petronas ketika melihatnya sekali lagi aku teringat masa lalu, dulu aku melihat gedung ini di film entrapment (1999) film yang dibintangi Sean Connery dan Catherine Zeta‑Jones. Film ini bercerita tentang pencuri professional Robert ‘Mac’ Dougal (Sean Connery) dan Virginia ‘Gin’ Baker (Catherine Zeta-Jones) sebagai teman yang membantu untuk mencuri topeng permata yang tak ternilai harganya, yang jelas disalah satu adegannya Mac dan Virginia bergelantungan di lampu jembatan penghubung dua tower tersebut, betapa bahagiannya aku bisa melihat twin tower real di depan mataku dan menjadikan kepingan mozaik kedua masa kecilku.
Selanjutnya kami menuju ke Dataran Merdeka, tak banyak yang aku tahu tentang Dataran Merdeka namun beberapa foto dari teman-teman atau saudara yang pergi ke Malaysia banyak yang berfoto ria di Dataran Merdeka ini, jangan sampai terkecoh karena bangunan di Dataran Merdeka banyak komentar teman-teman yang berfoto di depan bangunan ini seperti sedang berpergian ke Eropa karena bangunannya persis arsitektur Eropa mungkin karena bangunan di dataran merdeka Malaysia di juluki sebagai Eropanya Asia, bangunan di Dataran Merdeka memiliki arsitektur khas Eropa abad ke 18 karena memang bangunan ini dibangun tahun 1884 ketika penjajah Inggris berkuasa, dataran merdeka merupakan saksi bisu kemerdekaan Malaysia pada tanggal 31 Agustus 1957 bendera Union Jack diturunkan dan bendera Federasi Malaya dikibarkan untuk pertama kalinya di tengah malam dan sejak saat itu, Dataran Merdeka menjadi tempat dirayakannya Parade Hari Merdeka masyarakat Malaysia.
Selesai sudah petualangan kita di Malaysia, namun kami harus bergegas ke airport untuk penerbangan menuju Bali, sebelum kami menuju ke airport kami mendapatkan info dari travel agent bahwa penerbangan ke Bali dibatalkan akibat erupsi Gunung Rinjani sampai dua hari kedepan, itu berarti kami tidak dapat mengikuti conference di Bali dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Hat Yai malam itu juga, walapun berat kami memutuskan untuk kembali ke KL central dan mencari tiket bis kembali ke Hat Yai dan sesampainya di TBS semua tiket ke Hat Yai sudah terjual habis, namun penjual tiket menawarkan kita bus yang sama tapi transit dulu ke Penang dan melanjutkan perjalan menggunakan van ke Hat Yai.
Tepat pukul 21.30 kita berjalan menuju Penang Malaysia, dalam bus pikiranku melayang dan entah mengapa ketika sopir bus mengatakan Penang yang ada di ingatanku adalah lagu Poppy Mercury, lagu jadul yang aku suka semasa kecil, dulu aku sangat hafal lirik lagu tersebut, lagu itu membuatku merasa tenang dan senang ketika ada yang mengucapkan kata Penang namun aku sekarang hanya mengingat reffnya saja.
“ Kisah cintaku yang terpisah, terhalang di pantai membentang, antara jakarta dan penang membelenggu rindu.”
Lagu ini menjadi mozaik terakhir masa kecilku, Hampir 5 jam kita berada di Penang sebelum melanjutkan perjalanan ke Hat Yai, Malaysia dengan semua kenangannya memiliki tempat tersendiri di dalam hatiku, semalam di Malaysia membuatku terkenang dan merajut kembali kepingan mozaik masa kecil yang mungkin sudah terlupakan seiring berjalannya waktu tapi tidak untuk hari ini, semalam di Malaysia.
__ADS_1